Kamis, 18 Oktober 2012

MAKALAH BENTUK BENTUK SUMBER BELAJAR



PENDAHULUAN 
A.      LATAR BELAKANG

Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam proses pendidikan. Berhasil tidaknya proses pendidikan banyak bergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai peserta didik. Oleh karena itu, kegiatan belajar haruslah mendapat perhatian lebih dan diupayakan semaksimal mungkin agar tujuan dari proses pendidikan dapat tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan.
Kegiatan belajar siswa dalam melaksanakan proses pendidikan memerlukan peran guru dalam pembelajaran di sekolah agar tercapai tujuan pendidikan. Istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Hal ini diperkuat dalam UU Sisdiknas 2003 yang menjelaskan pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Melalui penjelasan ini dapat diketahui bahwa kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para siswanya. Kegiatan belajar hanya bisa berhasil jika pebelajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak dapat mewakili belajar untuk siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang sedang mengajar. Ada satu syarat mutlak yang harus dipenuhi agar terjadi kegiatan belajar. Syarat itu adalah adanya interaksi antara pebelajar (learner) dengan sumber belajar.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat dilihat bahwa pembelajaran dapat terjadi jika ada interaksi antara guru, siswa, sumber belajar dalam lingkungan belajar. Sumber belajar yang digunakan guru dalam pembelajaran diharapkan dapat mendukung timbulnya interaksi tersebut. Untuk itu diperlukan kemampuan guru dalam menentukan, menggunakan, memanfaatkan dn mengembangkan sumber belajar. Oleh karena itu pada makalah ini akan dijelaskan  definisi sumber belajar, bentuk sumber belajar yang akan membantu guru menciptakan pembelajaran yang baik dan menyenangkan.

B.       RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.    Apakah yang dimaksud dengan sumber belajar?
2.    Bagaimanakah bentuk-bentuk sumber belajar?

C.      TUJUAN
1.    Untuk mengetahui pengertian sumber belajar.
2.    Untuk mengetahui bentuk-bentuk sumber belajar.

D.  MANFAAT
Untuk memberikan pengetahuan kepada guru tentang sumber belajar dan bentuk sumber belajar yang akan digunakan guru dalam pembelajaran. 



PEMBAHASAN

A.      PENGERTIAN SUMBER BELAJAR
Dalam usaha meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran, kita tidak boleh melupakan satu hal yang sudah pasti kebenarannya yaitu bahwa peserta didik atau siswa harus banyak berinteraksi dengan sumber belajar. Tanpa sumber belajar yang memadai sulit diwujudkan proses pembelajaran yang mengarah kepada tercapainya hasil belajar yang optimal. Namun, apa sebenarnya sumber belajar itu? Perlu diketahui definisi sumber belajar yang jelas.
AECT (1977) mengartikan sumber belajar sebagai semua sumber (data, manusia, dan barang) yang dapat dipakai oleh pelajar sebagai suatu sumber tersendiri atau dalam kombinasi untuk memperlancar belajar dan meliputi pesan, orang, material, alat, teknik, dan lingkungan. Sumber belajar bahkan berubah menjadi komponen sistem instruksional apabila sumber belajar itu diatur sebelumnya (prestructured), didesain dan dipilih lalu dikombinasikan menjadi suatu sistem instruksional yang lengkap sehingga mengakibatkan belajar yang bertujuan dan terkontrol.
Sumber belajar dalam pengertian sempit adalah, misalnya: buku-buku atau bahan bahan cetak lainnya.  Pengertian itu masih banyak dipakai dewasa ini oleh sebagian besar guru. Misalnya dalam program pengajaran yang biasa disusun oleh para guru terdapat komponen sumber belajar, dan pada ummnya akan diisi dengan buku teks atau buku wajib yang dianjurkan.
Pengertian yang lebih luas tentang sumber belajar diberikan oleh Edgar Dale dalam Rohani (2010) yang menyatakan bahwa pengalaman itu sumber belajar. Sumber belajar dalam pengertian tersebut menjadi sangat luas maknanya, seluas hidup itu sendiri, karena segala sesuatu yang dialami dianggap sebagai sumber belajar sepanjang hal itu membawa pengalaman yang menyebabkan belajar.
Sedangkan menurut Percival & Ellington dalam Wijaya (2010), sumber belajar dinyatakan sebagai a system, set of materials or situation that is deliberately created or set up in order to enable an individual student to learn.
Menurut Hamalik dalam Trimo (2008) menyatakan bahwa sumber belajar adalah semua sumber yang dapat dipakai oleh siswa, baik sendiri-sendiri atau bersama-sama dengan siswa lainnya, untuk memudahkan belajar. 
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa sumber belajar adalah segala sesuatu meliputi potensi, pengalaman, tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi yang dapat dimanfaatkan guru maupun siswa dalam melakukan proses belajar.
Sumber belajar akan menjadi bermakna bagi siswa maupun guru apabila sumber belajar diorganisir melalui satu rancangan yang memungkinkan seseorang dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Jika tidak maka tempat atau lingkungan alam sekitar, benda, orang atau buku sekalipun hanya sekedar  tempat, benda, orang atau buku yang tidak akan ada artinya apa-apa. Pada hakikatnya sumber belajar begitu luas dan kompleks, lebih dari sekedar media pembelajaran. Segala hal yang sekiranya diprediksikan akan mendukung dan dapat dimanfaatkan untuk keberhasilan pembelajaran dapat dipertimbangkan menjadi sumber belajar. Dengan pemahaman ini maka guru bukanlah satu-satunya sumber tetapi hanya salah satu saja dari sekian sumber belajar lainnya. Secara garis besar sumber belajar memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.    Sesuatu daya atau kekuatan yang dapat memberi sesuatu yang diperlukan dalam rangka proses pembelajaran
2.    Mempunyai nilai-nilai belajar: merubah dan membawa perubahan sesuai dengan tujuan.
3.    Dapat dipergunakan secara keseluruhan ataupun sebagian.
Adapun fungsi dari sumber belajar sehingga sumber belajar menjadi salah satu komponen yang sangat penting diantaranya adalah:
1.    Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan:
(a) mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik.
(b) mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah.
2.    Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, dengan cara:
(a)  mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional
(b) memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya.
3.    Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara:
 (a) perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis
(b) pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
4.    Lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan
(a) meningkatkan kemampuan sumber belajar
(b) penyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit.
5.    Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu:
(a) mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit
(b) memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung.
6.    Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis.
     B.     BENTUK-BENTUK SUMBER BELAJAR

Adapun klasifikasi bentuk-bentuk sumber belajar menurut AECT adalah sebagai berikut:
1.    Pesan (messages), yaitu informasi yang ditransmisikan oleh komponen lain dalam bentuk ide, fakta, seni, dan data. Termasuk dalam kelompok pesan adalah semua bidang studi yang harus diajarkan kepada siswa.
2.    Orang (peoples), bertindak sebagai penyimpan, pengolah, dan penyaji pesan. Dalam kelompok ini misalnya guru, tutor, peserta didik, tokoh masyarakat (yang mungkin berinteraksi dengan masyarakat)
3.    Bahan (materials), yaitu perangkat lunak yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun dirinya sendiri. Misalnya transparasi, slide, audio, video, buku, majalah, dan lainnya. Buku, yaitu segala macam buku yang dapat dibaca secara mandiri oleh peserta didik dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya buku pelajaran, buku teks, kamus, ensiklopedi, fiksi dan lain sebagainya. Peristiwa dan fakta yang sedang terjadi, misalnya peristiwa kerusuhan, peristiwa bencana, dan peristiwa lainnya yang guru dapat menjadikan peristiwa atau fakta tersebut sebagai sumber belajar.
4.    Alat (devices), yaitu perangkat keras yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan. Misalnya slide proyektor, video tape, pesawat radio, televisi.
5.    Teknik (tecniques), yaitu prosedur atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan bahan, peralatan, orang, dan lingkungan untuk menyampaikan pesan. Seperti belajar sendiri, simulasi, demonstrasi, tanya jawab.
6.    Lingkungan (setting), yaitu situasi di sekitar dimana pesan disampaikan, lingkungan bisa bersifat fisik (gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, studio, auditorium, museum, taman, lingkungan non fisik/ suasana belajar). Lingkungan merupakan salah satu sumber belajar yang amat penting dan memiliki nilai-nilai yang sangat berharga dalam rangka proses pembelajaran siswa. Lingkungan dapat memperkaya bahan dan kegiatan belajar.
         Lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar terdiri dari : (1) lingkungan sosial dan (2) lingkungan fisik (alam). Lingkungan sosial dapat digunakan untuk memperdalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan sedangkan lingkungan alam dapat digunakan untuk mempelajari tentang gejala-gejala alam dan dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik akan cinta alam dan partispasi dalam memlihara dan melestarikan alam.
Berbagai jenis sumber belajar tersebut, pada dasarnya tidak dapat dilihat secara parsial atau sebagian. Aneka sumber belajar harus dipandang sebagai satu kesatuan yang utuh dalam sebuah proses pembelajaran. Semua jenis sumber belajar yang memang sesuai, perlu dipertimbangkan demi tercapainya pembelajaran yang lebih baik. Dengan demikian diharapkan akan berdampak positif terhadap hasil pembelajaran.
Menurut Sudjana (2007) ada sejumlah pertimbangan yang harus diperhatikan, ketika akan memilih sumber belajar didasarkan atas criteria tertentu yang secara umum terdiri dari dua macam ukuran, yaitu criteria umum dan criteria berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. Berikut rincian kriterianya:
Criteria umum, merupakan ukuran kasar dalam memilih berbagai sumber belajar, misalnya:
a. Ekonomis. Pengadaan sumber belajar yang bisa dimanfaatkan dengan jangka waktu yang lama (awet) akan lebih ekonomis karena tidak akan mengeluarkan banyak dana dalam waktu singkat.
b. Praktis dan sederhana. Tidak memerlukan pelayanan yang menggunakan keterampilan khusus yang rumit agar tidak menghabiskan waktu dan dana yang cukup besar.
c. Mudah diperoleh. Sumber belajar hendaknya yang bisa didapatkan dengan mudah. Ini bisa diaplikasikan pada sumber belajar yang tidak dirancang karena dapat dicari di lingkungan sekitar.
d. Bersifat fleksibel. Sumber belajar bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruksional dan tidak dipengaruhi oleh faktor luar, misalnya kemajuan teknologi, nilai, budaya, keinginan berbagai pemakai sumber belajar itu sendiri, seperti halnya kaset video.
e. Komponen-komponennya sesuai tujuan. Sering kali suatu sumber belajar mempunyai tujuan yang sesuai dan pesan yang dibawa juga cocok. Hal ini merupakan criteria yang penting.
Criteria berdasarkan tujuan, antara lain:
a. Sumber belajar untuk motivasi. Pemanfaatan sumber belajar yang mampu membangkitkan minat, mendorong partisipasi, merangsang pertanyaan-pertanyaan dan memperjelas masalah.
b. Sumber belajar untuk tujuan pengajaran. Criteria ini biasanya dipakai oleh para guru untuk memperluas bahan pelajaran dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.
c. Sumber belajar untuk penelitian. Sumber belajar yang dapat membantu dalam bentuk yang dapat diobservasi, dianalisis, dicatat secara teliti dan sebagainya. Jenis sumber belajar ini diperoleh secara langsung dari masyarakat atau lingkungan melalui penggunaan rekaman audio maupun video.
d. Sumber belajar untuk memecahkan masalah.
Sekalipun telah dipisahkan menjadi 6 bentuk tersebut, sumber belajar dalam kenyataannya satu sama lain masih saling berhubungan sehingga terkadang sulit untuk memisahkannya. Misalnya seorang guru yang sedang menjelaskan penggunaan jangka sorong dan memperagakan alat tersebut di laboratorium. Dalam hal tersebut paling tidak si guru tersebut sedang menggunakan beberapa bentuk sumber belajar sekaligus seperti laboratorium sebagai lingkungan, jangka sorong sebagai alat, penjelasan sebagai tekniknya, guru itu sendiri juga berperan sebagai sumber belajarnya dan materi tentang jangka sorong itu sendiri dapat dikatakan sebagai pesan yang akan disampaikan kepada si pembelajar atau siswa. Pemanfaatan sumber belajar yang baik dengan penggabungan berbagai macam sumber diharapkan akan menghasilkan kegiatan belajar yang lebih maksimal. 

PENUTUP
A.      KESIMPULAN
1.    Sumber belajar adalah adalah segala sesuatu meliputi potensi, pengalaman, tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi yang dapat dimanfaatkan guru maupun siswa dalam melakukan proses belajar.
2.    Bentuk-bentuk sumber belajar diklasifikasikan menjadi enam yaitu: pesan (messages), orang (peoples), bahan (materials), alat (devices), teknik (techniques), lingkungan (settings)

B.  SARAN
Bagi para guru diharapkan dapat memahami bentuk-bentuk sumber belajar yang ia gunakan dalam pembelajaran sehingga sumber belajar yang digunakan tersebut tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 

DAFTAR PUSTAKA

--------.2007.  Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Rohani, Ahmad.2010. Media Instruksional Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta
Sudjana,N dan Rivai,A.2007. Teknologi Pengajaran, Bandung : Sinar Baru        Algensindo
Trimo, 2008. Pengelolaan Alat Bermain dan Sumber Belajar. Diakses dari:         http://re-searchengines.com/trimo50708.html. 02-10-2012

Wijaya. 2008. Belajar, Pembelajaran dan Sumber Belajar. Diakses dari: http://wijayalabs.multiply.com/journal/item/146?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem. 02-10-2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar