Senin, 12 Maret 2012

MAKALAH STATISTIK UJI-t SATU SAMPEL


PENDAHULUAN

1.    LATAR BELAKANG
Menurut Popham dan Sirotnik (1973: 45), hipotesis bertitik tolak pada eksistensi hubungan antar variabel dimana terdapat dugaan atau kesimpulan sementara yang perlu dibuktikan kebenarannya. Hipotesis seperti yang kita ketahui yakni dugaan yang mungkin benar, atau mungkin juga salah. Dia akan ditolak jika salah atau palsu, dan akan diterima jika faktor-faktor membenarkannya. Penolakan dan penerimaan hipotesis, dengan begitu sangat tergantung kepada hasil-hasil penyelidikan terhadap faktor-faktor yang dikumpulkan. Hipotesis dapat juga dipandang sebagai konklusi yang sifatnya sangat sementara. Sebagai konklusi sudah tentu hipotesis tidak dibuat dengan semena-mena, melainkan atas dasar pengetahuan-pengetahuan tertentu. Pengetahuan ini sebagian dapat diambil dari hasil-hasil serta problematika-problematika yang timbul dari penyelidikan-penyelidikan yang mendahului, dari renungan-renungan atas dasar pertimbangan yang masuk akal, ataupun dari hasil-hasil penyelidikan yang dilakukan sendiri. Secara prosedural hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoritis yang diperoleh dari kajian pustaka.

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling tinggi dan paling mungkin tingkat kebenarannya. Riduwan (2009: 138 Mengungkapkan bahwa setiap penelitian tidak harus berhipotesis, tetapi setiap penelitian harus dirumuskan masalahnya. Adanya hipotesis dinyatakan berdasarkan pada rumusan masalah penelitian yang diajukan. Agar rumusan masalah dapat terjawab dan hipotesis teruji berdasarkan data yang dikumpulkan oleh peneliti. Jadi, keduanya harus dirumuskan dengan menggunakan kalimat yang jelas, tidak menimbulkan banyak penafsiran dan spesifik supaya dapat diukur. Masalah penelitian dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya dan hipotesis dalam bentuk kalimat pernyataan.
Selanjutnya, pengujian hipotesis penelitian secara perhitungan statistik memerlukan perubahan rumusan hipotesis ke dalam rumusan hipotesis statistik yang mana memasangkan hipotesis alternatif (Ha) dan hipotesis nol (Ho) sehingga dapat memutuskan dengan tegas menolak atau menerima salah satu dari kedua hipotesis tersebut. Selain itu,  Pengujian hipotesis deskriptif pada dasarnya merupakan proses pengujian generalisasi hasil penelitian yang didasarkan pada satu sampel. Kesimpulan yang dihasilkan nanti adalah apakah hipotesis yang diuji itu dapat digeneralisasikan atau tidak. Dalam uji hipotesis satu sampel ini variabel penelitiannya bersifat mandiri, dan sampelnya satu, oleh karena itu variabel penelitiannya tidak berbentuk perbandingan ataupun hubungan antar dua variabel atau lebih.
Dalam makalah ini penulis akan membahas konsep hipotesis, hipotesis dalam statistika, dan pengujian hipotesis untuk rerata satu sampel.
2.    RUMUSAN MASALAH
a.    Apa itu Hipotesis?
b.    Bagaimana Konsep Hipotesis dalam Statistika?
c.    Bagaimanakah Pengujian Hipotesis untuk rerata satu sampel?
3. TUJUAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk:
a.       Mendiskusikan, membahas, dan menyimpulkan pengertian, ciri-ciri, dan macam-macam dari Hipotesis;
b.      Mendiskusikan, membahas, dan menyimpulkan konsep hipotesis dalam statistika;
c.       Mendiskusikan, membahas, dan menyimpulkan Pengujian Hipotesis Untuk rerata 1 sampel.
4. MANFAAT
Penulisan makalah ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang signifikan bagi pembacanya dalam memahami dan mengimplementasikan konsep hipotesis dalam perhitungan statistika yang berguna dalam melakukan penelitiannya.
PEMBAHASAN
1.    DEFINISI HIPOTESIS
Istilah hipotesis berasal dari bahasa yunani yang mempunyai dua kata yaitu “Hupo” (sementara) dan “thesis” (peryataan atau teori). Karena hipotesis merupakan pernyataan sementara yang masih lemah kebenarannya, maka perlu diuji kebenarannya. Kemudian para ahli menafsirkan arti hipotesis adalah sebagai dugaan terhadap hubungan antar variabel atau lebih (Kerlinger, 1973: 18) dalam Riduwan (2006: 162).
Dalam Satistika terdapat dua bentuk hipotesis penelitian antara lain, hipotesis kerja (Ha) dan Hipotesis nol (Ho). Hipotesis penelitian adalah hipotesis kerja (Hipotesis alternatif) yaitu hipotesis yang dirumuskan untuk menjawab permasalahan dengan menggunakan teori teori yang ada hubungannya yang relevan dengan masalah penelitian dan belum berdasarkan fakta serta dukungan data yang nyata di lapangan. Dalam perhitungan statistik yang diuji adalah hipotesis nol (Ho), jadi hipotesis nol adalah pernyataan tidak adanya hubungan, pengaruh, atau perbedaan antar variabel.
2.    CIRI-CIRI HIPOTESIS
Karakteristik Hipotesis yang Baik Sebuah hipotesis atau dugaan sementara yang baik hendaknya mengandung beberapa hal. Hal – hal tersebut diantaranya :
a.    Hipotesis harus mempunyai daya penjelas
b.    Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel
c.    Hipotesis harus dapat diuji
d.   Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada.
e.    Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.
Berikut ini beberapa penjelasan mengenai Hipotesis yang baik :


- Hipotesis harus menduga Hubungan diantara beberapa variabel
Hipotesis harus dapat menduga hubungan antara dua variabel atau lebih, disini harus dianalisis variabel-variabel yang dianggap turut mempengaruhi gejala-gejala tertentu dan kemudian diselidiki sampai dimana perubahan dalam variabel yang satu membawa perubahan pada variabel yang lain.
- Hipotesis harus Dapat Diuji
Hipotesis harus dapat di uji untuk dapat menerima atau menolaknya, hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan data-data empiris.
- Hipotesis harus konsisten dengan keberadaan ilmu pengetahuan

Hipotesis tidak bertentangan dengan pengetahuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam beberapa masalah, dan terkhusus pada permulaan penelitian, ini harus berhati-hati untuk mengusulkan hipotesis yang sependapat dengan ilmu pengetahuan yang sudah siap ditetapkan sebagai dasar. Serta poin ini harus sesuai dengan yang dibutuhkan untuk memeriksa literatur dengan tepat oleh karena itu suatu hipotesis harus dirumuskan bedasar dari laporan penelitian sebelumnya.
- Hipotesis Dinyatakan Secara Sederhana
Suatu hipotesis akan dipresentasikan kedalam rumusan yang berbentuk kalimat deklaratif, hipotesis dinyatakan secara singkat dan sempurna dalam menyelesaikan apa yang dibutuhkan peneliti untuk membuktikan hipotesis tersebut.
3.    PROSES TERBENTUKNYA HIPOTESIS
Hipotesis diajukan dalam penelitian adalah dengantujuan untuk menjawab permasalahan yang diajukan oleh peneliti dalam penelitiannya. Dalam hal ini Riduwan (2006 : 164-165) mengemukakan 3 jenis Permasalahan yang sering diajukan dalam sebuah penelitian antara lain:
a.    Permasalahan yang bersifat Deskriptif, yaitu permasalahan yang tidak membandingkan dan menghubungkan dengan variabel lain hanya menggambarkan variabel saja. Contoh :
·      Seberapa banyak hasil panen udang di desa windu kabupaten sidoarjo?
·      Seberapa tinggi motivasi kerja karyawan PT. Hamidahnur husna?

b.    Permasalahan yang bersifat Komparatif, yaitu permasalahan yang menggambarkan perbedaan karakteristik dari dua variabel atau lebih. Contoh:
·      Adakah Perbedaan kemampuan kerja karyawan perusahaan sepatu A dengan karyawan perusahaan sepatu B?
·         Adakah perbedaan hasil belajar mahasiswa jurusan TP dengan Mahasiswa Jurusan Hukum dalam mata kuliah Statistik?

c.    Permasalahan yang bersifat assosiatif, yaitu permasalahan yang menghubungkan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih. Ada 3 bentuk Permasalahan ini antara lain:

·         Hubungan simetris, contoh: Adakah Hubungan antara keaktifan mengikuti organisasi dengan tingginya prestasi belajar?
·         Hubungan sebab akibat, Contoh : Adakah pengaruh tambahan gaji pegawai terhadap disiplin kerja pegawai?
·         Hubungan Interaktif, contoh:  adakah Hubungan sikap guru terhadap prestasi belajar siswa?

4.    MACAM MACAM HIPOTESIS PENELITIAN
Berdasarkan jenis permasalahan diatas, menurut tingkat Ekplanasi hipotesis yang akan diuji, maka rumusan hipotesis dapat dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu:
a.       Hipotesis Deskriptif, yaitu hipotesis yang tidak membandingkan dan menghubungkan dengan variabel lain atau hiporesis untuk menentukan titik peluang, dimana hipotesis yang dirumuskan untuk menjawab permasalahan taksiran (estimatif), (Riduwan, 2006:166). Contoh ;
·            Seberapa Tinggi daya tahan lampu merk X?
·            Seberapa tinggi produktivitas padi di kabupaten tugumulyo?
Maka hipotesis yang dirumuskan dari dua pertanyaan tersebut adalah:
·         Daya tahan lampu merk X adalah 800 jam
·         Produktivitas Padi di kabupaten Tugumulyo adalah 8 ton/haa

b.      Hipotesis Komparatif, yaitu hipotesis yang dirumuskan untuk memberikan jawaban pada permasalahan yang bersufat membedakan, atau pernyataan yang menunjukkan dugaan nilai dalam satu variabel atau lebih pada sampel yang berbeda. ( Sugiyono, 2006: 85).
Contoh :
·         Apakah ada perbedaan kemampuan berbahasa asing antara lulusan Pondok pesantren Madani dengan lulusan SMU teladan?
·         Maka Bunyi Hipotesis yang akan diajukan adalah : ada perbedaan kemampuan berbahasa asing antara lulusan Pondok pesantren Madani dengan lulusan SMU teladan. Artinya Lulusan Pondok madani lebih baik kemampuan berbahasa asing daripada lulusan SMU teladan.
c.    Hipotesis Asosiatif, yaitu suatu pertanyaan yang menunjukkan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih. (sugiyono, 2006: 86). Contoh :
·           Adakah Hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efektitas kerja karyawan PT B? maka Hipotesis yang diajukan adalah: ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efektitas kerja karyawan PT B.

5.    KEGUNAAN HIPOTESIS
Kegunaan hipotesis secara garis besar dalam  (mujahidinimeis.wordpress.com) antara lain:
·      Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian.
·      Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta, yang kadangkala hilang begitu saja dari perhatian peneliti.
·      Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai-berai tanpa koordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh
·      Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta.
Oleh karena itu, kualitas manfaat dari hipotesis tersebut akan sangat tergantung pada:
·      Pengamatan yang tajam dari si peneliti terhadap fakta-fakta yang ada.
·      Imajinasi dan pemikiran kreatif dari si peneliti.
·      Kerangka analisa yang digunakan oleh si peneliti.
·      Metode dan desain penelitian yang dipilih oleh peneliti.

6.    PENGUJIAN HIPOTESIS
Tahap pengujian hipotesis disesuaikan pada hipotesis yang diajukan, dalam makalah ini yang akan dibahas adalah pengujian hipotesis Deskriptif atau yang lebih sering disebut dengan uji hipotesis satu sampel (Uji –t Rerata 1 sampel). Dimana telah dijelaskan diatas bahwa hipotesis deskriptif adalah jawaban sementara dari rumusan masalah Deskriptif (1 varibel yang diteliti).
Terdapat dua macam pengujian hipotesis deskriptif , yaitu dengan uji dua pihak (two tail test) dan uji satu pihak (one tail test). uji satu pihak ada dua macam yaitu uji pihak kanan dan uji pihak kiri. Jenis uji mana yang digunakatergantung pada bunyi hipotesis yang diajukan.
·         Uji dua pihak pada hipotesis1 sampel digunakan jika bunyi hipotesisnya “sama dengan” Ho = Ha, misal daya tahan berdiri pelayan toko perhari sama dengan 8 jam.
·         Uji satu pihak
ü Pihak kiri jika Ho nya berbunyi lebih besar atau sama dengan dan Ha nya berbunyi lebih kecil
ü Pihak kanan jika Ho nya berbunyi Lebih kecil atau sama dengan dan Ha nya berbunyi lebih besar.
Rumus yang digunakan untuk menguji hipotesis satu sampel ini yang datanya interval atau rasio adalah sebagai berikut:
         (Riduwan, 2006 : 93)
Dimana:
 t =  Nilai t yang dihitung (t Hitung)
x=   Rata rata variabel x
 = Nilai yang dihipotesiskan
S = Simpangan Baku
 n = Jumlah anggota Sampel  
           
7. HIPOTESIS STATISTIK
Hipotesis statistik adalah pernyataan statistik tentang populasi yang diteliti. Jika menguji hipotesis penelitian dengan perhitungan statistik, maka rumusan hipotesis tersebut perlu diubah ke dalam rumusan hipotesis statistik. Kalau dalam rumusan hipotesis penelitian hanya dituliskan salah satu saja yaitu hipotesis alternatif (Ha) atau hipotesis nol (Ho). Sedangkan dalam hipotesis statistik keduanya dipasangkan sehingga dapat diambil keputusan dengan tegas yaitu menerima Ho berarti menolak Ha begitu juga sebaliknya apabila menolak Ho berarti menerima Ha. Hipotesis statistik ini dirumuskan untuk menjelaskan gambaran dan parameter apa dari populasi.
8. JENIS PENGUJIAN HIPOTESIS
a. Hipotesis Direksional
Hipotesis direksional adalah rumusan hipotesis yang arahnya sudah jelas atau disebut juga hipotesis langsung. Hipotesis ini digunakan untuk menjelaskan pengujian rerata (uji-t) dengan rerata satu sampel. Sedangkan pengujian hipotesis direksional terdiri dari dua yaitu uji pihak kiri dan uji pihak kanan, untuk lebih jelasnya dapat diuraikan berikut ini.
1) Uji Pihak Kiri
Apabila ada rumusan hipotesis pasangan Ha dinyatakan dengan bunyi kalimat: paling tinggi, paling banyak, paling besar, maksimum dan sejenisnya berarti tandanya lebih kecil (<). Maka sebaliknya Ho harus dinyatakan dengan bunyi kalimat: paling rendah, paling sedikit, paling kecil, minimum dan sejenisnya berarti tandanya lebih besar atau sama dengan( >) pengujiannya menggunakan uji satu pihak (one tailed test) yaitu uji pihak kiri. Seperti contoh berikut:
  1. Hipotesis bersifat deskriptif
Motivasi kerja pegawai di Lembaga Pendidikan Lingua Plus paling tinggi 40% dari nilai ideal.
(1)   Hipotesis (Ha dan Ho) dalam uraian kalimat
Ha: Motivasi kerja pegawai di Lembaga Pendidikan Lingua Plus paling tinggi 40% dari nilai ideal.
Ho: Motivasi kerja pegawai di Lembaga Pendidikan Lingua Plus paling rendah atau sama dengan 40% dari nilai ideal.
(2)   Hipotesis (Ha dan Ho) model statistik
Ha: p < 40 %                     p= persentase
Ho: p > 40 %
  1. Hipotesis bersifat komparatif
Terdapat perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa tugas belajar dengan mahasiswa izin belajar dalam mengikuti pelajaran statistik, yaitu mahasiswa tugas belajar lebih tinggi daripada mahasiswa izin belajar. Atas dasar informasi tim pengajar ingin membuktikan melalui penelitian.
(1)   Hipotesis (Ha dan Ho) dalam uraian kalimat
Ha: Perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa tugas belajar lebih tinggi daripada mahasiswa izin belajar.
Ho: Perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa tugas belajar lebih rendah daripada mahasiswa izin belajar.
(2)   Hipotesis (Ha dan Ho) model statistik
Ha: µ1 < µ2                                µ = rata-rata populasi
Ho: µ1 > µ2
  1. Hipotesis bersifat asosiatif
Seorang pakar pendidikan ingin meneliti hubungan motivasi dengan prestasi belajar di Perguruan Tinggi Lingua Plus. Peneliti berhipotesis bahwa hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar paling tinggi 60%.
(1)   Hipotesis (Ha dan Ho) dalam uraian kalimat
Ha: Hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar paling tinggi 60%.
Ho: Hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar paling rendah atau sama dengan 60%.
(2)   Hipotesis (Ha dan Ho) model statistik
Ha: p < 60%                      p= persentase
Ho: p > 60%

   Wilayah
Penolakan Ho          
        Wilayah
              α                    Penerimaan Ho
           -t tabel
                        Gambar 1. Uji Pihak Kiri
Kriteria Pengujian Pihak Kiri:
Jika - t tabel < t hitung maka Ho diterima dan Ha ditolak



2) Uji Pihak Kanan
Jika rumusan hipotesis pasangan Ha dinyatakan dengan bunyi kalimat: rendah, paling sedikit, paling kecil, minimum dan sejenisnya berarti tandanya lebih besar ( > ). Maka sebaliknya Ho harus dinyatakan dengan bunyi kalimat: paling tinggi, paling banyak, paling besar, maksimum dan sejenisnya berarti tandanya lebih kecil atau sama dengan ( < ). Pengujiannya menggunakan uji saatu pihak (one tailed test) yaitu uji pihak kanan. Seperti contoh berikut:
  1. Hipotesis bersifat deskriptif
Disiplin pegawai di Lembaga Pendidikan Lingua Plus paling rendah 70% dari skor ideal.
(1)   Hipotesis (Ha dan Ho) dalam uraian kalimat
Ha: Disiplin pegawai di Lembaga Pendidikan Lingua Plus paling rendah 70% dari skor ideal.
Ho: Disiplin pegawai di Lembaga Pendidikan Lingua Plus paling tinggi atau sama dengan 70% dari skor ideal.
(2)   Hipotesis (Ha dan Ho) model statistik
Ha: p > 70 %                     p= persentase
Ho: p < 70 %
  1. Hipotesis bersifat komparatif
Seorang pengamat haji ingin melakukan penelitian untuk mengetahui adakah perbedaan fasilitas antara kelompok jamaah haji plus (VIP) dengan jemaah haji biasa. Pengamat berhipotesis bahwa jemaah haji biasa kurang nyaman fasilitasnya bila dibandingkan dengan jemaah haji plus (VIP).
(1)   Hipotesis (Ha dan Ho) dalam uraian kalimat
Ha: Jemaah haji biasa kurang nyaman fasilitasnya bila dibandingkan dengan jemaah haji plus (VIP).
Ho: Jemaah haji biasa lebih nyaman atau sama dengan fasilitasnya bila dibandingkan dengan jemaah haji plus (VIP).
(2)   Hipotesis (Ha dan Ho) model statistik
Ha: µ1 > µ2                                µ = rata-rata populasi
Ho: µ1 < µ2
  1. Hipotesis bersifat asosiatif
Seorang pengamat sosial mengatakan bahwa hubungan antara atasan dengan bawahan di Lembaga Pendidikan Lingua Plus paling rendah 45%.
(1)   Hipotesis (Ha dan Ho) dalam uraian kalimat
Ha: Hubungan antara atasan dengan bawahan di Lembaga Pendidikan Lingua Plus paling rendah 45%.
Ho: Hubungan antara atasan dengan bawahan di Lembaga Pendidikan Lingua Plus paling tinggi atau sama dengan 45%.
(2)   Hipotesis (Ha dan Ho) model statistik
Ha: p > 45%                      p= persentase
Ho: p < 45%

                                                                                  Wilayah
                                                                              Penolakan Ho            
        Wilayah
              α                    Penerimaan Ho
                                                                  t tabel
                        Gambar 1. Uji Pihak Kanan
Kriteria Pengujian Pihak Kanan:
Jika + t tabel > t hitung          maka Ho diterima dan Ha ditolak




b. Hipotesis Non Direksional
Hipotesis Non Direksional (hipotesis tidak langsung) adalah hipotesis yang tidak menunjukkan arah tertentu. Jika rumusan Ha berbunyi kalimat: tidak sama dengan (=), maka sebaliknya Ho berbunyi kalimat: sama dengan ( = ). Pengujian ini menggunakan uji dua pihak (two tailed test). Hipotesis digunakan untuk menjelaskan pengujian rerata  (uji-t) dengan rerata dua sampel.
9. UJI – t  (t – tes) SATU SAMPEL
Uji-t (t-test) merupakan statistik uji yang sering kali ditemui dalam masalah-masalah praktis statistika. Uji-t digunakan untuk  menguji apakah rata-rata suatu sampel sama dengan suatu harga tertentu atau apakah rata-rata dua sampel sama/berbeda secara signifikan. Statistik uji ini digunakan dalam pengujian hipotesis. Uji-t dapat dibagi menjadi 2, yaitu uji-t yang digunakan untuk pengujian hipotesis 1-sampel dan uji-t yang digunakan untuk pengujian hipotesis 2-sampel.
Uji – t satu sampel ini tergolong hipotesis deskriptif, yaitu untuk menguji apakah satu sampel sama/berbeda dengan  rata-rata populasinya
Langkah-langkah Uji t
1)      Buatlah Ha dan Ho dalam uraian kalimat.
2)      Buatlah Ha dan Ho dalam model statistik.
3)      Mencari thitung.

t hitung =

o




thitung         =  harga yang dihitung dan menunjukkan nilai standard deviasi dari distribusi t (table t)
x               =  rata-rata nilai yang diperoleh dari hasil pengumpulan data
µ              =  nilai yang dihopotesiskan
s               =  standard deviasi sampel yang dihitung
n               =  jumlah sampel penelitian

Adapun standar deviasi sampel dapat dihitung berdasarkan data yang terkumpul. Pada umumnya standar deviasi setiap populasi jarang yang diketahui, maka penggunaan rumus zhitung kurang digunakan.
Pengujian hipotesis deskriptif, ada dua jenis yaitu:uji dua pihak dan uji satu pihak  ( uji pihak kiri dan uji pihak kanan)
4)      Tentukan terlebih dahulu taraf signifikasinya, misalnya ( =0,05 atau =0,01) kemudian dicari ttabel dengan ketentuan db=n-1, juga diketahui tentang posisi pengujiannya. Apakah menggunakan pihak kiri, pihak kanan, atau dua pihak. Dalam hal ini tergantung bunyi hipotesisnya. Dengan menggunakan tabel diperoleh ttabel.
5)      Tentukan kriteria pengujian
6)      Bandingkan antara thitung dengan ttabel dan gambarlah posisinya.
7)      Buatlah kesimpulan.

Contoh : Kepala Bidang Pengajaran di perguruan tinggi TIANSHI menduga bahwa,
a.       Kualitas mengajar dosen statistika paling tinggi 70 % dari rata-rata nilai ideal.
b.      Kualitas mengajar dosen statisika paling rendah 70% dari rata-rata nilai ideal.
c.       Kualitas mengajar dosen statistika tidak sama dengan 70% dari rata-rata nilai ideal.s
Kemudian dibuktikan dengan penelitian yang dilaksanakan pada setiap akhir semester. Desebar angket kepada 61 mahasiswa yang mengikuti kuliah statistika untuk mengisi angket dengan jujur dan adil sesui dengan kualitas dan profesional dosen ketika mengajar. Jumlah pertanyaan angket penelitian 15 item, instrument penelitian kualitas mengajar dosen statistika dalam berbagai aspek diberi skala: (4) = Sangat Baik; (3)= Baik; (2) = Cukup Baik; dan (1) = kurang Baik. Taraf kepercayaan 95% (taraf signifikansi  = 0,05).
Data diperoleh sebagai berikut:
59 60 58 59 60 58 60 59 50 60 59 50 60
59 58 50 59 60 59 60 59 50 60 60 60
60 60 50 59 60 60 60 59 60 60 60 60
60 60 60 50 60 60 60 59 60 60 60 60
58 60 58 50 58 60 60 58 60 60 60 60
Langkah-langkah menjawab
Sebelum melakukan perumusan hipotesis dihitung terlebih dahulu rata-rata nilai yang dihipotesiskan ( o).
Nilai ideal = 15 x 4x61 = 3660
Rat-rata nilai ideal = 3660 : 61 = 60
Jadi, 70% dari rata-rata skor ideal = 0,7 x 60 = 42 atau o = 42
Jawaban pertanyaan a (Uji Pihak Kiri)
1)      Hipotesis (Ha dan Ho) dalam uraian kalimat
H:  Kualitas mengajar dosen statistika paling tinggi 70% dari rata-rata   nilai ideal.
Ho : Kualitas mengajar dosen statistic paling rendah atau sama dengan 70% dari rata-rata nilai ideal.
2)      Hipotesis (Ha dan Ho) model statistik
Ha : o  42%
H: o  42%

3)     
Menghitung standar deviasi (s) dan rata-rata (x), dengan rumus:

s =   =    =  3,14
208939 – (3565)2/61

4)      Menghitung thitung dengan rumus:

t hitung =

 


0
0                                   =    =  41,1075  ≈ 41
5)      Menetukan taraf signifikasi  = 0,05. Kemudian dicari t tabel  dengan ketentuan: db = n-1; db = 61-1 =60,sehingga didapat t tabel = 1,671.
6)      Menentukan kriteria pengujian:
Kriteria pengujian pihak kiri:
Jika – t tabel  t hitung maka Ho diterima dan Ha ditolak
7)      Menbandingkan antara t hitung dengan t tabel
Ternyata : -1,671  41, maka Ho diterima dan Ha ditolak
Wilayah penerimaan Ho

Wilayah penolakan Ho
 



 = 0,05

          -1,671                     41
                   Uji pihak kiri  
8)      Kesimpulan
Ha: Kualitas mengajar dosen statistika paling tinggi 70% dari rata-rata nilai ideal ditolak, sedangkan Ho: kulitas mengajar dosen statistika diterima.
Jadi, Kepala Bidang Pengajaran di perguruan tinggi TIANSHI yang menyatakan kualitas mengajar dosen statistika paling tinggi 70% dari tara-rata ideal itu kurang tepat bahkan lebih dari itu.

Jawaban pertanyaan b (uji Pihak kanan)
1)      Hipotesis (Ha dan Ho) dalam uraian kalimat
Ha : Kualitas mengajar dosen statistika paling rendah 70% dari rata-rata nilai ideal
Ho : kualitas mengajar dosen statistika paling tinggi atau sama dengan 70% dari rata-rata nilai ideal.
2)      Hipotesis (Ha dan Ho) model statistik
Ha : o  42%
Ho : o  42%
3)      Menghitung standar deviasi (s) = 3,14 dan rata-rata (x)=58,443:
4)      Menghitung t hitung = 41
5)      Menentukan taraf signifikan  = 0,05 dan nilai t tabel =1,671.
6)      Menentukan kriteria pengujian:
Kriteria pengujian pihak kanan:
Jika + t tabel  ≥ t hitung maka Ho diterima dan Ha ditolak
7)      Menbandingkan antara t hitung dengan t tabel
Ternyata : +1,671  41, maka Ho diterima dan Ha ditolak
Wilayah penolakan Ho

Wilayah penerimaan Ho
 



= 0,05
                                +1,671       41
                   Uji pihak kanan
8)      Kesimpulan
Ha: Kualitas mengajar dosen statistika paling rendah 70% dari rata-rata nilai ideal diterima, sedangkan Ho: kulitas mengajar dosen statistika paleng tinggi atau sama dengan 70 % dari rata-rata nilai ideal ditolak.
Jadi, Kepala Bidang Pengajaran di perguruan tinggi TIANSHI yang menyatakan kualitas mengajar dosen statistika paling rendah 70% dari tara-rata ideal itu benar bahkan lebih dari 70 % yang selama ini ia duga. Dengan demikian kualitas mengajar dosen statistika memang lebih hebat atau lebih berkualitas dari dugaan dia.

Jawaban pertanyaan c (Uji Dua Pihak)
1)      Hipotesis (Ha dan Ho) dalam uraian kalimat
Ha : Kualitas mengajar dosen statistika tidak sama dengan 70% dari rata-rata nilai ideal
Ho : kualitas mengajar dosen statistika sama dengan 70% dari rata-rata nilai ideal.
2)      Hipotesis (Ha dan Ho) model statistik
Ha : o ≠ 42%
Ho : o = 42%

3)     
Menghitung standar deviasi (s) = 3,14 dan rata-rata (x)=58,443:
4)      Menghitung t hitung = 41
5)      Menentukan taraf signifikan  = 0,05 dan nilai t tabel =2,000
6)      Menentukan kriteria pengujian:
Kriteria pengujian dua pihak:
Jika - t tabel  ≤ t hitung ≤ + t tabel  maka Ho diterima dan Ha ditolak
7)      Menbandingkan antara t hitung dengan t tabel
     Ternyata : -2,000  41> +2,000, maka Ho ditolak dan Ha diterima

Wilayah penolakan Ho

Wilayah penerimaan Ho

Wilayah penolakan Ho
 




= 0,05
= 0,05
             -2                    2       41
                   Uji dua pihak
8)      Kesimpulan
Ha: Kualitas mengajar dosen statistika tidak sama 70% dari rata-rata nilai ideal diterima, sedangkan Ho: kulitas mengajar dosen statistika sama dengan 70 % dari rata-rata nilai ideal ditolak.
Jadi, Kepala Bidang Pengajaran di perguruan tinggi TIANSHI yang menyatakan kualitas mengajar dosen statistika tidak sama 70% dari tara-rata ideal itu benar bahkan lebih dari itu. Dengan demikian kualitas mengajar dosen statistika memang lebih lebih berkualitas dari dugaan semula.

KESIMPULAN DAN SARAN
1.      KESIMPULAN
·         Hipotesis merupakan pernyataan sementara yang masih lemah kebenarannya, maka perlu diuji kebenarannya. Kemudian para ahli menafsirkan arti hipotesis adalah sebagai dugaan terhadap hubungan antar variabel atau lebih. Jadi, Hipotesis bertitik tolak pada eksistensi hubungan antar variabel dimana terdapat dugaan atau kesimpulan sementara yang perlu dibuktikan kebenarannya.
·         Hipotesis statistik adalah pernyataan statistik tentang populasi yang diteliti. Jika menguji hipotesis penelitian dengan perhitungan statistik, maka rumusan hipotesis tersebut perlu diubah ke dalam rumusan hipotesis statistik.
·         Uji-t (t-test) merupakan statistik uji yang sering kali ditemui dalam masalah-masalah praktis statistika. Uji-t digunakan untuk  menguji apakah rata-rata suatu sampel sama dengan suatu harga tertentu atau apakah rata-rata dua sampel sama/berbeda secara signifikan. Statistik uji ini digunakan dalam pengujian hipotesis. Uji-t dapat dibagi menjadi 2, yaitu uji-t yang digunakan untuk pengujian hipotesis 1-sampel dan uji-t yang digunakan untuk pengujian hipotesis 2-sampel.
·         Uji – t satu sampel ini tergolong hipotesis deskriptif, yaitu untuk menguji apakah satu sampel sama/berbeda dengan  rata-rata populasinya

2.      SARAN
Dalam merumuskan hipotesis tentunya kita perlu menetapkan rumusan masalah dengan tepat sehingga kita mampu membuktikannya dengan fakta dan data yang tepat pula.




DAFTAR PUSTAKA

http://lirikansibuta.blogspot.com/2010/04/pengertian-hipotesis.html (diunduh 5/03/2012)
http://mujahidinimeis.wordpress.com/2011/01/18/merumuskan-hipotesis-merumuskan-tujuan-dan-kegunaan-penelitian/ (diunduh 5/03/2012)
Popham, W. James & Sirotnik, Kenneth A. (1973). Educational Statistics. New York: University of California, Los Angeles
Riduwan. (2006). Dasar-dasar Statistika. Bandung: Penerbit Alfabeta
Riduwan. (2009). Pengantar Statistika Sosial. Bandung: Penerbit Alfabeta
Sugiyono. (2006). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Penerbit Alfabeta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar