Jumat, 16 Desember 2016

PELATIHAN BLOG UNTUK GURU DAN MENULIS KREATIF, SABTU 17 Des 2016 UNBARA

Image may contain: one or more people and indoor

Pelatihan ini diadakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Baturaja Pada Program Studi Teknologi Pendidikan. Pelatihan ini adalah bagian dari mata kuliah Manajemen Kepelatihan. Tema yang diambil adalah produktif dengan nge-blog dan menulis kreatif. semoga pelatihan ini memberikan kontribusi dalam dunia kepenulisan di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan sebagai upaya meningkatkan kualitas literasi dan kekreatifan guru di era kemajuan teknologi informasi saat ini. SUKSES !

Senin, 25 Januari 2016


Jerih Payah Terhebat !! 

Puisi Ant

-Aku, Kamu dan Tuhan-

Aku ingin mencintaimu karena ketampananmumenyejukkan setiap mata yang memandangnya tapi kemudian aku bertanya saat ketampananmu itu memudar ditempuh usia seberapa pudarkah kelak cintaku padamu? 


Aku ingin mencintaimu karena sifatmu yang ceria menjadi semangat yang menyala di dalam hati ini tapi kemudian aku bertanya bila keceriaan itu kelam dirundung duka seberapa muram cintaku kan ada? 


Aku ingin mencintaimu karena ramah hatimu memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu tapi kemudian aku bertanya kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka seberapa mampu cintaku memendam praduga? 


Aku ingin mencintaimu karena cerdasnya dirimu membuatku yakin pada putusanmu tapi kemudian aku bertanya ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua seberapa bijak cintaku tuk tetap mengharapmu? 


Aku ingin mencintaimu karena kemandirian yang kau miliki menyematkan rasa bangga ku yang mengenalmu tapi kemudian aku bertanya jika di tengah itu rasa manjamu tiba menyeruak seberapa cintaku tetap bersamamu? 

One Step Closer

Satu kebahagiaan telah menghampiri keluarga kami diawal tahun 2016 ini. Ayukku tersayang akhirnya melepas masa lajang... sah.. alhamdulillah... 15 16 januari 2016 adalah hari bersejarah.. semoga sakinah mawaddah warahmah...

Selasa, 13 Januari 2015

MOTIVASI  BELAJAR

PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
         
            Belajar merupakan suatu proses yang berlangsung sepanjang hayat. Hampir semua kecakapan, keterampilan, pengetahuan, kebiasaan, kegemaran dan sikap manusia terbentuk,  dimodifikasi dan berkembang dari belajar menurut Suryabrata (dalam Khodijah,2009 : 43) belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis dalam interaksi aktif dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan pemahaman, ketrampilan dan nilai sikap
            Diantara berbagai factor yang mempengaruhi belajar adalah motivasi dimana sering dipandang sebagai factor yang cukup dominan. Setiap siswa yang tidak memiliki motivasi dalam belajar akan mempengaruhi prestasinya di sekolah. Individu yang memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi akan mencapai hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu yang memiliki motivasi rendah atau tidak memiliki motivasi sama sekali (Syah, Muhibbin, 1999).
            Dalam hal belajar siswa akan berhasil belajarnya kalau dalam dirinya ada kemauan untuk belajar, keinginan atau dorongan inilah disebut motivasi. Motivasi adalah suatu konsep yang digunakan untuk menjelaskan inisiasi, arah dan intensitas perilaku individu. Motivasi merupakan kekuatan yang mendorong seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan, kekuatan ini dirangsang oleh adanya berbagai macam kebutuhan seperti (1) keinginan yang hendak dipenuhi, (2) tingkah laku, (3) tujuan dan (4) umpan balik. Hellriegel dan Slocum (dalam  Khodijah, 2009: 146 ).
            Dalam arti yang lebih luas, motivasi diartikan sebagai pengaruh dari energi dan arahan terhadap perilaku yang meliputi: kebutuhan, minat, sikap, nilai, aspirasi dan perangsang. Kebutuhan dan dorongan untuk memuaskan kebutuhan tersebut merupakan sumber utama motivasi. Gage dan Berliner (dalam  Khodijah, 2009: 149).
            Dilihat dari sumbernya, motivasi belajar ada dua jenis yaitu: (1) motivasi intrinsik dan (2) ekstrinsik menurut Winkel (dalam Khodijah, 2009 : 150).   Motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam diri orang yang bersangkutan tanpa rangsangan atau bantuan orang lain. Seseorang yang secara intrinsik termotivasi akan melakukan pekerjaan karena mendapatkan pekerjaan itu menyenangkan dan bisa memenuhi kebutuhannya, tidak tergantung pada penghargaan eksplisit atau paksaan eksternal lainnya. Misalnya seorang siswa belajar dengan giat karena ingin menguasai berbagai ilmu yang dipelajari disekolahnya. Motivasi intrinsik dapat berupa kepribadian, sikap, pengalaman, pendidikan atau berupa penghargaan dan cita-cita. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul karena rangsangan atau bantuan orang lain. Motivasi ekstrinsik disebabkan oleh keinginan untuk menerima ganjaran atau pengindaran hukuman, motivasi yang terbentuk oleh factor-faktor ekstrenal seperti ganjaran atau hukuman. Misalnya seorang siswa mengerjakan pekerjaan rumah (pr) karena takut dihukum oleh guru.
            Berdasarkan keterangan diatas maka perlu adanya rumusan tentang pengaruh motivasi pada keberhasilan belajar peserta didik baik di tinjau dari defenisi motivasi belajar, peran guru dalam membangkitkan motivasi belajar siswa, teori-teori yang berkaitan dengan motivasi belajar, jenis-jenis motivasi belajar serta teknik-teknik dalam memotivasi siswa dalam belajar.

Minggu, 03 Maret 2013

PROPOSAL TESIS MODEL ASSURE



PENGARUH PENERAPAN MODEL DESAIN PEMBELAJARAN ASSURE TERHADAP MOTIVASI  DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 9 OKU
1. PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
            Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Perubahan tersebut juga telah membawa manusia ke dalam era persaingan global yang semakin ketat. Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka sebagai bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. Mengacu pada tujuan pendidikan nasional bahwa pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk waktu serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa ( UU RI no. 20, Tahun 2003).
            Keberhasilan pendidikan dipengaruhi oleh perubahan dan pembaharuan dalam segala komponen pendidikan. Adapun komponen yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan meliputi: kurikulum, sarana dan prasarana, guru, siswa, model pembelajaran yang tepat. Semua komponen tersebut saling terkait dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang diinginkan (Djamarah, 2002:123).
            Pembelajaran adalah proses yang sengaja dirancang untuk menciptakan terjadinya aktivitas belajar dalam diri individu. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan sesuatu yang bersifat eksternal dan sengaja dirancang untuk mendukung terjadinya proses belajar internal dalam diri individu. Dick dan Carey dalam Pribadi (2011:10-11) mendefinisikan pembelajaran sebagai rangkaian peristiwa atau kegiatan yang disampaikan secara terstruktur dan terencana dengan menggunakan sebuah atau beberapa media.
            Proses pembelajaran mempunyai tujuan agar siswa dapat mencapai kompetensi seperti yang diharapkan. Untuk mencapai kompetensi tersebut proses pembelajaran perlu dirancang secara sistematik dan sistemik. Proses merancang aktivitas pembelajaran inilah disebut dengan desain sistem pembelajaran.

Rabu, 26 Desember 2012


MODEL MODEL EVALUASI KURIKULUM
Oleh :
Anita Adesti
Mahasiswa Teknologi Pendidikan PPS UNSRI
1.    Pendahuluan
            Tidak diragukan lagi bahwa evaluasi kurikulum memiliki peranan yang sangat penting bagi dunia pendidikan, khususnya pendidikan formal. Melalui evaluasi kurikulum kemajuan efektifitas mengajar guru dapat diukur, prestasi siswa dapat dipantau dengan lebih cermat, dan bagi pengembang kurikulum dapat memanfaatkan hasil evaluasi untuk perbaikan kurikulum di masa yang akan datang. Dalam pelaksanaannya para evaluator kurikulum banyak memakai berbagai model evaluasi kurikulum yang sudah banyak dikembangkan saat ini. Ternyata model-model evaluasi kurikulum berkembang dengan pesat, sehingga gejala  perkembangannya tidak berbeda dengan perkembangan disiplin ilmu pendidikan. Ada model yang mencakup keseluruhan proses pengembangan kurikulum tetapi ada juga yang memiliki fokus khusus pada suatu fase kegiatan pengembangan kurikulum.
            Evaluasi kurikulum bukanlah suatu kegiatan yang mudah. Seorang evaluator hendaknya memiliki pemahaman akan teori-teori kurikulum dan metode atau model-model evaluasi kurikulum. Apalagi kurikulum satuan pendidikan, yang pelaksanaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi masing-masing sekolah. Tentunya hal ini membutuhkan ketelitian dan penguasaan model evaluasi kurikulum yang matang dari evaluator. Dan atas dasar pertimbangan-pertimbangan inilah maka penting kiranya untuk dibahas model-model evaluasi kurikulum yang berkembang saat ini.
            Makalah ini mencoba memaparkan model-model evaluasi kurikulum yang dapat dipilih untuk diterapkan demi kemajuan yang hendak dicapai, baik oleh guru sebagai pelaksana maupun pemerintah sebagai pengembang kurikulum. Antara satu model evaluasi dengan model evaluasi yang lain memiliki kelebihan dan kekurangan.
            Satu model evaluasi hanya mementingkan hasil tanpa memperhatikan proses pencapaian hasil, sedang yang lain sebaliknya. Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dimungkinkan untuk menggunakan lebih dari satu model evaluasi, sehingga evaluasi bisa lebih optimal.