Minggu, 03 Juni 2012

REFLEKSI BUKU DAN ARTIKEL JURNAL



REFLEKSI BUKU
MODEL’S OF TEACHING
(MODEL – MODEL PEMBELAJARAN)

1.    BIBLIOGRAFI BUKU
·   PENULIS
Bruce Joyce, Marsha Weil, Dan Emily Calhoun
·   JUDUL BUKU
Model’s of teaching (Model – Model Pembelajaran)

2.      BUKU MODEL’S OF TEACHING
Sebuah buku yang di buat menghubungkan para calon guru dan para guru yang telah berpengalaman dengan berbagai cara pengajaran yang telah dikembangkan secara sempurna. Buku ini juga dimaksudkan untuk menghubungkan mereka dengan model model pengajaran yang tidak hanya masuk akal, tetapi juga model pengajaran yang menganjurkam mereka melakukan penelitian pada setiap aktifitas pengajaran.
3.      BUKU MODEL’S OF TEACHING
Bertemakan tentang hasil penelitian para pengajar pengajar di Amerika serikat tentang berbagai cara mengajar dan bermacam – macam  model pembelajaran yang bertujuan mempermudah proses belajar mengajar di kelas. Selain dikhususkan untuk pengajar pemula, hasil penelitian ini juga sebagai khasanah tambahan ilmu untuk seluruh pendidik di seluruh dunia.



4.      STRUKTUR BUKU
·           Pendahuluan, buku ini adalah cetakan ke 8 di tahun 2009. Ditulis dari sudut pandang seorang guru, buku teks ini akan menunjukkan secara spesifik dan realistis bagaimana dari hasil penelitian yang sangat bermanfaat untuk dunia pendidikan. Penemuan penemuan model – model pembelajaran media ke dalam sajian mereka, untuk menggunakan mereka sebagai perangkat mengajar dan memandu siswa siswa menggunakan mereka sebagai perangkat pemelajaran.
·           Buku ini terdiri dari 22 bab materi. Yang terbagi bagi menjadi 6 sub sub pokok bahasan yang di jabarkan secara details sesuai kebutuhan pendidik maupun siswa. Pada inti pokok dalam buku ini adalah bahwa sebagai seorang guru dan pendidik kita diharuskan juga menjadi peneliti dalam bidang pendidikan. Hal ini sangat penting mengingat tuntutan zaman dan kemajuan teknologi saat ini menuntut banyak perkembangan dalam hal belajar terutama dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan hasil hasil penelitian yang dihasilkan maka akan memperkaya cara – cara mengajar uang lebih berkualitas dan tentunya akan menghasilkan siswa yang mumpuni juga.
Adapun bagian bagian BAB dari buku ini yaitu:
ü  BAB 1 MENGAWALI PENELITIAN, Menciptakan Komunitas Para Pembelajar
ü  BAB 2 DARI MANA DATANGNYA MODEL – MODEL PEMBELAJARAN, Berbagai Cara dalam Merekonstruksi Pengetahuan
ü  BAB 3 KAJIAN TENTANG LAMBATNYA PERTUMBUHAN PENDIDIKAN BERBASIS ILMU PENGETAHUAN, Panduan Dasar Melalui Pengajaran Retorik
ü  BAB 4 TIGA SISI PENGAJARAN, Gaya, Model, dan Keragaman
ü  BAB 5 BELAJAR BERFIKIR SECARA INDUKTIF, Membentuk Konsep Dengan Mengumpulkan dan Mengolah
ü  BAB 6 PENCAPAIAN KONSEP – KONSEP, Mempertajam Keterampilan – Keterampilan Berfikir Dasar
ü  BAB 7 MODEL INDUKTIF KATA BERGAMBAR, Mengembangkan Kemampuan baca Tulis Lintas Kurikulum
ü  BAB 8 PENELITIAN ILMIAH DAN LATIHAN PENELITIAN, Seni Membuat Kesimpulan
ü  BAB 9 VISUAL, PENGHAFALAN (MEMORIZATION), Meluruskan Kata
ü  BAB 10 SINEKTIK, Seni – seni Meningkatkan Pemikiran Kreatif
ü  BAB 11 VIDEO, BELAJAR DARI PRESENTASI, Advance organiser
ü  BAB 12 MITRA – MITRA DALAM PEMBELAJARAN, Dari Berpasangan Menuju Investigasi Kelompok
ü  BAB 13 KAJIAN TENTANG NILAI – NILAI, Read Playing dan Pendidikan Kebijakan Publik
ü  BAB 14 PENGAJARAN TIDAK TERARAH, Pembelajar sebagai Pusat
ü  BAB 15 MENGEMBANGKAN KONSEP DIRI YANG POSITIF, Kepribadian anak laki – laki dan perempuan, remaja dan dewasa
ü  BAB 16 BELAJAR CARA BELAJAR DARI PEMBELAJARAN MENGUASAI
ü  BAB 17 INSTRUKSI LANGSUNG
ü  BELAJAR DARI SIMULASI, Latihan dan Melatih Diri Sendiri
ü  BAB 18 PERBEDAAN – PERBEDAAN INDIVIDU, KERAGAMAN DAN KURIKULUM
ü  BAB 19 GAYA – GAYA PEMBELAJARAN DAN MODEL – MODEL PENGAJARAN, Membuat Ketidaknyamanan Menjadi Produktif
ü  BAB 20 KESETARAAN, Gender, Etnis, dan latar belakang Sosial Ekonomi
ü  BAB 21 MEMBUAT KURIKULUM, Suasana – Suasana Pembelajaran
ü  BAB 22 SEDIKIT HAL MENGENAI MASA DEPAN PENDIDIKAN, Pendidikan Jarak Jauh dan Menjemput Siswa – Siswa yang Tertinggal
Buku ini dilengkapi dengan Gambar – gambar ilustrasi setiap babnya, baik ilustrasi gambar kartun ataupun mid mapping setiap penelitian yang dilakukan dengan model – model pembelajaran yang akan di pakai di dalam sebuah kelas. Selain itu ada juga skenario pembelajaran yang memudahkan para pengajar lebih mudah memahami model pembelajaran yang akan diajarkan di dalam kelas.
5.      KONSEP BUKU
·      Konsep buku ini adalah buku teks yang menyajikan secara sistematis dan bergambar materi materi yang di sampaikan, bisa dikatakan buku ini adalah buku yang berkualitas, sebab semua model pembelajaran yang dicantumkan dalam bab babnya adalah 90% adalah hasil penelitian para pengajar di Amerika Serikat yang bias dikatakan valid dan berkualitas ajar.
·   Bagian penting dari buku ini adalah memberikan pemahaman, pengertian yang mendalam terhadap pengajar pemula yang masih sangat berpotensi dalam melakukan penelitian – penelitian pendidikan guna menambah khasanah model dan cara mengajar yang lebih berkualitas ajar.
·  Tujuan lain dari penyusunan buku ini  adalah memberikan pengetahuan kepada para pendidik dan peserta didik untuk lebih memahami dan mengenal berbagai macam model pembelajaran yang dapat dipakai dalam KBM juga berbagai cara penelitian pendidikan yang dapat menghasilkan model – model pembelajaran yang baru dan mumpuni.
6.      KESESUAIAN ISI BUKU DAN PERKEMBANGAN  PENDIDIKAN SAAT INI
©      Isi materi dari buku ini sudah sangat baik, karena saat ini khususnya di Indonesia para pengajar pemula ataupun senior masih sangat sangat kurang dalam melakukan penelitian pendidikan, jadi dengan adanya buku ini kita sebagai pengajar akan termotivasi tinggi.
©       Dilihat dari kesesuaian dengan keadaan pendidikan di Indonesia saat ini, saya menyimpulkan bahwa buku ini belum dapat sepenuhnya di aplikasikan, karena banyaknya kendala teknis di lapangan seperti : kurangnya dukungan pemerintah, terbatasnya dana dalam kegiatan pendidikan, rendahnya kesejahteraan guru, keadaan geografis Indonesia yang belum terjangkau teknologi dan faktor internal dalam diri pengajar sendiri yang masih belum total dalam pengabdian.

7.      KESIMPULAN
©   Buku Model’s Of Teaching ini adalah sebuah buku yang diterbitkan sebagai hasil dari penelitian para pengajar di di texas Amerika Serikat.  Penelitian yang mereka lakukan adalah penelituan tindakan kelas yang menghasilkan model – model pelajaran yang terbaru dan efektif dalam mengatasi berbagai macam kendala yang dihadapi para siswa saat ini di kelas khususnya di AS.
©   Dalam buku ini penulis melibatkan pembaca dalam melakukan deskripsi dan penelitian, memfokuskan pada benturan beberapa model dan para penemunya. Menguraikan pengaruh gaya – gaya pembelajaran dari pengajaran terhadap pilihan model – model instruksional, dan bahkan menguji peran model –model pengajaran pada saat dimana pendidikan jarak jauh merupakan bagian penting dalam kehidupan guru. Buku ini mengajarkan kepada pengajar secara profesional bagaimana pemahaman konseptual, berfikir kreatif, dan pemecahan masalah serta kemudian membuat guru sadar akan pentingnya mereka dalam kehidupan bermasyarakat.

8.      REFLEKSI PEMBACA
©      Kebaikan Buku Model’s Of Teaching
      Kebaikan buku ini menurut saya adalah memberikan motivasi kepada para pengajar untuk melakukan penelitian pendidikan. Karena dengan melakukan penelitian pendidikan ini akan dapat menambah wawasan, dan sumbangsih yang bermanfaat dalam pendidikan khususnya dalam kegiatan belajar dan pembelajaran. Semakin sering melakukan penelitian dalam pendidikan maka akan semakin banyak menghasilkan model – model pembelajaran yang berkualitas yang saat ini sangat dibutuhkan dalam pendidikan indonesia saat ini.

©  Kekurangan Buku Model’s Of Teaching
Penelitian – penelitian Pendidikan dalam yang dilakukan yang dicantumkan dalam buku ini menurut saya sangat sulit untuk dilakuakn oleh para pengajar di indonesia. Karena di indonesia banyaknya kendala teknis di lapangan seperti : kurangnya dukungan pemerintah, terbatasnya dana dalam kegiatan pendidikan, rendahnya kesejahteraan guru, keadaan geografis Indonesia yang belum terjangkau teknologi dan faktor internal dalam diri pengajar sendiri yang masih belum total dalam pengabdian. Sedangkan di Amerika Serikat dedikasi pengajar dan dukungan pemerintah dalam bidang pendidikan sangat “Match”. Jadi apapun yang dilakukan oleh para pengajar di sana bisa dipastikan akan sukses tanpa terhalang kendala – kendala seperti yang dialami para pengajar indonesia.

9.      APLIKASI
Ada 1 bab yang meurut saya bisa saya aplikasikan dalam pembelajaran yaitu pada BAB 11 tentang BELAJAR DARI PRESENTASI, dimana dalam bab ini dibahas bagaimana mengajar dengan presentasi guru dan siswa dalam pembelajaran materi ekonomi di kelas, dengan menggunakan presentasi mid mapping. Ada 3 tahap presentasi yang ditugaskan ke siswa yaitu :
©   Tahap presentasi advance organizer, mengklarifikasikan materi, mengajukan materi, dan mengidentifikasi materi
©   Tahap presentasi tugas atau materi pembelajaran, menyajikan dan mempertahankan, memperjelas, materi
©   Tahap Memperkuat Pengolahan Kognitif.

REFLEKSI BUKU
PERPUSTAKAAN, KEPUSTAKAAN DAN KEAKSARAAN
(MODEL PEMBELAJARAN EYL)

1.      BIBLIOGRAFI BUKU
·   PENULIS
Chuzaimah Dahlan Diem
·   JUDUL BUKU
Perpustakaan, Kepustakaan dan Keaksaraan ( Model Pembelajaran EYL)

2.      BUKU PERPUSTAKAAN, KEPUSTAKAAN, DAN KEAKSARAAN
©    Adalah sebuah buku yang dibuat untuk mempersiapkan bekal untuk para pengajar dalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran yang berbasis penelitian empiris. Buku ini di khususkan untuk para pengajar bahasa terutama guru bahasa inggris. Dengan adanya buku ini diharapkan dapat membuat perbedaan dalam menumbuhkembangka minat atau kegemaran membaca dan meningkatkan pencapaian keaksaraan dalam bahasa inggris sebagai bahasa asing. Bertemakan tentang hasil penelitian tentang perpustakaan, kepustakaan dan keaksaraan uang dilakukan oleh penulis selama 10 tahun guna menumbuhkan kesadaran para pendidik akan pentingnya peran perpustakkan, pengolahan perpustakaan dan keaksaraan di dalam sekolah indonesia ini saat ini.

3.      STRUKTUR BUKU
©    Pendahuluan, buku ini adalah cetakan ke pertama di tahun 2011 Ditulis dari sudut pandang seorang guru, buku teks ini akan menunjukkan secara spesifik dan realistis bagaimana dari hasil penelitian yang sangat bermanfaat untuk dunia pendidikan. Penemuan penemuan model – model pembelajaran media ke dalam sajian mereka, untuk menggunakan mereka sebagai perangkat mengajar dan memandu siswa dan guru dalam menggunakan perpustakaaan sebagai perangkat pembelajaran juga fasilitas utama dalam belajar. Buku ini terdiri dari 10  bab materi. Yang terbagi bagi menjadi  4 sub sub pokok bahasan yang di jabarkan secara details sesuai kebutuhan pendidik maupun siswa.
·           Pada inti pokok dalam buku ini adalah bahwa sebagai seorang guru dan pendidik kita diharuskan juga menjadi peneliti dalam bidang pendidikan. Juga sangat mengutamakan penggunaan perpustakaan, kepustakaan dan keaksaraan di tiap organisasi sekolah. Perpustakaan disisni tidak hanya yang bermodal besar dan memiliki bangunan mewah saja, tapi bagaimana peran guru dalam menciptaka perpustakaan sendiri di kelas mereka guna membantu anak didik dalam kegiatan membaca dan memelekkan aksara mereka. 
·           Hal ini sangat penting mengingat tuntutan zaman dan kemajuan teknologi saat ini menuntut banyak perkembangan dalam hal belajar terutama dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan hasil hasil penelitian yang dihasilkan maka akan memperkaya cara – cara mengajar yang lebih berkualitas dan tentunya akan menghasilkan siswa yang mumpuni juga yang salah satunya dapat diwujudkan dengan model pembelajara 3Ls ini.  
·           Adapun bagian bagian BAB dari buku ini yaitu:
ü  BAB 1 FONDASI DASAR PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN KEAKSARAAN
ü  BAB 2 BERBAGAI TEORI DALAM PEMBVELAJARAN KEAKSARAAN DAN KONDISI KEAKSARAAN DI I NDONESIA
ü  BAB 3 PEDAGOGI UMUM
ü  BAB 4 PENDEKATAN PERPUSTAKAAAN KEPUSTAKAAN DAN KEAKSARAAN (PKK) APA DAN MENGAPA
ü  BAB 5 MENJELAJAH SUMBER – SUMBER ONLINE BERSAMA SISWA UNTUK MENGEMBANGKAN KEAKSARAAN DALAM LINGKUNGAN PEMBELAJARAN ONLINE
ü  BAB 6 MELAKUKAN PENELITIAN DAN MEMBANGUN KEAKSARAAN INFORMASI
ü  BAB 7 MEMPROMOSIKAN KEBIASAAN MEMBACA BERSAMA PUSTAKAWAN
ü  BAB 8 MEMPERKENALKAN ANAK KEPADA STRUKTUR TEKS DAN INFORMASI SAAT MEMBACA NYARING
ü  BAB 9 LINGKARAN PUSTAKA DAN KELAS MULTIBUDAYA
ü  BAB10 PENILAIAN DAN LAPORAN KEMAJUAN PENUMBUH KEMBANGKAN PROFESI GURU, DAN SIMPULAN.
©   Buku ini dilengkapi dengan berbagai macam cara mengajar dengan model – model pembelajaran yang mengacu ke penggunaan perpustakaan yang harus dimaksimalkan. Juga bagaimana cara mengelola sebuah perpustakaan agar memiliki koleksi lengkap yang bisa mendukung pembelajaran yang berbasi perpustakaan. Buku ini juga mengarahkan Mind-set guru tentang bagaimana pentingnya peran perpustakaan dak kepustakaan dalam suatu lingkungan sekolah, dimana siswa dapat berfikir induktif dan mengembangkan kemampuan mereka dengan adanya sumbe – sumber baca yang lengkap. Denganj adanya sumber baca yang memadai dan terorganisir dengan baik maka  keaksaraan tiap siswa akan meningkat menuju ke tahap yang lebih baik.

4.      KONSEP BUKU
·  Konsep buku ini adalah buku teks yang menyajikan secara sistematis bagaimana memaksimalkan pemanfaatan perpustakaan, kepustakaan dan keaksaraan dalam prosen kegiatan belajar dan pembelajaran di sekolah – sekolah.
·  Bagian penting dari buku ini adalah memberikan pemahaman, pengertian yang mendalam terhadap pengajar dan juga siswa dalam memanfaatkan literasi sumber belajar yaitu buku dan perpustakaan guna menambah wawasan dan mengembangkan daya berfikir anak didik dengan konsep membaca, membaca dan membaca. Metode yang di jagokan dalam buku ini adalah metode 3Ls, Literacy ,literature and Libraries.
·      Tujuan lain dari penyusunan buku ini  adalah memberikan pengetahuan kepada para pendidik dan peserta didik untuk lebih memahami dan mengenal berbagai macam model pembelajaran 3Ls yang dapat dipakai dalam KBM juga berbagai cara penelitian pendidikan yang dapat menghasilkan model – model pembelajaran yang baru dan mumpuni. Terutama dalam bidang bahasa inggris.
5.      KESESUAIAN ISI BUKU DAN PERKEMBANGAN  PENDIDIKAN SAAT INI
·   Isi materi dari buku ini sudah sangat baik, karena saat ini khususnya di Indonesia para pengajar masih banyak sekali yang belum memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang ada. Kurangnya fasilitas perpustakaan, tenaga pustakawan dan minat baca yang rendah adalah hal yang menjadi problema saat ini dalam pendidikan.
·   Diharapkan dengan adanya buku ini bisa menggugah hati dan fikiran para pengajar dan pemerintah untuk lebih berperan dalam peningkatan kualitas belajar dengan media perpustakaan.
6.      KESIMPULAN
·   Buku ini adalah sebuah buku yang disusun untuk menerapkan suatu model pembelajaran yaitu model pembelajaran PKK atau 3Ls, Sebuah pendekatan pengajaran dan pembelajaran keaksaraan bahasa inggris sebagai bahasa asing yang ditujukan bagi pembelajar muda. Model pendekatan ini melibatkan 3 strategi utama yaitu:
©      Strategi menggunakan sumber sumber online
©      Strategi meneliti dan membaca
©      Strategi kepuasan anak
·   Dalam buku ini penulis memuat berbagai upaya dan usaha yang dapat digunakan guru dalam rangka membantu mereka mengajarkan bahasa inggris sesuai dengan kebutuhan anak didik yang hidup di era globalisasi yang menuntut untuk dapat berbahasa asing dan menguasai teknologi informasi komunikasi juga akan lebih mendukung.
7.      REFLEKSI
©   Kelebihan Buku Perpustakaan, Kepustakaan Dan Keaksaraan
     (Model Pembelajaran Eyl)
©   Kebaikan buku ini menurut saya adalah memberikan motivasi kepada para pengajar untuk memaksimalkan penggunaan perpustakaan dalam kegiatan belajar dan pembelajaran. Karena dengan memaksimalkan pemakaian perpustakaan akan lebih memudahkan pengajaran bahasa dan keaksaraan yang sumber – sumber belajar utamanya adalah literatur atau buku – buku bacaan. Dengan membaca anak jauh lebih akan mudah memahami apa yang akan mereka pelajari.
©   Pengelolaan perpustakaan juga tidak kalah penting dalam sajian materi buku ini, karena kepustakaan yang baik jauh akan lebih mempermudah proses anak dalam mencari literatur untuk belajar. Kelengkapan koleksi perpustakaan, penyusunan, pengelolaan, dan pelayanan perpustakaan adalah hal yang ingin ditonjolkan perannya dalam buku ini.
©   Kekurangan Buku Perpustakaan, Kepustakaan Dan Keaksaraan
(Model Pembelajaran Eyl)
Menurut saya kekurangan yang ada dalam buku ini adalah sebagian besar materi yang disajikan dalam buku ini adalah untuk pembelajaran bahasa inggris. Mulai dari strategi, metode, materi, tips dan trik secara keseluruhan adalah poin – poin pendukung pembelajaran bahasa. Hanya beberapa bab saja yang mungkin bisa diaplikasikan dalam semua bidang ilmu pengetahuan, terutama untuk bidang ilmu saya pendidikan ekonomi/akuntansi.
8.      APLIKASI
©   Ada 1 bab yang meurut saya bisa saya aplikasikan dalam pembelajaran yaitu pada BAB 6 MELAKUKAN PENELITIAN DAN MEMBANGUN KEAKSARAAN INFORMAS, dimana dalam bab ini memcantumkan satu model stategi pemecahan masalah dalam pembelajaran yaitu model pembelajaran THE BIG – 6. Model ini adalah suatu strategi yang tujuan utamanya untuk mengajarkan kepada anak bagaimana memecahkan masalah, mengatasi masalah dengan enam langkah/tahap yang merupakan kategori utama
©   MODEL STRATEGI PEMECAHAN MASALAH ( BIG SIX)
1.    PENDEFINISIAN TUGAS
1.1.  Mendefinisikan permasalahan informasi
1.2.  Mengidentifikasi informasi yang diperlukan
(Untuk memecahkan permasalahan informasi)
2.    PENCARIAN INFORMASI
2.1.  Menentukan seluruh sumber  yang mungkin di dapat
2.2.  Memilih sumber-sumber yang terbaik
3.    PENEMUAN LOKASI DAN PENGAKSESAN SUMBER
3.1.  Menemukan sumber-sumber (baik secara intelektual maupun secara fisik)
3.2.  Menemukan informasi dalam sumber-sumber yang ada
4.    PENGGUNAAN INFORMASI
4.1.  Libatkan diri (misalnya dengan membaca, menyimak, meninjau dan menyentuh secara langsung )
4.2.  Sarikan informasi yang relevan 
5.    SINTESIS
5.1.  Susun informasi yang di dapat dari berbagai sumber
5.2.  Presentasikan informasi tersebut
6.    EVALUASI
6.1.  Nilailah hasil yang di peroleh ( lihat efektivitasnya )
6.2.  Nilailah juga prosesnya ( lihat efisiensinya)
Berikut tabel penjelasan tetang 6 tahapan “ BIG 6”
TABEL 1 MODEL STRATEGI PEMECAHAN MASALAH
NO
TAHAPAN
LANGKAH – LANGKAH
1.
Pendefinisian tugas
1.1  Mendefinisikan permasalahan informasi
©    Mendefinisikan permasalahan
©    Memformulasikan berbagai pertanyaan yang mereka butuhkan untuk mendapatkan solusi
©    Mengetahui informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas
©    Memilih, mempersempit, atau memperluas topik dari suatu tugas
1.2  Mengidentifikasi informasi yang diperlukan
©    Menetapkan informasi yang dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan untuk membuat keputusan
©    Memilih jenis dan jumlah informasi untuk memecahkan permaslahan
©    Memilih kata – kata dalam permasalahan untuk digunakan dalam mencari informasi
©    Menetapkan secara jelas pertanyaan  pertanyaan  pendukung

2.
Mencari Informasi
©    Menghasilkan daftar sumber yang mungkin didapat (baik dalam bentuk tekstual, visual, maupun orang) untuk memecahkan masalah
©    Mengidentifikasi berbagai alasan menggunakan jenis sumber tertentu

2.1 Menetapkan Seluruh Sumber yang Diperlukan
2.2 Memilih Sumber Terbaik
©    Memilih sumber  yang tepat menurut kriteria yang telah dikenal
©    Menggunakan berbagai jenis sumber yang tepat
©    Memberikan alasan mengapa menggunakan sarana atau strategi tertentu untuk memecahkan suatu permasalahan
3.
Menemukan Lokasi dan Mengakses sumber
©    Menggunakan Web, internet dan perpustakaan
©    Siswa mengetahui strategi penelusuran data
©    Menemukan sumber komunitas lokal
dll
3.1 Menemukan Lokasi Sumber (Fisik atau Intelektual)
3.2 Menemukan Informasi dalam berbagai Sumber
©    Menggunakan teknik Skimming (Membaca Cepat)
©    Menggunakan alat – alat penelusur situs web
4.
Menggunakan Informasi
©    Membaca, mendengar, memandang, menyimak, ataupun menyerap informasi dan memahaminya
©    Menetapkan informasi apa yang akan membantu menjawab berbagai pertanyaan dengan melakukan wawancara yang efektif
©    Menonton tayangan televisi dan mengenal informasi yang relevan dengan membaca dan memahami tulisan atau tayangan informasi visual

4.1 Melibatkan diri  (Membaca, mendengar, memandang, dan meraba
4.2 Merangkum Informasi yang Relevan
©    Membuat daftar poin – poin penting dari suatu artikel, bab, atau situs web yang terkait dengan pertanyaan atau topik yang ditugaskan
©    Menggarisbawahi atau menandai informasi yang relevan
©    Merangkum suatu ide dengan menggunakan kata – kata sendiri kedalam kartu catatan
©    Menetapkan kapan harus menggunakan kutipan
5.
Membuat Sintesis
©    Menetapkan bagaimana agar seluruh informasi yang didapat menjadi saling terkait dan terpadu satu sama lain
©    Memperlihatkan  kehliannya menarik kesimpulan
©    Menambahkan pemikiran dan pendapatnya sendiri kedalam tugasnya
©    Menciptakan rentang waktu dengan carta kronologis
©    Menggunakan MS Power Point dalam menyusun informasi.





5.1  Menyusun Informasi dari berbagai sumber
5.2
©    Menyajikan karyanya dengan menggunakan Power point, video, atau sumber – sumber yang lain
©    Menggunakan media tradisional atau digital
6.
Melakukan Evaluasi
©    Mendemonstrasikan kemampuannya untuk mengevaluasi Powerpoint berdasarkan isi dan format
©    Menggunakan keterampilan mengevaluasi diri
©    Menggunakan keterampilan mengevaluasi diri bersama teman sejawat
6.1 Menilai Hasil efektivitas
6.2 Menilai Proses
©    Merefleksikan sendiri upaya siswa selama proyek berlangsung
©    Mengidentifikasikan kekuatan dan kelemahan dalam proses penulisan proyek

             Demikianlah  langkah – langkah dari strategi belajar Big Six yang akan saya diterapkan dalam RPP pembelajaran ekonomi.

                                                 MATA PELAJARAN EKONOMI
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah                       : SMA N …….
Mata Pelajaran          : Ekonomi
Kelas / Semester         : X (sepuluh) / 1

Standar Kompetensi : 1. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya   dengan kebutuhan manusia, kelangkaan dan sistem ekonomi.
Kompetensi Dasar  : 1.1 Mengidentifikasi kebutuhan manusia.
Indikator  :   1. Menyebutkan pengertian kebutuhan.
                      2. Mendeskripsikan jenis-jenis kebutuhan.
                      3. Mengidentifikasi pengertian benda pemuas kebutuhan.
                         4. Menyebutkan Mendeskripsikan macam-macam benda pemuas kebutuhan.         
A. Tujuan Pembelajaran
a)      Siswa dapat menyebutkan pengertian kebutuhan.
b)      Siswa dapat mendeskripsikan jenis-jenis kebutuhan
c)      Siswa dapat mengidentifikasi pengertian benda pemuas kebutuhan.
d)     Siswa dapat menyebutkan dan mendeskripsikan macam-macam benda pemuas kebutuhan.

B. Alokasi Waktu : 3 x 45 menit
C. Tema  : Kemasyarakatan

D. Materi Pokok : Kebutuhan manusia

E. Uraian Materi
a)      Pengertian kebutuhan
b)      Macam-macam kebutuhan
c)      Pengertian benda pemuas kebutuhan
d)     Macam-macam benda pemuas kebutuhan


F. Model Pembelajaran
Penerapan Strategi Pembelajaran BIG “6”
G. Pendekatan : Student learning Center
H. Metode Pembelajaran
  • Informasi
  • Kerja mandiri
  • Eksplorasi
  • Diskusi
I. Skenario Pembelajaran
1. Kegiatan Awal
a.        Apersepsi
Guru mengingatkan dan mengembangkan pengetahuan siswa tentang kebutuhan siswa sendiri dan pengertian kebutuhan pada umumnya. Kemudian guru mempersilakan siswa memasuki ruang audio visual untuk melihat tayangan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan atau melakukan kunjungan ke pasar di daerah sekitar. Selama kegiatan tersebut, guru menghimbau siswa untuk mencatat hal-hal yang penting.
b.        Motivasi
Pemenuhan kebutuhan adalah salah satu kegiatan ekonomi yang sangat mendasar. Pada pemenuhan kebutuhan, terlihat sikap seseorang dalam perencanaan perjalanan hidupnya. 


2. Langkah – Langkah Pembelajaran (Kegiatan Inti)
Skenario Tahap-Tahap Operant Conditioning dan Big 6 dalam RPP ini  seperti dijelaskan tabel berikut ini:
NO
KEGIATAN
ALOKASI WAKTU
MATERI
TAHAP BIG 6
YANG DITERAPKAN
1.
Pendahuluan
a.      Apersepsi : Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran. 
     b.  Memotivasi : Guru menjelaskan  bahwa manusia sebagai mahkluk sosial banyak sekali kebutuhan yang harus mereka penuhi dalam hidupnya.
15 menit

TAHAP 1
·    Pendefinisian masalah yang ada dalam materi kebutuhan manusia
·    Siswa mulai mencari informasi tentang topik kebutuhan baik dari pengalaman maupun sumber belajar
2.
Kegiatan Inti pembelajaran
a.            Eksplorasi :
·           Siswa mendengarkan penjelasan singkat dari guru  tentang materi kebutuhan manusia macam macam kebutuhan manusia alat pemuas kebutuhan manusia

·           Siswa membaca sendiri materi yang  sudah dijelaskan oleh guru. Hal yang akan di tanamkan adalah mengapa timbulnya kebutuhan, apa saja kebutuhan yang ada dalam kehidupan manusia

·           bagaimana cara memenuhinya, dan alat pemuas  apa saja yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut

b.   Elaborasi
·       Dalam kegiatan elaborasi Siswa mendiskusikan pengertian kebutuhan, macam macam kebutuhan, pengertian alat pemuas kebutuhan, dan macam macam alat pemuas kebutuhan
·       Siswa Dibagi dalam kelompok kelompok diskusi 4-5 orang untuk membahas materi kebutuhan manusia.
·       Siswa membacakan hasil diskusi di depan kelas. Guru menjadi pemandu diskusi secara klasikal
·       Siswa mengerjakan tugas secara mandiri tentang uji penguasaan materi  kebutuhan manusia pada soal latihan oleh guru
70 menit
·      Definisi kebutuhan
·      Macam Macam kebutuhan
·      Definisi alat pemuas kebutuhan
·      Alat Pemuas kebutuhan
TAHAP 2
·      Mencari Informasi tentang materi kebutuhan
·      Mengidentifikasi berbagai macam alasan untuk berbagai alat pemuas kebutuhan kebutuhan
©    Memilih sumber belajar yang tepat menurut kriteria materi kebutuhan
TAHAP 3
©    Siswa mencari informasi melalui media Internet, buku pelajaran yang mendukung, atau bisa video pembelajaran dari guru




©    Menemukan Sumber informasi yang lain
©    Menggunakan alat-  alat penelusur situs web
©    Mengerjakan latihan dengan topik yang telah didiskusikan

c. Konfirmasi : Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
·      Menyimpulkan tentang hal-hal  yang berhubungan dengan kebutuhan manusia, macam macam kebutuhan
·      Pengertian alat pemuas kebutuhan, dan macam macam alat pemuas kebutuhan manusia
·      Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui oleh siswa  setelah diskusi kelas berakhir.
·      Siswa memberikan respon atas penjelasan singkat tersebut


TAHAP 4
·       Merangkum Informasi yang Relevan setelah proses diskusi
©    Membuat daftar poin – poin penting dari materi yang terkait

©    dengan pertanyaan atau topik yang ditugaskan
©    Menggarisbawahi atau menandai informasi yang relevan
·       Merangkum suatu ide dengan menggunakan kata – kata sendiri
3.
Kegiatan Akhir
1.      Refleksi
Siswa dan guru membuat rangkuman tentang materi kebutuhan manusia yang telah dibahas dan didiskusikan

2.      Penilaian
Guru memberi penilaian hasil diskusi kelompok dan latihan yang telah dikerjakan siswa secara berkelompok dengan penilaian per kelompok

3.      Penugasan
Guru memberi tugas untuk membuat kliping berbagai tugas mandiri siswa
Kliping tentang macam macam kebutuhan manusia dan cara cara pemenuhannya dengan alat pemuas kebutuhan yang ada
40 Menit
Latihan Tentang :
·      Definisi kebutuhan
·      Macam Macam kebutuhan
·      Definisi alat pemuas kebutuhan
·      Alat Pemuas kebutuhan
TAHAP 5
©    Menetapkan bagaimana agar seluruh informasi yang didapat menjadi saling terkait dan terpadu satu sama lain melalui tes soal essay
©    Memperlihatkan  kehliannya menarik kesimpulan melalui tes soal essay
©    Menambahkan pemikiran dan pendapatnya sendiri kedalam tugasnya

TAHAP 6
·      Mendemonstrasikan Hasil Kliping mereka kedepan kelas dengan Power point atau Carta pada minggu berikutnya
·      mengevaluasi diri bersama teman sejawat.


J. Sumber pembelajaran:
  • Buku Ekonomi SMA kelas X ESIS 
  • Media massa seperti majalah, koran, dan buku-buku tambahan
  • Informasi internet dan Web Web Pembelajaran Ekonomi SMA
  • Buku teks Ekonomi SMA kelas X Yudhistira, BSE Erlangga, dan Tiga serangkai
 K. Media Pembelajaran
·         Papan tulis
·         Lembar soal
·         Gambar dan video Pembelajaran
·         Power Point
L. Penilaian
©    Tugas Kelompok
©    Mengerjakan latihan Uji Penguasaan Materi
Contoh format penilain tugas!
No
Nama Siswa
Kesesuaian materi dengan Tugas
Ide dan tulisan
Kerapian/
penampilan
Jumlah Nilai
1





2





3 dst





Penilaian diskusi
No.
Nama
ASPEK PENILAIAN
Total nilai
Presentasi
Sikap
Keaktifan
Wawasan
Kemampuan mengemukakan pendapat
Kerja sama














LEMBAR OBSERVASI DISKUSI KELOMPOK
No
Nama Siswa
Aspek yang Dinilai
Skor/ Jumlah
1
2
3
4
5
6




 Aspek yang dinilai:
  • Kemampuan menyampaikan pendapat.
  • Kemampuan memberikan argumentasi.
  • Kemampuan memberikan kritik.
  • Kemampuan mengajukan pertanyaan.
  • Kemampuan menggunakan bahasa yang baik.
  • Kelancaran berbicara.
Penskoran:                                           Jumlah skor:
A. Tidak Baik             Skor 1                   24—30 = Sangat Baik
B. Kurang Baik          Skor 2                   18—23 = Baik
C. Cukup Baik           Skor 3                    15—17 = Cukup
D. Baik                       Skor 4                    6—14   = Kurang
E. Sangat Baik           Skor 5 

FORMAT PENILAIAN PROSES DISKUSI
No
Nama Siswa
Kriteria Penilaian
Jumlah Skor
1
2
3
4
5
1







2







3 dst








Keterangan:                                                                Rentang skor : 1—3
  • Aktivitas dalam kelompok                    2—15           = Sangat baik
  • Tanggung jawab individu                      9—11            = Baik
  • Pemikiran                                               6—8             = Cukup
  • Keberanian berpendapat                        3—5             = Kurang
  • Keberanian tampil

CONTOH INSTRUMEN
SOAL SOAL LATIHAN ESSAY:

1.      Pikirkan semua benda yang kamu butuhkan  untuk menjalani aktivitasmu mulai bangun tidur hingga tidur kembali !
2.      Tuliskan menurut jenisnya!
3.      Bagaimanakah cara kalian memenuhi kebutuhan yang telah kalian tuliskan?
4.      Apa saja Barang atau jasa yang kalian pakai dalam rangka memenuhi kebutuhan yang telah kalian tuliskan?
5.      Buatlah kesimpulan tentang mengapa Kebutuhan manusia begitu kompleks menurut pendapat kalian!
SELAMAT BEKERJA

                                                                                    Palembang,    Juni 2012
Guru Ekonomi 


Anita Adesti,  S.Pd.


REFLEKSI ARTIKEL JURNAL 1
UNDERSTANDING CREDIT RISK : A CLASSROOM EXPERIMENT
(Memahami Resiko Kredit : Sebuah Percobaan Kelas)
By: Mmaroš Servátka  and George Theocharides
Department Of Economics
College of Business and Economics University Of Canterbury
Private bag 4800, Christchurch
New Zealand.

1.    BIBLIOGRAFI ARTIKEL
·   PENULIS
Mmaroš Servátka  and George Theocharides
·   JUDUL ARTIKEL
Understanding Credit Risk : a Classroom Experiment
(Memahami Resiko Kredit, Sebuah Percobaan Kelas)
Adalah : Sebuah Artikel dalam jurnal yang ditulis berdasarkan hasil penelitian para pengajar di New Zealand tepatnya di Departemen ekonomi, jurusan bisnis dan ekonomi universitas Canterbury New Zealand. Artikel ini bertemakan tentang resiko kredit keuangan dalam bidang bisnis yang akan di ujicobakan dalam percobaan pembelajaran di kelas.
2.    STRUKTUR ARTIKEL
·      Pendahuluan Percobaan kelas ini memperkenalkan siswa tentang gagasan tentang risiko kredit dengan memungkinkan mereka untuk mengetahui isu - isu  perdagangan dibandingkan dengan obligasi korporasi dari dua jenis pasar : nilai investasi dan hasil  bunga yang tinggi. Ada tiga cara di mana peserta dapat uang :
     1. dari pembayaran kupon
     2. nilai nominal ikatan
     3. capital gain.
·      Siswa belajar tentang gagasan tentang risiko dan kembali, bagaimana risiko kredit mempengaruhi harga obligasi serta beberapa ciri umum pasar obligasi.
·      Penulis menjelaskan bahwa Salah satu faktor fundamental yang menentukan adalah obligasi menghasilkan risiko utang .Ini mengacu pada kemungkinan default oleh salah satu counterparties dalam transaksi keuangan Kemungkinan default mempengaruhi masa depan arus kas dan pada gilirannya harga pasar saat ini dari keamanan. Memahami konsep risiko kredit sangat penting dan membantu untuk mengevaluasi kompensasi yang investor akan memerlukan untuk mengambil risiko tambahan tujuan kelas ini percobaan adalah untuk memfasilitasi proses belajar ini.
·      Pada tinjauan pustaka Forsythe parley dan plott 1982  menggunakan    Percobaaan harga aset melalui eksperimen. Smith suchanek dan williams tahun 1988 melalui penelitian gelembung harga. Plott sunder 1988 menggunakan pasar untuk mengetahui bagaimana informasi aggregat pedagangan obligasi yang memiliki beragam informasi. Bola dan holt 1998  melalui rancangan kelas game yang membandingkan harga-harga aset yang diperdagangkan dengan nilai dasar saham saat itu.
3.    TUJUAN DAN PROSEDUR PENELITIAN
·      Tujuan dari artikel ini adalah memperkenalkan siswa tentang gagasan risiko kredit modal saham dan Obligasi.
·      Latihan ini memakan waktu sekitar 50-75 menit, tergantung pada ukuran kelas.  Guru harus mengizinkan 10-15 menit diskusi. Setiap siswa harus menerima salinan dari petunjuk yang diberikan dalam lampiran. Guru  juga perlu mempersiapkan record sheets untuk setiap trader untuk menyelesaikan selama percobaan
·      Guru dapat menggunakan  kertas warna biru dan merah dari lembaran kertas untuk mewakili dua aset. Anda akan membutuhkan 3 biru dan merah 3 lembar kertas untuk setiap tim % untuk pembukuan aset.

4.        METODE PENELITIAN
·      Percobaan dilakukan dengan sekelompok mahasiswa 8 dari kami MBA class of 2009. Setiap siswa mewakili pedagang pedagang obligasi yang terpisah. Percobaan berlangsung 75 menit termasuk awal periode instruksional. Setelah periode awal praktek, 8 lebih periode dilakukan. Pada akhir percobaan, masing-masing siswa dibayar jumlah uang yang telah dihitung berdasarkan kinerja mereka, yaitu, uang tunai di tangan pada akhir periode delapan. Siswa mendapatkan rata-rata 21.90 USD.

5.    HASIL DAN KESIMPULAN
·       Memahami konsep risiko kredit, atau lebih umumnya hubungan antara risiko dan kembali, adalah topik yang menantang untuk keuangan siswa. Percobaan sederhana ini bertujuan untuk memfasilitasi dan membantu siswa dalam memahami mekanika umum dan klasifikasi pasar obligasi, Juga dapat merangsang diskusi mengenai gelembung,dan spekulasi saham dan efek dari penghindaran risiko pada strategi investasi. Desain ini dapat diterapkan untuk sejumlah MBA atau kelas sarjana, seperti pasar pendapatan tetap, investasi, atau manajemen portofolio.
7. REFLEKSI
·      Kelebihan artikel ini adalah adanya percobaan langsung dalam pembelajaran dikelas tentang bagaimana resiko kredit atau hutang dalam dunia bisnis bisa terjadi. Kelas di desain sedemikian rupa menjadi pasar saham dilengkapi fasilitas lainnya yang mendukung kreatifitas dan aktifitas siswa dalam melakukan percobaan ini. Kelas disituasi dan di kondisikan tempat penjualan dan perputaran saham. Dengan melibatkan siswa sebagai penanam sahamnya.
·  Dilihat dari situasi ini siswa akan lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas dibandingkan dengan tanpa ada percobaan  kelas. Materi resiko kredit dengan cepat dapat dikuasai siswa dengan kegiatan ini.
·   Kekurangan artikel ini adalah percobaan membutuhkan banyak fasilitas pendukung seperti komputer yang tiap siswa harus mengoperasikan, menyulap kelas menjadi pasar saham butuh biaya yang lumayan banyak, perhitungan – perhitungan – perhitungan rugi dan laba tiap penanam saham yang harus dilakukan dengan cepat adalah kendala dalam artikel ini.
8. APLIKASI
·      Hal yang dapat diaplikasikan dari kegiatan dalam artikel ini adalah membuat suatu percobaan didalam kelas dengan melibatkan siswa secara langsung adalah cara yang efektif dalam suatu kegiatan pembelajaran, karena selain kreatifitas siswa dapat dimunculkan pemahaman terhadap materi juga cepat.
·      Dilihat dari kekurangan yang telah disebutkan diatas percobaan ini sangat membutuhkan banyak dana. Hal inilah yang mungkin akan menjadi kendala jika ingin diterapkan dalam KBM di sekolah – sekolah indonesia.

REFLEKSI JURNAL 2
THE PERCEPTIONS AND EXPERIENCES OF STUDENTS IN A
PAPERLESS ACCOUNTING CLASS
Kepuasan dan Pengalaman Siswa dalam Penyelesaian
Tugas Kelas Akuntansi
The journal of Effective Teaching, Vol. 7, no. 1, 2007 15 – 30
By: Steve Teeter, Susan r. Madsentjason Hughes, and Brent Eagar
School of Business, Utah Valley State College, Orem, Utah. 84058

1.    BIBLIOGRAFI ARTIKEL
·   PENULIS
Steve Teeter, Susan r. Madsentjason Hughes, and Brent Eagar
·   JUDUL ARTIKEL
THE PERCEPTIONS AND EXPERIENCES OF STUDENTS IN A
PAPERLESS ACCOUNTING CLASS
(Kepuasan dan Pengalaman Siswa dalam Penyelesaian Tugas Kelas Akuntansi)
Adalah : Sebuah Artikel dalam jurnal yang ditulis berdasarkan hasil penelitian para pengajar di utah, tepatnya di sekolah bisnis Utah Valley State College, Orem Utah.
Yang berisi tentang Teknologi yang belum sepenuhnya terintegrasi dalam pendidikan tinggi bagi siswa akuntansi. Pembelajaran akuntansi masih tradisional yaitu dengan hafalan transkripsi debit dan kredit, teknologi pendidikan dalam akuntansi dapat membuktikan secara inheren bahwa ICT itu bermanfaat.
Studi ini mengeksplorasi persepsi  mahasiswa mengenai kepuasan dan efektivitas dari tiga teknologi ini:
1.      Sistem Respon kinerja  kelas (CPS)
2.      Tablet PC
3.      Sistem manajemen kursus (CMS)

2.    STRUKTUR ARTIKEL
·      Pendahuluan artikel ini menjelaskan tentang diintegrasikannya TIK dlam pembelajaran akuntansi di kelas. Kareana selama ini perhitungan akuntansi masih dilakukan secara konvesional dan cenderung membosankan bagi para siswa. TIK yang akan diterpakan antara lain:
a)      Sistem  kursus manejemen CPS yaitu: sistem pembelajaran akuntansi dengan cara e-Learning untuk institusi pendidikan dengan dilengkapi 1 set alat pengajaran dan pembelajaran yang berupa kursus dan pengiriman tugas.
b)      Sebuah sistem kinerja kelas CMS berupa jaringan nirkabel yang menghubungkan tanggapan para siswa kepada instruktur  dengan segera , dan mengumpulkan data masukan penilaian selama latihan di kelas dengan tujuan  memperkuat keterampilan belajar mengajar siswa di kelas.
c)      Seperangkat alat elektronik  seperti android dan tablet yang terhubung dengan papan tulis online dan siswa sehingga instruktur dapat  menyimpan dan menambahkan masukan masukan secara online.
·      Teori yang melandasi  penelitian ini adalah teori belajar KOGNITIF Teori ini berpendapat bahwa  tingkat partisipasi siswa yang  interaktif sangat berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar ( bryant & amp  hunton , tahun 2000 , thompson et al . , 1992 )
3.    TUJUAN DAN METODE PENELITIAN
·      Tujuan dari penelitian ini adalah :
     Untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa setelah diterapkan ke 3 teknologi dalam pembelajaran akuntansi di kelas dan setelah itu mereka menentukan teknologi mana yang menurut mereka lebih efektif dan cocok dengan keinginan mereka.
·      Metode Penelitian
a)      Studi ini melibatkan 62 siswa yang  terutama mengambil jurusan ilmu komputer, teknologi manajemen dan manejemen bisnis
b)      Setiap kelasnya diajar oleh 1 orang profesor dan 1 asisten profesor
c)      Usia  siswa berkisar antara 20 – 57 tahun
d)      Sistem pembelajaran dengan praktek lapangan yang hasilnya Berupa data kuantitatif dilaporkan setiap minggu ke 1 dan 16 dan diolah bersama dengan instruktur kemudian diposting kedalam  masing – masing format  teknologi yang akan diteliti tadi.
4.    HASIL DAN PEMBAHASAN
·  Selama 6 bulan penerapan 3 teknologi CPS, Tablet/PC  dan CMS maka diperoleh hasil 50% dari  62 siswa menyatakan bahwa teknologi Tablet /PC lah yang paling menarik bagi mereka  karena dalam proses pembelajaran instruktur berinteraksi aktif dengan siswa dalam pengolahan data daripada sistem CPS dan CMS.
·  Sedangkan CPS dan CMS interaksi dengan instruktur tidak begitu intens karena  kedua sistem ini adalah sistem kursus dan memakai format praktek E- learning, email, diskusi kelas dan penilaian dengan cara kuis.  Sistem ini kurang begitu di apresiasi siswa karena menurut mereka cara ini mereka tidak bisa berkomunikasi maksimal dengan instruktur.
5. KESIMPULAN
·  Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi kemampuan siswa dalam rangka pembelajaran akuntansi di kelas dengan penggunaan teknologi di dalamnya. Setelah dianalisis terbukti cara ini berhasil membangun persepsi siswa bahwa dengan adanya teknologi dalam pembelajaran sangat membantu mereka memahami materi akuntansi yang selama ini diajarkan secara konvensional.
·  Karena sifat dari penelitian ini adalah eksplorasi kemampuan siswa dalam pembelajaran akuntansi, maka :
a)    Temuan dan hasil penelitian ini tidak bisa dipakai untuk populasi umum.
b)   Adanya instruktur yang berbeda pada setiap kursus dan pelatihan yang diadakan
c)    Kemampuan dan penguasaan teknologi setiap siswa tidaklah sama dan hal ini bisa dikatakan kendala yang akan muncul.
7. REFLEKSI
·      Kelebihan artikel ini adalah adanya pengintegrasian TIK dalam pembelajaran akuntansi di kelas adalah contoh yang baik yang dapat di aplikasikan kedalam pendidikan secara luas. Program – program TIK yang diaplikasikan juga sangat baik dan sesuai tuntutan zaman.
·      Dilihat dari situasi ini siswa akan lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas dibandingkan dengan tanpa ada TIK dalam pembelajaran.materi akuntansi yang selama ini diajarkan secara konvesional menjadi lebih menarik dengan implementasi TIK didalamnya.
·      Kekurangan artikel ini adalah percobaan membutuhkan banyak fasilitas pendukung seperti komputer yang tiap siswa harus punya 1 komputer, laptop ataupun android. Jika dilihat dari keadaan siswa di indonesia terutama siswa didaerah yang masih buta TIK dan gaptek  metode ini kurang pas untuk dijalankan.

8. APLIKASI
·      Hal yang dapat diaplikasikan dari kegiatan dalam artikel ini adalah penerapan TIK Sistem  kursus manejemen CPS yaitu: sistem pembelajaran akuntansi dengan cara e-Learning untuk institusi pendidikan dengan dillengkapi 1 set alat pengajaran dan pembelajaran yang berupa kursus dan pengiriman tugas. Dengan e-Learning sangat memungkinkan untuk siswa – siswa di indonesia untuk mengikutinya. Selain bisa jarak jauh juga tidak terlalu memberatkan untuk membeli android atau laptop.
·      Dilihat dari kekurangan yang telah disebutkan diatas percobaan ini sangat membutuhkan banyak dana. Hal inilah yang mungkin akan menjadi kendala jika ingin diterapkan dalam KBM di sekolah – sekolah indonesia.

                                                         REFLEKSI JURNAL 3
STUDENT SATISFACTION WITH COOPERATIVE  LEARNING IN AN ACCOUNTING CURRICULUM
Kepuasan Siswa Dengan Pembelajaran Kooperatif Dalam Kurikulum Akuntansi
Journal of university teaching & learning practice volume 5, issue 2 article 4 2009
B. J. Farrell, University Of  Technology, Sydney
H. M. Farrell, University Of New South Wales

1.    BIBLIOGRAFI ARTIKEL
·   PENULIS
B. J. Farrell dan H. M. Farrell
·   JUDUL ARTIKEL
STUDENT SATISFACTION WITH COOPERATIVE  LEARNING IN AN ACCOUNTING CURRICULUM
(Kepuasan Siswa Dengan Pembelajaran Kooperatif Dalam Kurikulum Akuntansi)
·         Adalah : Sebuah Artikel dalam jurnal yang ditulis berdasarkan hasil penelitian para pengajar di Australia tepatnya di Technology, Sydney dan New South Wales. Penelitian dalam artikel ini dilatarbelakangi oleh keragaman budaya dan kelas sosial para siswa di australia. Dengan adanya keragaman ini muncullah ide untuk menerapkan pembelajaran kooperatif atau belajar dengan bekerjasama.
·         Pembelajaran kooperatif telah diperkenalkan ke dalam pembelajaran akuntansi internasional di Universitas Australia. Tujuannya adalah untuk memberikan siswa pengalaman belajar yang memuaskan dalam konteks sosial dan untuk mengembangkan kemampuan interpersonal, profesional dan keterampilan komunikasi tertulis mereka.
2.    STRUKTUR ARTIKEL
·  Pendahuluan artikel ini menjelaskan tentang Dari sudut pandang institusional, sangat penting bagi PENGAJAR  untuk menerapkan kegiatan belajat dengan praktek-praktek yang mendorong keterlibatan siswa karena itu meningkatkan kualitas belajar siswa. Salah satu cara untuk meningkatkan keterlibatan siswa adalah dengan menyediakan bahan-bahan yang menarik untuk merangsang dan menantang siswa belajar selain untuk mengintegrasikan pengalaman akademik dan sosial (Pascarella &Terenzini, 1998, Jacobs et al, 2002) kooperatif belajar seperti yang dijelaskan oleh Felder (2001) siswa juga dapat memiliki kemampuan untuk memenuhi persyaratan ini untuk terlibat dalam pembelajaran ini
·  Teori belajar yang melandasi  penelitian ini adalah teori belajar kooperatif learning. Teori ini dipakai karena siswa di australia berasal dari berbagai macam latar belakang budaya, kelas sosial, dan kemampuan akademis.  Diharapkan dengan adanya penelitian ini siswa dapat secara kooperatif dalam memecahkan masalah dan materi yang diberikan.

3.    TUJUAN DAN LITERATUR
·      Tujuan dari penelitian ini adalah :
     Studi melibatkan 165.000 siswa di Australia. Penelitian ini Bersifat proyek dengan melaporkan bahwa siswa sangat sadar bahwa aspek-aspek sosial belajar meningkatkan pengalaman belajar mereka
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menghadirkan bukti mendukung tentang pentingnya pembelajaran kooperatif bagi siswa untuk mencapai kepuasan pendidikan yang maksimal.
·      Literatur Penelitian
Untuk mencapai peningkatan interpersonal, profesional dan keterampilan komunikasi tertulis siswa, pembelajaran kooperatif diadopsi sebagai alat untuk mencapai tujuan dari subjek. Pilihan ini didasarkan pada tampilan  siswa dari berbagai budaya dan pengalaman pendidikan .Dengan  keragaman ini  dengan gaya-gaya pembelajaran pilihan mereka serta pendekatan pembelajaran kooperatif dapat bermanfaat dalam membantu mereka. Makalah ini mengeksplorasi sikap siswa untuk strategi pembelajaran kooperatif  dalam subjek dan kelayakan dan efektivitas pengaturan di tempat untuk menampung beragam latar belakang budaya.

4.    METODOLOGI
·      Subjek penelitian adalah siswa jurusan akuntansi internasional, tahun kedua Bachelor of Business dari sebuah universitas Australia. Mahasiswa yang terdaftar dibagi menjadi 40 kelompok  untuk kuliah dan lokakarya kegiatan dengan pembelajaran Kooperatif dan modul pembelajaran 74 halaman dan dievaluasi pada akhir semester
·      Untuk memfasilitasi penelitian setiap siswa diberikan kuisioner yang akan dikumpulkan kepada instruktur setelah akhir semester. Dengan  103 instrumen Diberikan kepada murid semester musim gugur dan 141 dari kelas semester musim semi.Tujuan kuisioner ini adalah memperoleh seberapa  besar tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran kooperatif di kelas.

5.    HASIL PENELITIAN
·      Dalam interpretasi dari pendapat dan persepsi, penilaian responden, dibuat bahwa tanggapan diukur sebagai 5, 6 atau 7 pada skala Likert-like  Belajar kooperatif dapat memiliki banyak manfaat, termasuk pengembangan komunikasi dan keterampilan interpersonal, dan saling belajar dan dukungan rekan .
·      Dapat Disimpulkan orang belajar secara efektif dan terbaik dari rekan-rekan mereka dan dalam keadaan di mana mereka berinteraksi dengan mereka, terjadi  pertukaran ide-ide mengalir sambil berpartisipasi dalam tugas umum (Lave & amp; Wenger, 1991). Responden menunjukkan timbal balik  tingkat tinggi (89% dan 88%).
·      Tanggapan survei menunjukkan bahwa kisaran dari sepuluh persen untuk 17% responden memiliki masalah dengan kerjasama dan keterlibatan beberapa anggota tim. Hal ini disebabkan karena Pembelajaran kooperatif ini bersifat proyek dan berkelompok
5. KESIMPULAN
·    Profil mahasiswa jurusan akuntansi di Universitas-universitas Australia adalah sebuah keragaman budaya, sosial ekonomi dan pendidikan. Ini memberikan staf pengajar tantangan akademik  yang signifikan untuk memasukkan integrasi budaya dan sosial strategi ke dalam praktek di ruang kelas.
·   Belajar kerja sama menyediakan proses pendidikan yang baik yang melibatkan siswa intelektual dan memberi mereka kesempatan untuk mengembangkan keterampilan interpersonal dan profesional yang akan mereka butuhkan dalam kehidupan profesional mereka. Pembelajaran kooperatif telah menjadi unsur penting dalam pembelajaran akuntansi international.
7. REFLEKSI
·      Kelebihan artikel ini adalah adanya unsur memadukan berbagai macam latar belakang siswa agar dapat bekerjasama satu sama lain dalam pemecahan masalah yang dihadapi melalui kooperatif learning. Tujuannya adalah untuk memberikan siswa pengalaman belajar yang memuaskan dalam konteks sosial dan untuk mengembangkan kemampuan interpersonal, profesional dan keterampilan komunikasi tertulis mereka. Dan hasilnya bahwa Responden menunjukkan timbal balik  tingkat tinggi (89% dan 88%) terhadap penerapan kooperatif learning ini.
·      Kekurangan artikel ini adalah ada beberapa temuan responden yang memiliki masalah dengan kerjasama dan keterlibatan beberapa anggota tim. Hal ini disebabkan karena Pembelajaran kooperatif ini bersifat proyek dan berkelompok
·      Hal ini mungkin akan terjadi juga dalam pemebelajaran di indonesia, karena latar belakang budaya siswa di indonesia lebih beragam lagi dibanding australia.
8. APLIKASI
·      Hal yang dapat diaplikasikan dari penerapan kooperatif learning pada artikel ini adalah tugas yang bersifat proyek yang sangat baik untuk diterapkan di indonesia guna membangun rasa kebersamaan dan tanggung jawab siswa walaupun berbeda beda kebudayaan, kelas sosial dan kemampuan akademik sekalipun.
·      Pembenyukan kelompok – kelompok kerja adalah hal yang bisa diterapkan di kelas sekolah indonesia. Kareana tugas kelompok atau proyek sudah sering digunakan di dalam kegiatan pembelajaran jadi tidak sulit untuk mempraktekkannya.  

REFERENSI
Bruce Joyce M.W. (2009). Model’s Of Teaching. Jakarta : Pustaka Pelajar
Diem, C. D. (2011). Perpustakaan, Kepustakaan, Keaksaraan Model Pembelajaran EYL. Palembang: Universitas Sriwijaya.
Farrel,B.J. (2009) Student Satisfaction With Cooperative Learning In An
Accounting Curriculum. Journal Of University Teaching & Learning Practice, 5(2), 1-18.
Steve Teeter, S.R. (2007). The Perceptions and Experiences Of Students In A
Paperless Accounting Class. The Journal Of Effective Teaching, 7(1), 15-30.
Theocharides, M.S. (2007). Undersatanding Credit Risk : A Experiment Class. JEL, 06, 1-22.











2 komentar:

  1. saya mahasiswa dari Universitas Islam Indonesia
    Artikel yang menarik, bisa buat referensi ini ..
    terimakasih ya infonya :)

    BalasHapus
  2. Sama sama:0 ....senang bisa membantu dan terima kasih kunjungannya:)

    BalasHapus