Senin, 19 Maret 2012

MAKALAH PENDIDIKAN KOMPARATIF



STUDI KOMPARATIF SISTEM PENDIDIKAN NEGARA UKRAINA (EROPA TIMUR) DAN  NEGARA INDONESIA DITINJAU DARI JENJANG PENDIDIKAN FORMAL

1.    PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Menjadi negara yang maju adalah cita cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas sumber daya manusianya. Bangsa yang cerdas adalah bangsa yang mampu menggunakan sumber daya yang dimiliki oleh bangsa tersebut baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Pendidikan adalah satu kunci pokok dalam memberdayakan sumber daya manusia dan menjadi salah satu aspek penting bagi kehidupan manusia. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga suatu negara dapat diukur maju mundurnya dari tingkat pendidikan sumber daya manusianya. Bagi sutau bangsa yang ingin maju, pendidikan harus dipandang sebagai kebutuhan sama halnya dengan kebutuhan kebutuhan lainnya. di indonesia agenda pembangunan pendidikan suatu bangsa tidak akan pernah berhenti dan selesai seiring tuntutan zaman.

Senin, 12 Maret 2012

MAKALAH STATISTIK UJI-t SATU SAMPEL


PENDAHULUAN

1.    LATAR BELAKANG
Menurut Popham dan Sirotnik (1973: 45), hipotesis bertitik tolak pada eksistensi hubungan antar variabel dimana terdapat dugaan atau kesimpulan sementara yang perlu dibuktikan kebenarannya. Hipotesis seperti yang kita ketahui yakni dugaan yang mungkin benar, atau mungkin juga salah. Dia akan ditolak jika salah atau palsu, dan akan diterima jika faktor-faktor membenarkannya. Penolakan dan penerimaan hipotesis, dengan begitu sangat tergantung kepada hasil-hasil penyelidikan terhadap faktor-faktor yang dikumpulkan. Hipotesis dapat juga dipandang sebagai konklusi yang sifatnya sangat sementara. Sebagai konklusi sudah tentu hipotesis tidak dibuat dengan semena-mena, melainkan atas dasar pengetahuan-pengetahuan tertentu. Pengetahuan ini sebagian dapat diambil dari hasil-hasil serta problematika-problematika yang timbul dari penyelidikan-penyelidikan yang mendahului, dari renungan-renungan atas dasar pertimbangan yang masuk akal, ataupun dari hasil-hasil penyelidikan yang dilakukan sendiri. Secara prosedural hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoritis yang diperoleh dari kajian pustaka.

Kamis, 01 Maret 2012

DESAIN INSTRUKSIONAL



  1. PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang Masalah
         Sistem  Instruksional yang siap pakai adalah hasil yang diinginkan dalam hal mendesaian sistem intruksional. Dalam mencapai sistem intruksional yang siap pakai tidaklah semudah menentukan tujuan perjalanan. Kita mengetahui bahwa pendidikan itu mempunyai tujuan yang pasti, hanya tidak semua orang dapat merumuskan dengan jelas tujuan apa yang ingin dicapainya dengan pendidikan yang direalisasikannya.
         Tujuan adalah keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan yang telah diidentifikasi. Tujuan berfokus pada apa yang dapat dilakukan sibelajar ketika usai pelajaran. Tujuan instruksional idealnya diperoleh dari proses pengkajian / penelususan kebutuhan (Need Assessment) yang menetapkan secara luas indikasi-indikasi permasalahan yang harus dipecahkan. (Dick and Carey, 2005).
         Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang apa yang dicapai dilakukan dengan cara analisis. Dan seperti yang kita ketahui bahwa dalam  mendesain sistem instruksional dibutuhkan langkah-langkah seperti berikut: