MARI BERGABUNG BERSAMA KAMI, DATANG, DAFTAR DAN BUKTIKAN !
Minggu, 19 Juli 2020
Sabtu, 21 September 2019
MINDER? KE LAUT AJA !
MINDER? KE LAUT
AJA !
Cerita ini adalah sebuah kenangan lama yang sudah
bertahun tahun lalu saya alami. Dimulai saat saya masuk SMA tahun 2001, saya
lulusan SMP Negeri yang berlokasi di desa yang bagi orang kota kala itu anak desa
disebut “jeme dusun” dengan stigma
sedikit buruk yaitu : primitif, ketinggalan zaman, norak, bodoh dan tidak
menarik. Kesal? Pasti! Sakit hati? Tentu! Tetapi fase inilah yang membuat saya
selalu tersenyum, kenangan itu menjadi cerita paling menginspirasi hidup saya
hingga saat ini. Masih teringat dengan jelas saat perkenalan dengan guru kimia
waktu kelas 1 SMA, di bagian saya menyebutkan asal sekolah saya, saya langsung
di teriaki oleh teman sekelas saya dengan begitu gembiranya : oh… “Ndai SMP DUSON Guys… DUSON..! Kancenye pasti
yang itu tuh.. yang begantong gantong di batang (Monyet). Setiap hari,
setiap detik mereka menjadikan itu bahan candaan yang sangat menyakitkan hati
saya, bahkan sampai saat ini.
Bullying, akhirnya saya ketahui istilah untuk perbuatan
mereka itu, dampak yang saya alami sangat terasa. tidak percaya diri alias
minder hampir menguasai diri saya di tahun tahun selama saya SMA namun
beruntungnya saya adalah saya memiliki tekad kuat untuk melawan rasa minder
tersebut dengan cara saya. Cara terjitu yang akhirnya bisa membungkam mulut mulut
mereka yang riang gembira mengejek dan menghina sesuka hati mereka. Saya berpegang
pada nasihat lama almarhum ayah saya: harta kekayaan, kedudukan semua akan
kalah saat kau melawannya dengan ilmu pengetahuan. Kalau kau rajin belajar,
pintar maka kau akan lebih bernilai bagi sekelilingmu. Nasihat ini ampuh. saya terpacu,
belajar dari malam ke malam, dari buku ke buku, dari guru ke guru. Pada suatu
hari usaha saya berhasil, juara umum 1 saya rengkuh. Di umumkan di lapangan
sekolah hari sabtu, saat pembagian rapot.
Para pembully tadi tak cukup puas dengan pencapaian
saya, tetap saja mereka menemukan celah lain untuk menghina saya, dari menghina
asal saya, mereka lanjut menghina fisik dan penampilan saya, ya saya akui saya
tidak semenarik cewek cewek SMA kota lainnya, baju seragam saya cuma baju
bekasan kakak saya yang di jahit ulang oleh ibu saya, sepatu saya cuma sepatu
murahan yang dibeli di toko sepatu murah pinggiran, tas saya ransel bekas saat
SMP yang sudah tidak layak pakai tapi… aaah sudahlah saya bukan orang yang
peduli soal penampilan bahkan sampai sekarang, walaupun profesi saya saat ini menuntut
untuk tampil “Stylish” saya tetaplah
saya yang memakai apa yang membuat saya nyaman bukan yang membuat saya menjadi
orang lain.
Singkat cerita, bullying yang saya alami pada masa
sekolah adalah salah satu contoh bahwa pola fikir manusia tetaplah rata rata
sama, menilai segala sesuatu dari luaran, dari dia anak siapa, sekolah atau
kuliah dimana, kerja apa dan dimana, pakaiannya bermerek atau tidak, mahal atau
tidak, gajinya berapa, suaminya siapa, anaknya berapa, mobilnya apa, motornya
apa, rumahnya bagaimana dan lain lain sampai mereka melupakan satu esensi pasti
: di hadapan tuhan kita adalah sama : seorang hamba. Hanya amal dan ibadah yang
akan membedakan kita kelak.
Jadi, pesan yang ingin saya sampaikan dari tulisan ini
adalah terkhusus bagi generasi muda millenials jaman now STOP MINDER! Kalian pasti
punya kelebihan dan kecakapan masing masing, kepandaian dan keahlian di bidang
masing masing, STOP merasa paling dari yang lain, karena kalian tidak pernah
tau di masa mendatang orang yang kalian remehkan akan seperti apa, bahkan
mereka bisa jadi 1000 kali lebih baik dari kalian. Tidak ada istilah anak desa
anak kota, tidak ada sekolah di desa dan sekolah di kota, kita semua setara
jika mau mengejar ketertinggalan dan belajar sungguh sungguh. Semua punya
potensi untuk menjadi yang terbaik. PEDE aja lagi, cantik ganteng itu biasa,
namun cerdas cendikia lagi shalih dan shaliha itu luar biasa!
TRUST YOUR SELF! Percayailah dirimu! Karena pendukung terbesar
kesuksesanmu adalah kepercayaan dan keyakinan akan diri sendiri! STOP membandingkan
diri sendiri dengan orang lain! Karena dirimu tak ada banding. Terakhir ADD
YOUR SPEED ! segera keluar dari zona nyaman STOP jadi penonton yok jadi pemain!
Belajar Belajar dan Belajar…
#FLPSUMSEL
#WAGFLPSumselMenulis
#LampauiBatasmu
Senin, 05 Agustus 2019
TIPS MENULIS PUISI
Puisi bagiku adalah jemari untuk menyentuh banyak hati, Inilah definisi puisi bagiku. Gemar menulis puisi adalah bakat alami yang aku miliki tanpa latar belakang pendidikan sastra ataupun sejenisnya, tetapi hanya bermodalkan “suka” puisi tidak akan maksimal membantu dalam menulis puisi. Banyak hal yang harus di pelajari agar bakat ini makin terasah dan terarah. Saya tidak akan mengulas tentang bagaimana menulis puisi yang sesuai dengan kaidah kaidah sastra, tetapi saya akan memberikan tips menulis puisi “Ala Saya” semoga bisa memberikan manfaat ya! Oke,
Lets Check This Out!
Tips ke-1
Perbanyak
membaca buku-buku puisi.
Membaca dan menulis adalah dua hal yang tidak dapat
dipisahkan, semakin banyak kita membaca semakin kaya penguasaan dan
perbendaharaan kata dalam tulisan puisi kita. Banyak sekali buku buku puisi
yang bisa dijadikan referensi bagi kita sebagai penulis puisi pemula. Sebaiknya
pilih karya dari penyair yang tidak berlatar belakang sastra, karena biasanya
tulisannya lebih lugas, lebih mengena ke hati dan mudah dipahami. Contoh : Buku
puisi karya Kharisma. P. Lanang : Untuk
Matamu.
Tips ke-2
Copy The-Master
Setelah banyak membaca buku buku puisi, carilah dan temukan “muse’
dalam menulis puisi, pasti kita semua punya penyair favorit, sebagai langkah
awal tidak ada salahnya kita mengikuti gaya kepenulisan si penyair ini, anggap
sebagai “rule awal” dalam menulis puisi lama kelamaan kita akan menemukan gaya
kepenulisan sendiri asal kita mau keluar dari zona nyamannya “muse” kita,
tetapi jangan kelamaan meniru ya segera temukan jati diri!
Tips ke-3
Mulailah menulis
puisi dengan objek objek tertentu.
Saya termasuk
penulis puisi yang akan sangat lancar menulis puisi jika ada objeknya. Objek
tulisan bisa apa saja, alam, benda, hewan, tumbuhan dan manusia. Pilih objek
mana yang paling membuat kalian sangat tertarik, Misalnya kalian suka traveling
pasti akan banyak mengunjungi tempat tempat wisata yang indah dan
menginspirasi, tuliskan perlahan apa yang kalian rasakan saat berada di objek
tersebut, percayalah puisi terbaik akan lahir setelahnya!
Tips ke-4
Asah dan olah
rasa yang ada dalam diri.
Menulis puisi
juga butuh mood (olah rasa) yang baik. Jangan memaksakan menulis saat perasaan sedang
tidak stabil seperti sedang marah dan tidak fokus karena akan berdampak pada
puisi yang dituliskan. Banyak yang bilang puisi adalah bahasa hati, maka mau bagaimanapun
suasana hati tidak ada larangan untuk menuliskannya menjadi puisi, tetapi bagi
saya puisi yang baik adalah puisi yang ditulis disaat suasana hati sedang
bersinergi dengan baik.
Tips ke-5
Pelajari
Penggunaan kata baku dan penulisannya yang tepat
Kadang kita sering mengabaikan pemakaian kata atau
kalimat dalam tulisan kita, sudah merasa benar sendiri soal ini, padahal dalam
berbahasa Indonesia ada aturan dan patokan untuk menulis dan memiih kata yang
tepat. Hal ini penting demi perbaikan tulisan kita kedepannya.
Tips ke-6
Tulislah puisi
dengan makna makna yang tersirat
Puisi dengan makna tersirat lebih menarik daripada
puisi yang maknanya sangat jelas disampaikan. Hal ini akan membuat pembaca akan
berulang ulang kali membaca puisi kita. Hasilnya, puisi kita akan lebih melekat
di hati dan di fikiran mereka. Mengundang rasa penasaran pembaca adalah nilai
jual sebuah puisi.
Terimakasih.
Perkenalkan, saya Anita Adesti dengan nama pena Anita
Tarmizi, pekerjaan saya dosen tetap di Universitas Baturaja Prodi Teknologi
Pendidikan serta menjabat sebagai Humas di FLP OKU. Penulis puisi di akun IG@intuisipuisii. Tinggal
di Desa Tanjung Kemala OKU SUM-SEL. Berkenalan lebih jauh dengan saya di akun
IG saya @anitatarmizi, FB Anita Tarmizi dan Blogspot di aadesti.blogspot.com. NRA 009/D/004/006.
Salam Literasi 😊
#sumselmenulis
#FLPOKU
Selasa, 23 Juli 2019
PUISIKU
Penanti Matahari
Oleh: Anita Tarmizi
Hai sang mata !
Di awan mana pagi ini kau di dekap mendung?
Mengapa kau selalu bertekuk lutut kala kerabatmu bernama hujan menderai
tahtamu?
Aku disini, menantimu..
Di kolong sepi bernama bumi…
Hai sang mata !
Apa kau tau? Banyak percakapan kita yang tak usai..
Banyak gelisahku yang terlipat dikala kau tak bertandang…
Aku sudah terkena candumu
candu hangatmu yang tak tergantikan…
Hai sang mata !
Banyak perih yang menderaku, banyak duka menggenangiku
Tak bisakah kau mengikat janji padaku?
Tak bisakah kau selalu hadir di setiap hari bersama pagi menyalamu?
Tak bisakah?
Hai sang mata !
Haruskah aku menjadi pucuk dedaunan di pepohonan tertinggi?
Haruskah aku membuat sayap dan belajar terbang?
Haruskah aku membuat tangga menjulang hingga menyentuh langit?
Haruskah aku?
Hai sang mata !
Aku hanya makhluk kerdil di kolong bumi, bukan pucuk daun, bukan kawanan
burung juga takkan mampu membuat tangga
untuk menaiki langit..
Aku hanya bisa menunggumu di sebuah pijakan yang hampir rapuh ini
Dengan kaki yang mulai bergetar,
Dengan hati yang mulai gulana,
Dengan mata yang mulai berkaca..
Aku hanya ingin kau datang,
menyapaku lamat-lamat,
Mendekapku dengan hangat,
Menyinariku walau samar,
Memberi tanda walau kau tertutup awan hitam,
Ketahuilah itu…
Baturaja, 15 April
2015
08.22 am.
Senin, 22 Juli 2019
Sabtu, 20 Juli 2019
RESENSI BUKU (SUMSEL MENULIS)
(Review) Novel :
PULANG
Judul Novel : Pulang
Penulis : Darwis Tereliye
Penerbit : Republika, Jakarta
Tahun Terbit : 2015
Tebal Buku : 400 halaman
SINOPSIS BUKU
Namanya Bujang,
bocah berusia lima belas tahun yang sama dengan bocah-bocah seusianya. Lahir
dan besar di kampung pedalaman Sumatra, Bapaknya bernama Samad, seorang mantan jagal tersohor yang
meninggalkan masa lalu hitamnya. Mamaknya bernama Midah, seorang
keturunan pemuka agama. Bujang sama dengan bocah-bocah di kampungnya, senang
bermain di hutan, berjahil dan selalu ingin tahu pembicaraan orang dewasai.
Di didik membaca, berhitung, mengaji, azan dan sholat juga lain sebagainya.
Namun satu hal yang membuat Bujang amat berbeda dengan bocah-bocah seusianya. Bujang
tidak punya rasa takut.
Semuanya bermula
saat Tauke Muda menginjakkan kakinya di tanah kelahiran Bujang. Tauke Muda
datang dengan satu rombongannya, datang dari kota untuk melakukan perburuan
besar-besaran. Mereka akan memburu babi hujan yang akhir-akhir ini berhasil
meresahkan warga.
Esoknya Tauke
Muda meminta izin membawa Bujang ke kota, sekali lagi dengan berat hati sang
mamak harus merelakan kepergian Bujang ke kota, ikut dengan rombongan Tauke
Muda. Mamaknya sekali lagi berpesan, Bujang harus menjaga perutnya dari daging
babi dan tuak juga segala macam makanan-minuman haram.
Sampai di kota
Bujang dilayani dengan sangat terhormat. Kemudian Remaja berusia
enam belas tahun, memiliki tubuh tinggi besar, kulit gelap, perawakan khas Arab
dan tinggal di rumah Tauke Besar sejak kecil. Di kota, Tauke
Besar berusaha membuat Bujang dapat menyusul ketertinggalan di sekolah sebab di
kampungnya dia tidak pernah mencicipi bangku sekolah
Dua puluh tahun
kemudian, Bujang telah tumbuh menjadi pemuda yang gagah, menjadi jagal dunia
hitam, seorang jagal nomor satu. Jenius, kuat, dan tidak mengenal rasa takut.
Bujang berhasil menyusul ketertinggalannya dan menyelesaikan sekolah
terakhirnya di luar negeri sebagai salah satu lulusan terbaik. Bujang tumbuh
menjadi pemuda yang hebat, cerdik dan penuh ide-ide cemerlang. Menjadi bagian dari Keluarga Tong, salah satu keluarga
penguasa shadow economy.
REVIEW BUKU
Manusia
diberikan kebebasan untuk menentukan jalannya hidupnya. Setiap jalan yang
ditempuh tersebut niscaya mengandung risiko nilai, baik positif
maupun negatif, tergantung dengan jalan atau pilihan yang ditempuhnya.
Tere Liye telah berhasil menyuguhkan cerita yang cukup menawan dan mengesankan. Pulang, menyuguhkan cerita kehidupan yang kaya akan nilai-nilai kebaikan di dalamnya yang disajikan dengan sederhana, mudah dicerna oleh siapa saja yang membacanya, namun sarat makna.
Pembaca akan dibawa hanyut ke dalam cerita sejak bagian pembuka. Tokoh Mamak yang bijak, Bujang yang polos, dan Samad yang keras, kepiawaian Tere Liye menyisipkan nasihat bijak melalui tokoh Mamak ketika menasihati Bujang, anaknya. Nasihat disampaikan begitu lembut, alamiah, dan tidak dibuat-buat, meresap ke dalam hati setiap pembaca, sehingga pembaca tidak merasa digurui.
Tere Liye telah berhasil menyuguhkan cerita yang cukup menawan dan mengesankan. Pulang, menyuguhkan cerita kehidupan yang kaya akan nilai-nilai kebaikan di dalamnya yang disajikan dengan sederhana, mudah dicerna oleh siapa saja yang membacanya, namun sarat makna.
Pembaca akan dibawa hanyut ke dalam cerita sejak bagian pembuka. Tokoh Mamak yang bijak, Bujang yang polos, dan Samad yang keras, kepiawaian Tere Liye menyisipkan nasihat bijak melalui tokoh Mamak ketika menasihati Bujang, anaknya. Nasihat disampaikan begitu lembut, alamiah, dan tidak dibuat-buat, meresap ke dalam hati setiap pembaca, sehingga pembaca tidak merasa digurui.
Tere Liye
berhasil menyuguhkan nilai kebaikan tersebut dengan begitu lembut, tetap dalam
bingkai cerita, bukan ceramah. Maka, pantas saja, jika karya-karyanya tidak
sepi pembaca hingga lintas generasi.
Salah
satu pesan yang cukup mengharukan ialah tatkala Bujang hendak pergi ke kota
atas keinginannya. Pada bagian ini,
pembaca akan hanyut dan merasakan perihnya sebuah perpisahan dengan orang
tercinta.
KELEBIHAN BUKU
Pertama. Tema yang unik
Tema yang
dihadirkan mengandung unsur kebaruan. Masalah ekonomi dihubungkan dengan dunia
tukang pukul. Lebih jauh lagi dikaitkan dengan unsur relijius serta perjuangan
dan nilai kepahlawanan. Pertautan yang tampak “mustahil” itu diracik sedemikian
rupa oleh penulis menjadi racikan yang apik, sudut pandang yang ciamik. Unsur lokalitas, dalam
hal ini pedalaman Sumatra.
Kedua. Sederhana
Menurut hemat
peresensi, inilah kekuatan utama Tere Liye: sederhana dan apa adanya. Ia tak
suka merumit-rumitkan sesuatu. Pilihan katanya secara umum mudah dicerna (walau
ada beberapa yang perlu membuka kamus atau googling untuk tahu
artinya). Namun secara keseluruhan sangat bisa dimengerti.
Ketiga. Plot dan kejutan yang mengasyikan
Plot yang
dihadirkan membuat pembaca penasaran untuk terus membaca kelajutan cerita. Rasa penasaran
tersebut menstimulus pembaca untuk terus membaca hingga tuntas, tanpa bosan. Selain itu alur maju mundur menambah rasa
ingin tahu pembaca, baik masa lalu sang tokoh maupun cerita apa yang akan
terjadi berikutnya.Kejutan-kejutan mengasyikan juga mewarnai novel ini. Sesuatu
yang tak terbenak kemudian hadir menghentak.
Keempat. Filmis
Kekuatan
berikutnya dalam novel ini adalah agedan-adegan yang filmis. Kita seakan-akan
diajak menonton pertunjukan, pertarungan hebat, di depan layar tiga dimensi (3D).
Bahkan lebih dari itu, pembaca seolah diajak berfantasi dengan hebat. Membaca
novel ini kita dibawa dalam ketegangan pertempuran sekaligus (pada beberapa
kesempatan) perihal kesenduan kisah hidup.
Kelima. Pesan moral yang kuat
Inilah nilai
paling kuat dalam novel Pulang (juga novel Tere Liye sebelumnya). Sebuah
karya yang baik memang sudah selazimnya menyisipkan pesan moral, baik tersurat
maupun tersirat. Penulis yang kini tinggal di Bandung ini amat piawai
membungkus nasihat dan pemahaman hidup dengan kemasan yang cantik, adanya amanat untuk
tetap optimis melanjutkan hidup dan bangkit dari keterpurukan.
KEKURANGAN BUKU
Pertama. Beberapa adegan tampak seperti cuplikan
film
Sah-sah saja
sebenarnya bagi seorang penulis untuk menarasikan (dengan penyesuaian) beberapa
cuplikan film. Hal seperti itu namanya influence (keterpengaruhan).
Hal tersebut wajar. Karena di dunia ini, sejatinya, tidak ada yang benar-benar
orisinal. Tentu ada unsur keterpengaruhan dari apa yang telah ada sebelumnya.
Hanya saja memang, bagi sebagian orang, termasuk peresensi, beberapa adegan
dalam novel ini mengingatkan pada beberapa cuplikan film action. Ingatan
yang sedikit merusak kedalaman fantasi imajinasi.
Kedua.
Kurang membahas penguasa shadow economy di negeri sendiri
Mengangakat isu penguasa shadow
economy di negeri ini lebih banyak bersinggungan dengan penguasa shadow
economy di negara lain, utamanya Hongkong dan Makau. Lalu bagaimana
persinggungan dengan penguasa shadow economy lainnya di dalam negeri?
Memang ada namun kurang tergarap maksimal. Mungkin ini sengaja untuk membatasi
cerita agar tak melebar ke mana-mana. Meski begitu jika
saja pembahasan tentang penguasa shadow economy dalam negeri lebih
disinggung tentu hal tersebut lebih mantap.
KESIMPULAN
Novel ini
menegaskan kemampuan sang penulis menulis genre ekonomi berbalut aksi (action).
Bahkan novel ini memiliki nilai plus dibandingkan novel bergenre mirip milik
penulis. Nilai plusnya ada pada pengangkatan kearifan lokal (Sumatra) dan
relijiusitas. Novel
ini direkomedasikan bagi siapa pun yang ingin memahami makna pulang yang
sesungguhnya. Tak sekadar pulang dalam artian kembali ke rumah dan
kampung halaman. Namun mengandung makna pulang yang dalam.
Pulang menuju hakikat kehidupan. Pulang ke arah kesejatian. Pulang, kembali
pada-Nya. Sang Pencipta.
Selamat membaca!
PENUTUP
Sebagai penutup, izinkan peresensi
menghadirkan beberapa kutipan berharga dari novel ini. Semoga bermanfaat.
“Hidup ini
adalah perjalanan panjang dan tidak selalu mulus. Pada hari ke berapa dan pada
jam ke berapa, kita tidak pernah tahu, rasa sakit apa yang harus kita lalui.
Kita tidak tahu kapan hidup akan membanting kita dalam sekali, membuat
tertunduk, untuk kemudian memaksa kita mengambil keputusan. Satu dua keputusan
membuat bangga, sedangkan sisanya lebih banyak menghasilkan penyesalan.“
(Halaman 262)
“Peluklah semuanya, Agam. Peluk erat-erat. Dekap seluruh kebencian itu. Hanya itu cara agar hatimu damai, Nak. Semua pertanyaan, semua keraguan, semua kecemasan, semua kenangan masa lalu, peluklah mereka erat-erat. Tidak perlu disesali, tidak perlu membenci, buat apa? Bukankah kita selalu bisa melihat hari yang indah meski di hari terburuk sekalipun?” (Halaman 339)
“Ketahuilah, Nak, hidup tidak pernah tentang mengalahkan siapa pun. Hidup ini
hanya tentang kedamaian di hatimu. Saat kau mampu berdamai, maka saat itulah
kau telah memenangkan seluruh pertempuran.” (Halaman 340)
Anita Tarmizi
Baturaja, 18 Juli 2019
#flpsumsel
#flpsumselmenulis
#tugasresensibuku
#tugasresensibuku
Senin, 25 Januari 2016
PUISIKU
-Aku, Kamu dan Tuhan-
Aku ingin mencintaimu karena ketampananmumenyejukkan setiap mata yang memandangnya tapi kemudian aku bertanya saat ketampananmu itu memudar ditempuh usia seberapa pudarkah kelak cintaku padamu?
Aku ingin mencintaimu karena sifatmu yang ceria menjadi semangat yang menyala di dalam hati ini tapi kemudian aku bertanya bila keceriaan itu kelam dirundung duka seberapa muram cintaku kan ada?
Aku ingin mencintaimu karena ramah hatimu memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu tapi kemudian aku bertanya kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka seberapa mampu cintaku memendam praduga?
Aku ingin mencintaimu karena cerdasnya dirimu membuatku yakin pada putusanmu tapi kemudian aku bertanya ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua seberapa bijak cintaku tuk tetap mengharapmu?
Aku ingin mencintaimu karena kemandirian yang kau miliki menyematkan rasa bangga ku yang mengenalmu tapi kemudian aku bertanya jika di tengah itu rasa manjamu tiba menyeruak seberapa cintaku tetap bersamamu?
Aku ingin mencintaimu karena ketampananmumenyejukkan setiap mata yang memandangnya tapi kemudian aku bertanya saat ketampananmu itu memudar ditempuh usia seberapa pudarkah kelak cintaku padamu?
Aku ingin mencintaimu karena sifatmu yang ceria menjadi semangat yang menyala di dalam hati ini tapi kemudian aku bertanya bila keceriaan itu kelam dirundung duka seberapa muram cintaku kan ada?
Aku ingin mencintaimu karena ramah hatimu memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu tapi kemudian aku bertanya kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka seberapa mampu cintaku memendam praduga?
Aku ingin mencintaimu karena cerdasnya dirimu membuatku yakin pada putusanmu tapi kemudian aku bertanya ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua seberapa bijak cintaku tuk tetap mengharapmu?
Aku ingin mencintaimu karena kemandirian yang kau miliki menyematkan rasa bangga ku yang mengenalmu tapi kemudian aku bertanya jika di tengah itu rasa manjamu tiba menyeruak seberapa cintaku tetap bersamamu?
One Step Closer
Satu kebahagiaan telah menghampiri keluarga kami diawal tahun 2016 ini. Ayukku tersayang akhirnya melepas masa lajang... sah.. alhamdulillah... 15 16 januari 2016 adalah hari bersejarah.. semoga sakinah mawaddah warahmah...
Selasa, 13 Januari 2015
MOTIVASI
BELAJAR
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Belajar merupakan suatu
proses yang berlangsung sepanjang hayat. Hampir semua kecakapan, keterampilan,
pengetahuan, kebiasaan, kegemaran dan sikap manusia terbentuk, dimodifikasi dan berkembang dari belajar menurut
Suryabrata (dalam Khodijah,2009 : 43) belajar adalah suatu aktivitas
mental/psikis dalam interaksi aktif dengan lingkungannya yang menghasilkan
perubahan dalam pengetahuan pemahaman, ketrampilan dan nilai sikap
Diantara berbagai
factor yang mempengaruhi belajar adalah motivasi dimana sering dipandang
sebagai factor yang cukup dominan. Setiap siswa yang tidak memiliki motivasi
dalam belajar akan mempengaruhi prestasinya di sekolah. Individu yang memiliki
motivasi belajar yang lebih tinggi akan mencapai hasil belajar yang lebih
tinggi dibandingkan dengan individu yang memiliki motivasi rendah atau tidak
memiliki motivasi sama sekali (Syah, Muhibbin, 1999).
Dalam hal belajar
siswa akan berhasil belajarnya kalau dalam dirinya ada kemauan untuk belajar,
keinginan atau dorongan inilah disebut motivasi. Motivasi adalah suatu konsep
yang digunakan untuk menjelaskan inisiasi, arah dan intensitas perilaku
individu. Motivasi merupakan kekuatan yang mendorong seseorang melakukan
sesuatu untuk mencapai tujuan, kekuatan ini dirangsang oleh adanya berbagai
macam kebutuhan seperti (1) keinginan yang hendak dipenuhi, (2) tingkah laku, (3)
tujuan dan (4) umpan balik. Hellriegel dan Slocum (dalam Khodijah, 2009: 146 ).
Dalam arti yang
lebih luas, motivasi diartikan sebagai pengaruh dari energi dan arahan terhadap
perilaku yang meliputi: kebutuhan, minat, sikap, nilai, aspirasi dan
perangsang. Kebutuhan dan dorongan untuk memuaskan kebutuhan tersebut merupakan
sumber utama motivasi. Gage dan Berliner (dalam
Khodijah, 2009: 149).
Dilihat dari
sumbernya, motivasi belajar ada dua jenis yaitu: (1) motivasi intrinsik dan (2)
ekstrinsik menurut Winkel (dalam Khodijah, 2009 : 150). Motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul
dari dalam diri orang yang bersangkutan tanpa rangsangan atau bantuan orang
lain. Seseorang yang secara intrinsik termotivasi akan melakukan pekerjaan
karena mendapatkan pekerjaan itu menyenangkan dan bisa memenuhi kebutuhannya,
tidak tergantung pada penghargaan eksplisit atau paksaan eksternal lainnya.
Misalnya seorang siswa belajar dengan giat karena ingin menguasai berbagai ilmu
yang dipelajari disekolahnya. Motivasi intrinsik dapat berupa kepribadian,
sikap, pengalaman, pendidikan atau berupa penghargaan dan cita-cita. Motivasi
ekstrinsik adalah motivasi yang timbul karena rangsangan atau bantuan orang
lain. Motivasi ekstrinsik disebabkan oleh keinginan untuk menerima ganjaran
atau pengindaran hukuman, motivasi yang terbentuk oleh factor-faktor ekstrenal
seperti ganjaran atau hukuman. Misalnya seorang siswa mengerjakan pekerjaan
rumah (pr) karena takut dihukum oleh guru.
Berdasarkan
keterangan diatas maka perlu adanya rumusan tentang pengaruh motivasi pada
keberhasilan belajar peserta didik baik di tinjau dari defenisi motivasi
belajar, peran guru dalam membangkitkan motivasi belajar siswa, teori-teori
yang berkaitan dengan motivasi belajar, jenis-jenis motivasi belajar serta
teknik-teknik dalam memotivasi siswa dalam belajar.
Minggu, 03 Maret 2013
PROPOSAL TESIS MODEL ASSURE
PENGARUH
PENERAPAN MODEL DESAIN PEMBELAJARAN ASSURE
TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR
SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 9 OKU
1.
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia.
Perubahan tersebut juga telah membawa
manusia
ke dalam era persaingan global yang semakin ketat. Agar mampu berperan dalam
persaingan global, maka sebagai bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya
manusia. Pendidikan merupakan salah satu
sarana
untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. Mengacu pada tujuan pendidikan nasional bahwa
pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk waktu serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa (
UU RI no. 20, Tahun 2003).
Keberhasilan pendidikan dipengaruhi
oleh perubahan dan pembaharuan dalam segala komponen pendidikan. Adapun
komponen yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan meliputi: kurikulum, sarana
dan prasarana, guru, siswa, model pembelajaran yang tepat. Semua komponen
tersebut saling terkait dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang
diinginkan (Djamarah, 2002:123).
Pembelajaran adalah proses yang
sengaja dirancang untuk menciptakan terjadinya aktivitas belajar dalam diri
individu. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan sesuatu yang bersifat
eksternal dan sengaja dirancang untuk mendukung terjadinya proses belajar
internal dalam diri individu. Dick dan Carey dalam Pribadi (2011:10-11)
mendefinisikan pembelajaran sebagai rangkaian peristiwa atau kegiatan yang
disampaikan secara terstruktur dan terencana dengan menggunakan sebuah atau
beberapa media.
Proses pembelajaran mempunyai tujuan
agar siswa dapat mencapai kompetensi seperti yang diharapkan. Untuk mencapai
kompetensi tersebut proses pembelajaran perlu dirancang secara sistematik
dan sistemik. Proses merancang aktivitas pembelajaran inilah disebut dengan
desain sistem pembelajaran.
Minggu, 23 Desember 2012
PENGEMBANGAN
MEDIA PRESENTASI INTERAKTIF
PADA MATA
PELAJARAN IPS TERPADU
MATERI EKONOMI KELAS
VIII SMP
A. PENDAHULUAN
Presentasi
adalah salah satu aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari hampir semua bidang
pekerjaan saat ini. Presentasi dilakukan pada rapat-rapat rutin, rapat kerja,
atau rapat tim dan panitia. Presentasi dilakukan pada saat penyampaian proposal
kerja ataupun laporan hasil pekerjaan tersebut. Presentasi produk untuk melakukan
penjualan. Guru mengajar dan dosen memberikan kuliah pada prinsipnya adalah
presentasi. Presentasi juga dilakukan pada acara-acara seminar, workshop, dan
pelatihan. Sebenarnya, hampir
semua jenis media pada dasarnya dibuat untuk disajikan atau dipresentasikan
kepada sasaran yang membedakan antara media presentasi dengan media pada
umumnya adalah bahwa pada media presentasi pesan/materi yang akan disampaikan
dikemas dalam sebuah program komputer dan disajikan melalui perangkat alat saji
(proyektor). Pesan/ materi yang dikemas bisa
berupa teks, gambar, animasi dan video yang dikombinasi dalam satu
kesatuan yang utuh.
Pada
dasarnya media presentasi yang menggunakan program komputer ini merupakan
pengembangan lebih lanjut dari media transparansi yang disajikan melalui OHP.
Berbeda dengan transparansi OHP yang tidak bisa menampilkan unsur audio visual, dengan media presentasi melalui program komputer ini, kita bisa menampilkan unsur
audio-visual dalam pembelajaran. Berkat keefektifannya dalam menyajikan pesan,
maka saat ini media presentasi banyak diaplikasikan untuk keperluan pendidikan
dan pembelajaran. Tentu saja ini bukan berarti bahwa media presentasi merupakan
media yang paling cocok untuk semua materi dan topik pembelajaran.
Media
presentasi yang paling canggih adalah media yang dapat menyampaikan lima macam
bentuk informasi : gambar , garis, simbol, suara dan gerakan. Media itu adalah
gambar hidup (film) dan televisi/video (Miarso, 2011: 463). Secara metode
konvensional guru sangat berpengaruh pada proses pembelajaran. Namun sekarang ini untuk mengatasi masalah
tersebut, terdapat teknologi agar peserta didik mampu bereksplorasi lebih luas
untuk belajar. Teknologi
yang diwujudkan dalam media pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan
dengan pembelajaran yang lebih bervariasi dan menarik.
Media
presentasi interaktif saat ini sedang marak di pakai oleh para pengajar dalam
rangka meningkatkan kualitas penyajian materi pembelajaran dikelas. Media
presentasi yang dimaksudkan disini adalah media presentasi power point yang
dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi menarik dan interaktif.
Interaktif disini maksudnya adalah penggabungan antara media power point biasa
dengan audio, animasi, gambar, musik dan video yang bisa di operasikan secara
langsung oleh siswa.
Media
presentasi interaktif yang dimaksudkan penulis disini berbeda dengan apa yang
disebut dengan multimedia interaktif. Kita ketahui bahwa multimedia interaktif
adalah media pembelajaran yang lebih kompleks dan lengkap. Biasanya dalam
penyajiannya multimedia interaktif tidak hanya memakai media presentasi tapi
lebih cenderung ke bentuk CD/DVD pembelajaran, pembuatannya pun lebih sulit
dibanding dengan pembuatan media presentasi interaktif. Media presentasi interaktif
hanya memanfaatkan dan memodifikasi dari aplikasi MS power point yang telah
ada, sedangkan multimedia interaktif pembuatannya membutuhkan banyak proses,
banyak aplikasi – aplikasi yang digunakan, dibutuhkan skill, serta expert media
yang berpengalaman.
Berdasarkan
pemikiran di atas, rumusan masalah dalam makalah ini meliputi: Bagaimanakah
langkah perancangan media
presentasi interaktif
pada
pelajaran IPS Terpadu SMP.
Untuk rumusan masalah di atas, tentunya penulisan
makalah ini memiliki tujuan sebagai berikut, yaitu: untuk
mengetahui langkah-langkah perencanaan pengembangan media presentasi interaktif
pada pelajaran IPS Terpadu
SMP. Selanjutnya, diharapkan penulisan makalah ini
memiliki manfaat ilmiah dalam memahami dan mengetahui
langkah-langkah perencanaan dan
pengembangan media presentasi interktif dengan baik.
B. PEMBAHASAN
Pengembangan media presentasi harus dilakukan sesuai
dengan prinsip-prinsip pengembangan media pembelajaran. Beberapa prinsip
berikut perlu dipertimbangkan ketika akan mengembangkan media presentasi:
·
Dikembangkan
sesuai dengan prosedur pengembangan instruksional.
Karena pada dasarnya media presentasi yang kita bahas
di modul ini adalah untuk keperluan pembelajaran. Jika kita tidak menerapkan
prinsip ini, maka bahan presentasi yang kita hasilkan akan menjadi tidak efetif
untuk mencapai tujuan pembelajaran.
·
Media
presentasi berfungsi hanya
sebagai alat bantu mengajar.
Media presentasi kurang cocok digunakan sebagai bahan
belajar yang bersifat pengayaan, karena bukan merupakan media pembelajaran yang akan
dipelajari secara mandiri oleh sasaran. Ini berbeda dengan program multimedia interaktif. Oleh karena itu
pesan-pesan yang disajikan dalam media presentasi sebaiknya dibuat secara garis
besar dan tidak rinci, sebab penjelasan secara rinci akan disajikan oleh penyajinya atau guru.
·
Menggunakan
secara maksimal segala potensi dan karakteristik yang dimiliki oleh media presentasi.
Unsur-unsur yang perlu didayagunakan pada pembuatan
media presentasi ini antara lain memiliki kemampuan untuk menampilkan teks, gambar, animasi, dan
unsur audio-visual. Sedapat mungkin unsur-unsur tersebut dapat dimanfaatkan
secara maksimal dalam pembuatan media presentasi yang akan dibuat.
·
Prinsip kebenaran materi dan kemenarikan sajian.
Materi yang disajikan harus benar substansinya dan disajikan secara menarik pula.
Ada
dua cara yang bisa Anda gunakan untuk mengembangkan materi bahan presentasi,
yaitu menggunakan peta pikiran (mind
mapping) dan menulis naskah media presentasi.
a. Proses Menggunakan Peta Pikiran
(Mind Mapping)
Anda
dapat menggunakan peta pikiran (mind
mapping) untuk mengorganisasikan bahan presentasi. Perhatikan contoh peta
pikiran berikut ini:
b.
Proses Pembuatan Naskah Media Presentasi
Pada tahap ini ada beberapa proses yang harus
dilakukan agar dapat menghasilkan media presentasi interaktif yang
dinginkan. Tahap –tahap tersebut antara
lain :
ü
Melakukan
analisis kebutuhan dan karakteristik siswa
ü
Melakukan
analisis kurikulum dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang berguna
dalam penentuan topik pembahasan materi.
ü
Membuat
peta materi pembelajaran yang akan dituangkan kedalam media presentasi
interaktif
ü
Membuat
bagan alir (Flowchart) dari materi pokok yang akan dibuat media presentasinya.
ü
Membuat
naskah frame per frame dari sebagai gambaran awal pembuatan media presentasi
interaktif.
ü
Membuat
media presentasi interaktif.
ü
Tahap Analisis Kebutuhan dan Karakteristik Siswa
Sebuah perencanaan
media di dasarkan atas kebutuhan (need), apakah kebutuhan itu? Salah
pembelajaran satu indicator adanya
kebutuhan karena dalamnya terdapat kesenjangan. Kesenjangan adalah adanya
ketidaksesuaian antara apa yang seharusnya atau apa yang diharapkan dengan apa
yang terjadi. Dalam pembelajaran yang dimaksud dengan kebutuhan adalah adanya
kesenjuangan antara kemampuan, keterampilan dan sikap siswa yang kita inginkan
dengan kemampuan, keterampilan dan sikap siswa yang mereka miliki sekarang.
Guru haruslah memilih media yang
tepat dengan materi yang dibahas siswa dapat menterjemahkan isi pesan itu ke
dalam ranah - ranah kognitif karena dari situlah sumber kompetensi baginya dan
haluan evaluasi bagi guru. Media pembelajaran dapat mengkomunikasikan materi
pembelajaran pada peserta didik guna
memberikan rangsangan terhadap pikiran, perhatian dan minat agar siswa dapat
berpikir secara kritis dalam menganalisa
materi yang diberikan.
Karena pada hakikatnya Pembelajaran adalah upaya
menciptakan kondisi dengan sengaja agar tujuan pembelajaran dapat dipermudah
pencapaiannya. Dalam kegiatan pembelajaran perlu dipilih strategi (media) yang
tepat agar tujuan pembelajaran dapat dicapai diharapkan siswa dapat mendapatkan
pengalaman yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dinginkan
yaitu adanya perubahan tingkah laku (Prawiradilaga dan Siregar, 2008:4).
ü
Tahap Analisis Kurikulum (RPP)
Yaitu melakukan
analisis terhadap standar isi, terutama pada standar kompetensi dan kompetensi
dasar dilanjutkan dengan analisis instruksional, analisis karekteristik dan
perilaku siswa, perumusan/penulisan indikator, dan tujuan pembelajaran sampai
pada evaluasi formatif.
Standar kompetensi :
Memahami
Kegiatan Ekonomi Masyarakat
Kompetensi Dasar
Mengidentifikasi Bentuk Pasar Dalam
Kegiatan Ekonomi Masyarakat
Indikator Pencapaian Kompetensi
ü Menjelaskan
pengertian, fungsi, dan peranan pasar bagi masyarakat
ü Mengidentifikasikan
syarat-syarat terjadinya pasar
ü Mengklasifikasi
macam-macam pasar beserta contohnya masing-masing
ü Mengidentifikasi
ciri-ciri pasar konkret dan pasar abstrak
ü Mengidentifikasi
kegunaan pasar kongkret bagi kegiatan ekonomi masyarakat
Untuk lebih jelas dan terperinci dapat dilihata dari
rencana pelaksanaan pembelajaran berikut ini :
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama
Sekolah :
............................
Mata
Pelajaran : Ilmu Pengetahuan
Sosial
Kelas
/ Semester : VIII / 1 (satu)
Standar Kompetensi : 4. Memahami kegiatan ekonomi masyarakat
Kompetensi Dasar
: 4.3.Mengidentifikasi bentuk pasar dalam
kegiatan ekonomi masyarakat
Alokasi Waktu : 6 X 40 menit (3x
pertemuan)
Indikator
:
ü Menjelaskan
pengertian Pasar
ü Menjelaskan fungsi, dan peranan
pasar bagi masyarakat
ü Mengidentifikasikan
syarat-syarat terjadinya pasar
ü Mengklasifikasi
macam-macam pasar beserta contohnya masing-masing
A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah
selesai kegiatan pembelajaran, siswa dapat :
· Menjelaskan
pengertian, fungsi, dan peranan pasar bagi masyarakat
· Mengidentifikasikan
syarat-syarat terjadinya pasar
· Mengklasifikasi
macam-macam pasar beserta contohnya masing-masing
· Mengidentifikasi
ciri-ciri pasar konkret dan pasar abstrak
· Mengidentifikasi
kegunaan pasar kongkret bagi kegiatan ekonomi masyarakat
v Karakter siswa
yang diharapkan :
· Disiplin ( Discipline
)
· Rasa hormat dan perhatian ( respect )
· Tekun ( diligence
)
· Tanggung jawab ( responsibility
)
· Ketelitian ( carefulness)
B. Materi Ajar
·
Pasar
·
Pengertian pasar
·
macam-macam pasar
·
kegunaan pasar kongkret bagi kegiatan
ekonomi masyarakat
C. Metode Pengajaran :
·
Ceramah bervariasi
·
Tanya jawab
·
Diskusi
·
Simulasi
·
Inquiri
·
Observasi / Pengamatan
D. Langkah-langkah Kegiatan
Pertemuan
1-2
Materi :
Ü Pengertian pasar
Ü syarat-syarat
terjadinya pasar
Ü faktor-faktor
penyebab meluasnya pasar
Pendahuluan :
Ü Memeriksa
kehadiran siswa, kebersihan dan kerapihan kelas
Ü Memberikan
motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
Ü Apersepsi (
pengetahuan prasarat ) :
•
Apakah kamu pernah berbelanja di pasar?
•
Barang-barang apa saja yang diperjualkan dipasar?
•
Dipasar tradisional bisa kita ketahui adanya penjual, pembeli dan barang dagangan
Kegiatan Inti :
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan
eksplorasi, guru:
F Guru menjelaskan
mengenai pasar
F melibatkan
peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan
belajar dari aneka sumber;
F menggunakan
beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
F memfasilitasi
terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru,
lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
F melibatkan
peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
F memfasilitasi
peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
§ Elaborasi
Dalam kegiatan
elaborasi, guru:
F membiasakan
peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu
yang bermakna;
F memfasilitasi
peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
F memberi
kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak
tanpa rasa takut;
F memfasilitasi
peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
F memfasilitasi
peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
F memfasilitasi
peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan Siswa
diminta memberikan contoh penyimpangan sosial dalam masayrakat dan upaya
pemecahannya
F Tanya jawab
tentang syarat-syarat pasar
F tanya jawab
mengenai faktor-faktor yang menyebabkan perluasan pasar
F siswa diminta
menyebutkan fungsi pasar bagi konsumen dan produsen
F memfasilitasi
peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
F memfasilitasi
peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang
dihasilkan;
F memfasilitasi
peserta didik melakukan kegiatan yang
menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
§ Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F Guru bertanya
jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F Guru bersama
siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
F bersama-sama
dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
F melakukan
penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara
konsisten dan terprogram;
F memberikan umpan
balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
F merencanakan
kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan,
layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik
Pertemuan
3
Materi
: - Macam-macam pasar dan contoh-contohnya
Ü Perbedaan pasar
konkrit dan pasar abstrak
Ü kegunaan pasar
kongkret bagi kegiatan ekonomi masyarakat
Pendahuluan
Ü Memeriksa
kehadiran siswa, kebersihan dan kerapihan kelas
Ü Motivasi, dapat
dilakukan dengan mengajukan pertanyaan misalnya :
Ü Apakah kamu
pernah mengunjungi PRJ ?
Ü Sebutkan
nama-nama pasar yang kamu ketahui ?
Ü Apakah di
Indonesia ada bursa efek, jelaskan ?
Ü Apersepsi (
pengetahuan prasarat ) :
Ü Pengertian
pasar.
Ü Manfaat pasar bagi
masyarakat
Kegiatan Inti
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan
eksplorasi, guru:
F Mengidentifikasi
kegunaan pasar kongkret bagi kegiatan ekonomi masyarakat
F melibatkan
peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan
belajar dari aneka sumber;
F menggunakan
beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
F memfasilitasi
terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru,
lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
F melibatkan
peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
F memfasilitasi
peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
§ Elaborasi
Dalam kegiatan
elaborasi, guru:
F membiasakan
peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu
yang bermakna;
F memfasilitasi
peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
F memberi
kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak
tanpa rasa takut;
F memfasilitasi
peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
F memfasilitasi
peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
F memfasilitasi
peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan Siswa
diminta memberikan contoh penyimpangan sosial dalam masayrakat dan upaya
pemecahannya
F Guru memandu
siswa untuk melaksanakan diskusi, dan semua kelompok dipersilahkan untuk
mengatur tempat duduk, pembagian tugas menulis hasil diskusi dan berdiskusi.
F Masing-masing
kelompok mendiskusikan tentang :
F Macam-macam pasar
dan contoh-contohnya
F Mempresentasikan
hasil diskusi dari masing-masing kelompok
F Melakukan
penilaian dari hasil pengamatan pelaksanaan diskusi dan presentasi
F memfasilitasi
peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
F memfasilitasi
peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang
dihasilkan;
F memfasilitasi
peserta didik melakukan kegiatan yang
menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
§ Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F memberikan umpan
balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah
terhadap keberhasilan peserta didik,
F memberikan
konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui
berbagai sumber,
F memfasilitasi
peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah
dilakukan,
F memfasilitasi
peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai
kompetensi dasar:
Ø berfungsi
sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang
menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
Ø membantu
menyelesaikan masalah;
Ø memberi acuan
agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
Ø memberi
informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
Ø memberikan
motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
F Membuat
kesimpulan bersama-sama dari hasil diskusi
F Melakukan tes /
pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas
F Memberikan tugas
induvidual agar siswa mencari data dari koran/majalah/media lainnya dan
mengelompokkan mana yang termasuk :
Ø pasar konkrit
Ø pasar abstrak
Ø pasar harian
Ø pasar tahunan
Ø pasar daerah
Ø pasar
internasional
E. Sumber Belajar
Ü Buku Platinum
Pembelajaran IPS terpadu
Ü Koperasi/ kantin
sekolah
Ü Pasar
Ü Koran
Ü Kegiatan di
pasar bursa melalui tayangan di media cetak/ elektronik
Ü Swalayan
Ü Presentasi Interaktif
F. Penilaian Hasil Belajar
|
Indikator Pencapaian
Kompetensi
|
Penilaian
|
||
|
Teknik
|
Bentuk
Instrumen
|
Contoh
Instrumen
|
|
|
Ü
Mendeskripsikan pengertian, fungsi,
dan peranan pasar bagi masyarakat
Ü
Mengidentifikasi
syarat-syarat terjadinya pasar
Ü
Mengklasifikasi macam-macam pasar beserta contohnya masing-masing
Ü
Mengidentifikasi
ciri -ciri pasar konkrit dan pasar abstrak serta menyebutkan
contoh-contohnya
Ü
Mendemonstrasikan
/simulasi kegiatan jual
beli di suatu pasar
|
Tes tulis
Tes Lisan
Penugasan
Tes tulis
Observasi
Tes tulis
|
Tes pilihan ganda
Lembar pertanyaan
Tes Uraian
Tes Uraian
Lembar observasi
Tes Lisan
Tes pilihan ganda
|
Ü
Berikut ini yang bukan fungsi pasar, adalah pasar
sebagai sarana ..
a. distribusi
c. promosi
b. produksi
d. pembentuk harga
Ü
Sebutkan 4 syarat
terjadinya pasar
Ü
Sebutkan macam-macam
pasar menurut waktu pelaksanaannya
Ü
Jelaskan ciri-ciri pasar konkrit dan pasar abstrak
Ü
Lakukan simulasi kegiatan jual beli di pasar,
bandingkan bagaimana harga barang yang laku dan yang tidak laku ?
Ü Apakah perlunya pasar bagi keluargamu ?
Ü Apa saja yang bisa kamu saksikan/kamu lihat di pasar ?
Ü Apa tujuan para pedagang berjualan di pasar ?
Ü Apakah nama pasar yang terdekat dengan sekolah kita ?
Ü
Bisakah kantin
sekolah disebut sebagai pasar ?
Ü Sebelum terjadinya transaksi jual beli, biasanya
penjual dan pembeli melakukan kegiatan .......
Ü Pasar yang hanya menyediakan contoh barang yang
diperdagangkan disebut pasar .........
Ü Pedagang yang membawa dagangan seperti di bus-bus
kota/di tempat tempat ramai disebut pedagang ...............
Ü Bagi produsen pasar bisa dijadikan tempat
memperkenalkan hasil produksi terutama
Ü produk-produk merk baru, hal ini berarti pasar
berfungsi .........................
Ü Menurut barang yang diaperjualbelikan, pasar
tradisional termasuk pasar .........................
Ü
Mana pengertian pasar yang paling sesuai dengan
ilmu ekonomi ....
a. tempat penjual dan pembeli
melakukan transaksi jual beli
b. kesepakatan yang dibuat bersama
antara penjual dan pembeli
c. bertemunya permintaan dan penawaran
atas barang yang diperdagangkan
d. tempat berkumpulnya banyak orang
untuk mendapatkan kebutuhan
Ü
Terjadinya pasar harus
memenuhi syarat-syarat berikut, kecuali ....
a. ada penjual dan pembeli
b. terjadi transaksi jual beli
c. ada barang yang diperdagangkan
d. ada kegiatan tawar menawar
Ü
Produsen bisa
menggunakan pasar untuk mengenalkan barang hasil produksi merek baru,sehingga
barang tersebut dikenal oleh masyarakat luas.Pernyataan tersebut menunjukkan
pasar berfungsi sebagai ....
a. sarana distribusi
b. sarana produksi
c. sarana promosi
d. pembentuk harga
Ü
Segala kebutuhan
sehari-hari bisa diperoleh dipasar, hal ini berarti sesuai dengan peranan
pasar bagi ....
a. pemerintah
b. produsen
c. sumber daya manusia
d. konsumen
Ü
Salah satu pernyataan berikut bukan fungsi pasar, yaitu sebagai sarana ....
a. distribusi
b. produksi
c. promosi
d. pembentuk harga
Ü
Pasar tradisional termasuk kategori pasar ....
a. konkrit
b. abstrk
c. sumber daya
d. regional
Ü
Jika kita membeliu sesuatu tidak perlu melakukan tawar menawar dengan penjual, maka
kita bisa ke pasar ....
a. tradisional
b. konkrit
c. swalayan
d. abstrak
Ü Pasar barang konsumsi menyediakan ....
a. bahan baku industri
b. alat keperluan kantor
c. barang kebutuhan sehari-hari
d. surat-surat berharga
Ü Salah
satu pasar tahunan yang ada di Indonesia antara lain ....
a. PRJ di - dan sekatenan di
Yogyakarta
b. Pasar Klewer di Solo dan Pasar Turi
di Surabaya
c. Pasar Pagi Manggadua dan Glodok di
-
d. Pasar Swalayan dan Hipermarket di
Medan
Ü Pasar
yang hanya menyediakan contoh komoditi dan penjual sertapembelinyatidak perlu bertemu,
merupakan ciri dari pasar ....
a. tradisional
b. konkrit
c. swalayan
d. abstrak
|
|
Mengetahui,
Kepala
Sekolah ..................
(
…………………………………. )
|
|
Palembang, 20 Desember 2012
Guru
Mapel IPS,
(
Anita Adesti, S.Pd.)
|
3. Membuat Peta Materi
MATA PELAJARAN: IPS TERPADU SMP MATERI EKONOMI
Kelas: VII/Semester I
Penulis: Anita Adesti
|
PASAR
|
|
PERANAN PASAR
|
|
FUNGSI PASAR
|
|
PENGERTIAN PASAR
|
|
LATIHAN
|
|
TES
|
|
1. Bagi Konsumen
2. Bagi produsen
3. Bagi pembanguan
4. Bagi SDM
|
|
SYARAT
TERBENTUKNYA PASAR
|
|
1. Ada
Penjual dan Pembeli
2. Ada
barang dan jasa
3. Ada
interaksi
4. Ada
harga kesepakatan
|
|
BENTUK – BENTUK
PASAR
|
|
soal
|
|
soal
|
|
1. Fungsi Distribusi
2. Fungsi Pembentukan Harga
3. Fungsi Promosi
|
Menu : Peta
Materi No. Frame :
BAGAN BENTUK BENTUK PASAR
|
PASAR
|
|
FISIK
|
|
Barang Yang
Diperjualbelikan
|
|
Luas Kegiatan
Distribusi
|
|
Waktu Terjadinya
|
|
Struktur
|
|
1. Pasar Nyata
2. Pasar Abstrak
|
|
1. Pasar Barang Konsumsi
2. Pasar Barang Produksi
|
|
1. Pasar Lokal
2. Pasar Nasional
3. Pasar Internasional
|
|
1. Pasar Harian
2. Pasar Mingguan
3. Pasar Bulanan
4. Pasar Tahunan
|
|
1. Persaingan sempurna
2. Monopoli dan monopsoni
3. Oligopoli dan oligopsoni
4. monopolistik
|
4. Membuat
Flow Chart
|
KOMPETENSI
|
|
TES
|
|
LATIHAN
|
|
MATERI
|
|
Judul
materi diikuti Foto
|
|
SOAL
|
|
DEFINISI PASAR
|
|
SYARAT TERBENTUKNYA
PASAR
|
|
BENTUK – BENTUK PASAR
|
|
FUNGSI DAN PERANAN
PASAR
|
|
SOAL
|
|
RESPON +
|
|
FEEDBACK
|
5. Membuat Naskah Media Presentasi Interaktif
NASKAH
MEDIA PRESENTASI INTERAKTIF
Topik/Judul : Beranda No.
Halaman :
2
Menu :
PASAR No.
Slide : 2
Sub Menu : -
|
Tampilan
|
Narasi
Musik Latar
|
|
Keterangan Tampilan
di
berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD, Materi, Latihan, Evaluasi dan penyusun.
|
Keterangan Animasi
Masing-masing tombol
dapat di aktif, bila di klik tombol next akan tambil slide berikutnya
|
Topik/Judul : No.
Halaman :
3
Menu :
SK , KD dan Indikator No.
Frame : 3
Sub Menu : -
|
Tampilan
|
Narasi
Standar Kompetensi
4. Memahami
kegiatan ekonomi masyarakat
Kompetensi Dasar :
4.3.Mengidentifikasi
bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat
Indikator
1.
Menjelaskan
pengertian pasar
2.
Menjelaskan fungsi, dan peranan pasar bagi masyarakat
3.
Mengidentifikasikan
syarat-syarat terjadinya pasar
4.
Mengklasifikasi
macam-macam pasar beserta contohnya masing-masing
|
|
Keterangan Tampilan
di
berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD, Materi,Latihan, Evaluasi dan Penyusun.
|
Keterangan Animasi
Jika
di klik menu SK – KD akan muncul SK dan KD yang akan di capai.
|
Topik/Judul : Apersepsi No.
Halaman :
4
Menu :
PASAR No.
Slide : 4
Sub Menu : -
|
Tampilan
|
Narasi
Pernahkah kalian pergi ke pasar? Dalam pembelajaran
kita kali ini, kita akan mempelajari tentang ekonomi masyarakat yaitu :
“PASAR “
|
|
Keterangan Tampilan
di
berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD, Materi, Latihan, Evaluasi dan penyusun.
|
Keterangan Animasi
Pada Video Apersepsi disiapkan Hypelink ke video
|
Topik/Judul : Definisi Pasar No.
Halaman :
5
Menu :
Materi No.
Slide : 5
Sub Menu :
|
Tampilan
|
Narasi
Pasar menurut ilmu ekonomi
adalah: Tempat bertemunya permintaan
dan penawaran baik secara langsung maupun tak langsung sehingga terbentuk
harga pasar. Harga pasar sendiri terbentuk dari adanya permintaan dari
pembeli dan penawaran dari penjual. Jadi pasar tidak harus berbentuk
bangunan, gedung, atau lokasi tertentu.
|
|
Keterangan Tampilan
di
berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD,
Materi,Latihan,
Evaluasi dan penyusun.
|
Keterangan Animasi
Gambar Gambar tentang Pasar
|
Topik/Judul : Fungsi dan Peranan Pasar No.
Halaman :
6
Menu :
Materi No.
Slide : 6
Sub Menu :
|
Tampilan
|
Narasi
FUNGSI
PASAR
• Fungsi Distribusi
• Fungsi Pembentukan Harga
• Fungsi Promosi
PERANAN PASAR
• Bagi Konsumen
• Bagi Produsen
• Bagi Pembangunan
• Bagi Sumberdaya Manusia
|
|
Keterangan Tampilan
di
berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD,
Materi, Latihan, Evaluasi dan penyusun.
|
Keterangan Animasi
Video tentang
Fungsi dan Peranan Pasar
|
Topik/Judul : Syarat Terbentuknya Pasar No.
Halaman :
7
Menu :
Materi No.
Slide : 7
Sub Menu :
|
Tampilan
|
Narasi
Syarat terbentuknya Pasar antara lain :
1. Ada Penjual dan Pembeli
2. Terdapat Barang dan Jasa
3. Ada Interaksi Penjual dan
Pembeli
4. Ada Harga Kesepakatan
|
|
Keterangan Tampilan
di
berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD,
Materi, Latihan, Evaluasi dan penyusun.
|
Keterangan Animasi
Ganbar – Gambar Sesuai Point terbentuknya pasar.
|
Topik/Judul : Bentuk Bentuk Pasar No.
Halaman :
8
Menu :
Materi No.
Slide : 8
Sub Menu : Bagan bentuk – bentuk pasar
|
Tampilan
|
Narasi :
Perhatikan Bagan pembagian bentuk pasar berikut ini.
Pasar dibagi dalam lima kategori yaitu:
ü
Pasar berd. Fisik
ü
Pasar berd. barang yang diperjualbelikan
ü
Pasar berd. luas distribusi
ü
Pasar berd. waktu dan tempat terjadinya
ü
Pasar berd. Struktur atau komponen penyusun pasar
|
|
Keterangan Tampilan
di
berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD,
Materi, Latihan, Evaluasi dan penyusun.
|
Keterangan Animasi
Bagan Bentuk – bentuk Pasar
|
Topik/Judul : Bentuk Bentuk Pasar No.
Halaman :
9
Menu :
Materi No.
Slide : 9
Sub Menu : Contoh – Contoh Pasar 1
|
Tampilan
|
Narasi :
Untuk Lebih Jelasnya silahkan KLIK pada kolom contoh pasar beriukut ini dan simaklah video yang
ditampilkan.
|
|
Keterangan Tampilan
di
berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD,
Materi, Latihan, Evaluasi dan penyusun.
|
Keterangan Animasi
Masing Masing shape contoh pasar di Hyperlink ke
video contoh pasar yang di maksudkan.
|
Topik/Judul : Bentuk Bentuk Pasar No.
Halaman :
10
Menu :
Materi No.
Slide : 10
Sub Menu : Contoh – Contoh Pasar 2
|
Tampilan
|
Narasi :
Tidak Ada Narasi
|
|
Keterangan Tampilan
di
berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD,
Materi, Latihan, Evaluasi dan penyusun.
|
Keterangan Animasi
Masing Masing shape contoh pasar di Hyperlink ke
video contoh pasar yang di maksudkan.
|
Topik/Judul : Bentuk Bentuk Pasar No.
Halaman :
11
Menu :
Materi No.
Slide : 11
Sub Menu : Contoh – Contoh Pasar 3
|
Tampilan
|
Narasi :
Tidak Ada Narasi
|
|
Keterangan Tampilan
di
berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD,
Materi, Latihan, Evaluasi dan penyusun.
|
Keterangan Animasi
Masing Masing shape contoh pasar di Hyperlink ke
video dan animasi Flash contoh pasar yang di maksudkan.
|
Topik/Judul : Latihan Soal No.
Halaman :
12
Menu :
Soal Latihan No.
Slide : 12
Sub Menu :
|
Tampilan
|
Narasi :
Tidak Ada Narasi
Musik Latar
|
|
Keterangan Tampilan
Lembar kerja latihan siswa pada lembar wordshare
quiz creator.
|
Keterangan Animasi
Latihan Soal dibuat dengan software Wondershare Quiz
Creator sebanyak 10 soal pilihan ganda dengan waktu penyelesain 15 menit
dingan total skor 100.
|
Topik/Judul : Evaluasi Kompetensi No.
Halaman :
13
Menu :
Soal Evaluasi No.
Slide : 13
Sub Menu :
|
Tampilan
|
Narasi :
Tidak Ada Narasi
Musik Latar
|
|
Keterangan Tampilan
Lembar kerja Evaluasi siswa pada lembar wordshare
quiz creator.
|
Keterangan Animasi
Latihan Soal dibuat dengan software Wondershare Quiz
Creator sebanyak 10 soal pilihan ganda dan 5 soal essay dengan waktu
penyelesain 60 menit dingan total skor 150 poin.
|
Setelah
pembuatan naskah media presentasi interaktif selesai maka langkah selanjutnya
adalah tahap Tes Uji Coba. Pada
tahap ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pembuat naskah dalam
mengembangkan media presentasi interaktif antara lain :
a.
Prinsip
Multimedia: orang belajar lebih baik dari gambar
dan kata daripada sekedar kata-kata saja.
b.
Prinsip
Kesinambungan Spasial: Orang belajar lebih baik ketika kata
dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan
berjauhan atau spasial.
c.
Prinsip
Kesinambungan Waktu: Orang belajar lebih baik ketika kata
dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan
bergantian atau setelahnya.
d.
Prinsip
Koherensi: Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar,
suara, video, animasi digunakan secara relevan untuk mendukung pembelajaran.
e.
Prinsip
Modalitas: Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi
(termasuk video) daripada dari animasi plus teks pada layar.
f.
Prinsip
Redudansi: Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi
(termasuk video), daripada animasi, narasi plus teks pada layar (redundan).
g.
Prinsip
Personalisasi: Orang belajar lebih baik dari teks
atau kata-kata yang bersifat komunikatif daripada kalimat yang bersifat formal.
h.
Prinsip
Interaktivitas: Orang belajar lebih baik ketika ia
dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif:
simulasi, game, branching).
i.
Prinsip
Sinyal: Orang belajar lebih baik ketika kata-kata diikuti
dengan cue, highlight, penekanan yang
relevan terhadap apa yang disajikan.
j.
Prinsip
Perbedaan Individual: Gunakan multimedia (kombinasi antar
teks, gambar, grafik, audio/narasi, animasi, simulasi, video) secara efektif
untuk mengakomodir perbedaan modalitas belajar.
Setelah diujicobakan maka sampailah kita pada Tahap Revisi Dan Penilaian. Tahap ini
bertujuan untuk mengetahui kekuarangan yang ada dalam media presentasi yang
telah dibuat. Karena tanpa kita sadari seringkali melakukan
beberapa kesalahan yang dapat berakibat fatal. Ada beberapa kesalahan yang harus kita hindari saat membuat media
presentasi, yaitu:
a. Memindahkan
semua teks dari buku atau file word.
b. Menggunakan
font (jenis huruf) yang kurang tepat.
c. Menggunakan
foto, clip art, gambar, dll yang
kurang sesuai, sehingga slide menjadi penuh dan ramai.
d. Semua
objek pada slide (tulisan dan gambar) diberikan animasi. Semua objek pada slide
diberikan efek suara, sehingga menjadi berisik.
e. Untuk
menghindari kesalahan-kesalahan tersebut di atas, pada saat menulis peta materi
atau naskah, sebaiknya Anda pikirkan secara mendalam materi apa saja yang perlu
diberikan animasi, efek suara, foto, clip art, image, dll. Perlu diingat juga
untuk menggunakan prinsip 5 pointer (maksimal 6 pointer) dalam setiap slide
presentasi, untuk menghindari kesalahan di atas.
C. PENUTUP
1.
Kesimpulan
Proses Pembuatan Naskah Media Presentasi ada beberapa proses yang harus
dilakukan agar dapat menghasilkan media presentasi interaktif yang dinginkan.
Tahap –tahap tersebut antara lain :
ü
Melakukan
analisis kebutuhan dan karakteristik siswa
ü
Melakukan
analisis kurikulum dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang berguna
dalam penentuan topik pembahasan materi.
ü
Membuat
peta materi pembelajaran yang akan dituangkan kedalam media presentasi
interaktif
ü
Membuat
bagan alir (Flowchart) dari materi pokok yang akan dibuat media presentasinya.
ü
Membuat
naskah frame per frame dari sebagai gambaran awal pembuatan media presentasi
interaktif.
ü
Membuat
media presentasi interaktif, Uji Coba, Revisi dan Hasil Produksi (PRODUK)
2. Saran
Kepada
para rekan – rekan pengajar dan desainer pembelajaran diharapkan agar kita
sebagai pengajar bisa membuat setidaknya merancang media pembelajaran terbaik
yang dapat kita gunakan dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini penulis
menyarankan bahwa media presentasi interaktif ini sangat baik untuk di pakai
dalam proses belajar mengajar. Pembuatannya pun praktis dan bisa dilakukan oleh
setiap pengajar. Berlatih dan terus belajar adalah kunci kesuksesan kita
sebagai pengajar yang berkualitas dan menghasilkan siswa yang berkualitas pula.
Semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua.
REFERENSI
Tutorial
Powerpoint 2007. Http://www.sfg.uvic.ca/tutorials/powerpoint-handout07.pdf diunduh 14 Desember 2012
Miarso,
Yusuf Hadi. (2011). Menyemai benih
teknologi pendidikan. Jakarta: kencana prenanda media group.
Muliana,
I Wayan. Membuat media presentasi bahan
ajar menggunakan powerpoint 2007.Http://www.psb-psma.org/content/blog/3340-tutorial-powerpoint2007-untuk-presentasi-pembelajaran
Sadiman,
Arief dkk. 2008. Media pendidikan,
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Smaldino,&
lowter dan russel. (2011).
Instruksional Technology & Media for
Learning. Jakarta: Kencana Prenanda Media Group.
Langganan:
Postingan (Atom)





