Selasa, 16 Oktober 2012



JENIS – JENIS KURIKULUM­_
A. Pendahuluan
Kurikulum formal ialah rancangan di mana aktiviti pembelajaran dijalankan supaya matlamat atau objektif pendidikan dan sekolah tercapai. Ia merupakan satu set dokumen untuk dilaksanakan. Ia mengandung hal sebenar yang berlaku dibilik darjah dan apa yang telah disediakan dan dinilai. Setiap sekolah ada kurikulum terancang iaitu satu set objektif yang berstruktur dengan kandungan dan pengalaman belajar serta hasil yang dijangkakan. Ia merupakan rancangan eksplisit dan operasional yang dihasratkan, lazimnya dikelolakan mengikut mata pelajaran dan gred, di mana peranan guru didefinisikan dengan jelas (Ornstein, A.C. & Hunkins, F, 1983).
B. Jenis-Jenis Kurikulum.
Jika dilihat dari sudut guru sebagai pengembang kurikulum dikenal jenis-jenis kurikulum sebagai berikut:
·         Open curriculum (kurikulum terbuka), artinya kurikulum = guru. Guru memiliki kebebasan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan keinginan dan kemampuannya.
·         Close curriculum (kurikulum tertutup), artinya kurikulum sudah ditentukan secara pasti mulai tujuan,materi, metode dan evaluasinya, sehingga guru tinggal melaksanakan apa adanya.
·         Guide curriculum (kurikulum terbimbing), artinya kurikulum setengah terbuka, setengah tertutup. Rambu-rambu pengajar telah ditentukan dalam kurikulum, akan tetapi guru masih diberi kemungkinan untuk mengembangkan lebih lanjut dalam kelas.




Sedangkan  Nasution mengatakan bahwa jenis-jenis kurikulum ada 3 (tiga),  yaitu:
1. Separate subject curriculum
Artinya segala bahan pelajaran yang disajikan  dalam subject/mata pelajaran yang terpisah-pisah, yang satu lepas dari yang lain.
Subject atau mata pelajaran ialah hasil penglaman umat manusia sepanjang masa, atau kebudayaan dan pengetahuan yang dikumpulkan oleh manusia sejak dahulu, lalu  disusun secara logis dan sistematis, disederhanakan dan disajikan kepada anak didik sesuai dengan usianya masing-masing.
Keuntungan-keuntungan :
·         Bahan pelajaran dapat disajikan secara logis dan sistematis
·         Sederhana, mudah direncanakan dan dilaksanakan
·         Mudah dinilai
·         Dipakai di Perguruan Tinggi
·         Sudah menjadi tradisi
·         Memudahkan guru
·         Mudah diubah
Kekurangan-kekurangan :
·         Memberikan mata pelajaran yang lepas-lepas
·         Tidak memperhatikan masalah-masalah sosial yang dihadapi anak-anak sehari-hari
·         Menyampaikan pengalaman umat manusia yang lampaui
·         Tujuannya terlampau terbatas
·         Kurang mengembangkan kemampuan berfikir
·         Statis dan ketinggalan zaman
2. Corelated curriculum
Artinya masing-masing tiap mata pelajaran itu mempunyai hubungan.
Korelasi ada 3 macam
·      Korelasi secara insidental
·      Hubungan yang lebih erat, satu pokok bahasan dilihat dari berbagai sudut mata pelajaran
·      Mata-mata pelajaran yang difusikan/disatukan, dengan menghilang-kan batas-masing-masing. Misalnya IPS, IPA, Matematika, Kesenian (Broad field curriculum)
Keuntungan-keuntungan
·      Murid-murid mendapat informasi yang utuh/terintegrasi
·      Minat murid bertambah
·      Pengertian murid-murid tentang sesuatu lebih mendalam dan luas
·      Memungkinkan murid-murid menggunakan pengetahuannya lebih fungsional
Kekurangan-kekurangan
·      Tidak menghubungkan dengan masalah yang aktual
·      Guru sering tidak menguasai pendekatan interdisipliner
3. Integrated kurikulum
Dalam integrated curiculum meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan sehingga diharapkan akan membentuk anak-anak menjadi  pribadi yang terintegrated.
Keuntungan-keuntungan
·      Merupakan suatu keseluruhan yang bulat
·      Menerobos batas-batas mata pelajaran
·      Didasarkan atas kebutuhan dan minat  anak
·      Life centered
·      Perlu waktu panjang
·      Anak-anak dihadapkan pada situasi-situasi yang mengandung problema
·      Dengan sengaja memajukan perkembangan sosial pada anak-anak
·      Direncanakan bersama oleh guru dan murid
Kelemahan-kelemahan
·      Guru-guru tidak disiapkan untuk menjalankan kurikulum seperti ini
·      Dianggap tidak mempunyai sistem organisasi yang logis – sistematis
·      Memberatkan tugas guru
·      Tidak memungkinkan ujian umum
·      Alat-alat  sangat kurang

REFERENSI
Nasution, S. 2008. Asas-Asas Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar