Jumat, 09 Desember 2011

Model Penerapan TIK di Sekolah

A. Model Penerapan Jaringan

Model penerapan jaringan, mulai dari yang paling minimal sampai dengan yang sudah advance dapat disimpulkan sebagai berikut:
  • Model 1: Local Area Network (LAN) dengan memanfaatkan Desktop PC sebagai server. Semua konten pembelajaran disimpan dalam desktop PC tersebut. Ini diperuntukkan bagi sekolah yang memang belum memiliki server khusus.
  • Model 2: LAN dengan memanfaatkan server tapi tidak terhubung ke internet. Ini bagi sekolah yang memang telah memiliki server. Semua konten pembelajaran disimpan dalam server tersebut.
  • Model 3: LAN + tergabung dalam Wide Area Network (WAN) di sekitar sekolah yang berdekatan. Artinya LAN sekolah terhubung dengan WAN, dimana semua konten bersama disimpan di server WAN.
  • Model 4: LAN + WAN + connected to internet
B. Model Penemfatan Fasilitas LCD Projector dan PC/Laptop
  • Model 1: Mobile, yaitu pemanfaatan secara bergantian satu atau beberapa LCD Projector + laptop oleh guru ke ruang kelas.
  • Model 2: One Class One PC/Laptop One LCD Projector terhubung dengan LAN sekolah.
  • Model 3: One Class One PC/Laptop One LCD Projector terhubung ke LAN yang terhubung pula dengan internet.
C. Model Perolehan Konten berbasis TIK
Konten berbasis TIK dapat diperoleh melalui berbagai pendekatan sebagai berikut:
  • Model 1: Buatan Guru (Teacher-Made Media)
  • Model 2: MULUNG, memanfaatkan yang telah ada dengan cara mengunduh dari internet, diklasifikasi, dikelola dan disimpan dalam server LAN sekolah.
  • Model 3: Konten bersama (shared conten), konten buatan guru dan atau hasil MULUNG disimpan dalam suatu portal yang dapat diakses oleh semua guru dan siswa.
  • Model 4: Membeli … ini yang paling merepotkan karena mahal, jadi pilihan terakhir kalo ada dananya baik dari dana swadaya, dari block grant, dari donatur dan lain-lain.
D. Model Pembinaan SDM
  • Model Informal; model yang paling mujarab. dilakukan dengan cara Getok Tular oleh guru lain yang dah menguasai dan menyediakan fasilitas TIK untuk guru, misal dengan cara One MGMP One PC terhubung ke internet
  • Model Formal; melalui pelatihan-pelatihan secara reguler. Sifatnya bisa swadana, disponsori swasta, atau dibiayai pemerintah (kab/kota, propinsi, pusat).
Begitulah kira-kira kesimpulannya, kiranya dapat jadi inspirasi untuk siapapun yang akan merencanakan penerapan ICT di sekolah. Memang yang belum kelihatan muncul dari model di atas adalah model proses pembelajaran berbasis ICT … padahal ini yang lebih penting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar