Laman

PENGUNJUNG

Minggu, 19 Juli 2020


MARI BERGABUNG BERSAMA KAMI, DATANG, DAFTAR DAN BUKTIKAN !

Sabtu, 21 September 2019

MINDER? KE LAUT AJA !


MINDER? KE LAUT AJA !

Cerita ini adalah sebuah kenangan lama yang sudah bertahun tahun lalu saya alami. Dimulai saat saya masuk SMA tahun 2001, saya lulusan SMP Negeri yang berlokasi di desa yang bagi orang kota kala itu anak desa disebut “jeme dusun” dengan stigma sedikit buruk yaitu : primitif, ketinggalan zaman, norak, bodoh dan tidak menarik. Kesal? Pasti! Sakit hati? Tentu! Tetapi fase inilah yang membuat saya selalu tersenyum, kenangan itu menjadi cerita paling menginspirasi hidup saya hingga saat ini. Masih teringat dengan jelas saat perkenalan dengan guru kimia waktu kelas 1 SMA, di bagian saya menyebutkan asal sekolah saya, saya langsung di teriaki oleh teman sekelas saya dengan begitu gembiranya : oh… “Ndai SMP DUSON Guys… DUSON..! Kancenye pasti yang itu tuh.. yang begantong gantong di batang (Monyet). Setiap hari, setiap detik mereka menjadikan itu bahan candaan yang sangat menyakitkan hati saya, bahkan sampai saat ini.

Bullying, akhirnya saya ketahui istilah untuk perbuatan mereka itu, dampak yang saya alami sangat terasa. tidak percaya diri alias minder hampir menguasai diri saya di tahun tahun selama saya SMA namun beruntungnya saya adalah saya memiliki tekad kuat untuk melawan rasa minder tersebut dengan cara saya. Cara terjitu yang akhirnya bisa membungkam mulut mulut mereka yang riang gembira mengejek dan menghina sesuka hati mereka. Saya berpegang pada nasihat lama almarhum ayah saya: harta kekayaan, kedudukan semua akan kalah saat kau melawannya dengan ilmu pengetahuan. Kalau kau rajin belajar, pintar maka kau akan lebih bernilai bagi sekelilingmu. Nasihat ini ampuh. saya terpacu, belajar dari malam ke malam, dari buku ke buku, dari guru ke guru. Pada suatu hari usaha saya berhasil, juara umum 1 saya rengkuh. Di umumkan di lapangan sekolah hari sabtu, saat pembagian rapot.

Para pembully tadi tak cukup puas dengan pencapaian saya, tetap saja mereka menemukan celah lain untuk menghina saya, dari menghina asal saya, mereka lanjut menghina fisik dan penampilan saya, ya saya akui saya tidak semenarik cewek cewek SMA kota lainnya, baju seragam saya cuma baju bekasan kakak saya yang di jahit ulang oleh ibu saya, sepatu saya cuma sepatu murahan yang dibeli di toko sepatu murah pinggiran, tas saya ransel bekas saat SMP yang sudah tidak layak pakai tapi… aaah sudahlah saya bukan orang yang peduli soal penampilan bahkan sampai sekarang, walaupun profesi saya saat ini menuntut untuk tampil “Stylish” saya tetaplah saya yang memakai apa yang membuat saya nyaman bukan yang membuat saya menjadi orang lain.

Singkat cerita, bullying yang saya alami pada masa sekolah adalah salah satu contoh bahwa pola fikir manusia tetaplah rata rata sama, menilai segala sesuatu dari luaran, dari dia anak siapa, sekolah atau kuliah dimana, kerja apa dan dimana, pakaiannya bermerek atau tidak, mahal atau tidak, gajinya berapa, suaminya siapa, anaknya berapa, mobilnya apa, motornya apa, rumahnya bagaimana dan lain lain sampai mereka melupakan satu esensi pasti : di hadapan tuhan kita adalah sama : seorang hamba. Hanya amal dan ibadah yang akan membedakan kita kelak.

Jadi, pesan yang ingin saya sampaikan dari tulisan ini adalah terkhusus bagi generasi muda millenials jaman now STOP MINDER! Kalian pasti punya kelebihan dan kecakapan masing masing, kepandaian dan keahlian di bidang masing masing, STOP merasa paling dari yang lain, karena kalian tidak pernah tau di masa mendatang orang yang kalian remehkan akan seperti apa, bahkan mereka bisa jadi 1000 kali lebih baik dari kalian. Tidak ada istilah anak desa anak kota, tidak ada sekolah di desa dan sekolah di kota, kita semua setara jika mau mengejar ketertinggalan dan belajar sungguh sungguh. Semua punya potensi untuk menjadi yang terbaik. PEDE aja lagi, cantik ganteng itu biasa, namun cerdas cendikia lagi shalih dan shaliha itu luar biasa!

TRUST YOUR SELF! Percayailah dirimu! Karena pendukung terbesar kesuksesanmu adalah kepercayaan dan keyakinan akan diri sendiri! STOP membandingkan diri sendiri dengan orang lain! Karena dirimu tak ada banding. Terakhir ADD YOUR SPEED ! segera keluar dari zona nyaman STOP jadi penonton yok jadi pemain! Belajar Belajar dan Belajar…


#FLPSUMSEL
#WAGFLPSumselMenulis
#LampauiBatasmu


Senin, 05 Agustus 2019

TIPS MENULIS PUISI


Puisi bagiku adalah jemari untuk menyentuh banyak hati, Inilah definisi puisi bagiku. Gemar menulis puisi adalah bakat alami yang aku miliki tanpa latar belakang pendidikan sastra ataupun sejenisnya, tetapi hanya bermodalkan “suka” puisi tidak akan maksimal membantu dalam menulis puisi. Banyak hal yang harus di pelajari agar bakat ini makin terasah dan terarah. Saya tidak akan mengulas tentang bagaimana menulis puisi yang sesuai dengan kaidah kaidah sastra, tetapi saya akan memberikan tips menulis puisi “Ala Saya” semoga bisa memberikan manfaat ya! Oke, 
Lets Check This Out!

Tips ke-1
Perbanyak membaca buku-buku puisi.
Membaca dan menulis adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, semakin banyak kita membaca semakin kaya penguasaan dan perbendaharaan kata dalam tulisan puisi kita. Banyak sekali buku buku puisi yang bisa dijadikan referensi bagi kita sebagai penulis puisi pemula. Sebaiknya pilih karya dari penyair yang tidak berlatar belakang sastra, karena biasanya tulisannya lebih lugas, lebih mengena ke hati dan mudah dipahami. Contoh : Buku puisi karya Kharisma. P. Lanang :  Untuk Matamu.

Tips ke-2
Copy The-Master
Setelah banyak membaca buku buku puisi, carilah dan temukan “muse’ dalam menulis puisi, pasti kita semua punya penyair favorit, sebagai langkah awal tidak ada salahnya kita mengikuti gaya kepenulisan si penyair ini, anggap sebagai “rule awal” dalam menulis puisi lama kelamaan kita akan menemukan gaya kepenulisan sendiri asal kita mau keluar dari zona nyamannya “muse” kita, tetapi jangan kelamaan meniru ya segera temukan jati diri!

Tips ke-3
Mulailah menulis puisi dengan objek objek tertentu.
Saya termasuk penulis puisi yang akan sangat lancar menulis puisi jika ada objeknya. Objek tulisan bisa apa saja, alam, benda, hewan, tumbuhan dan manusia. Pilih objek mana yang paling membuat kalian sangat tertarik, Misalnya kalian suka traveling pasti akan banyak mengunjungi tempat tempat wisata yang indah dan menginspirasi, tuliskan perlahan apa yang kalian rasakan saat berada di objek tersebut, percayalah puisi terbaik akan lahir setelahnya!

Tips ke-4
Asah dan olah rasa yang ada dalam diri.
Menulis puisi juga butuh mood (olah rasa) yang baik. Jangan memaksakan menulis saat perasaan sedang tidak stabil seperti sedang marah dan tidak fokus karena akan berdampak pada puisi yang dituliskan. Banyak yang bilang puisi adalah bahasa hati, maka mau bagaimanapun suasana hati tidak ada larangan untuk menuliskannya menjadi puisi, tetapi bagi saya puisi yang baik adalah puisi yang ditulis disaat suasana hati sedang bersinergi dengan baik.

Tips ke-5
Pelajari Penggunaan kata baku dan penulisannya yang tepat
Kadang kita sering mengabaikan pemakaian kata atau kalimat dalam tulisan kita, sudah merasa benar sendiri soal ini, padahal dalam berbahasa Indonesia ada aturan dan patokan untuk menulis dan memiih kata yang tepat. Hal ini penting demi perbaikan tulisan kita kedepannya.

Tips ke-6
Tulislah puisi dengan makna makna yang tersirat
Puisi dengan makna tersirat lebih menarik daripada puisi yang maknanya sangat jelas disampaikan. Hal ini akan membuat pembaca akan berulang ulang kali membaca puisi kita. Hasilnya, puisi kita akan lebih melekat di hati dan di fikiran mereka. Mengundang rasa penasaran pembaca adalah nilai jual sebuah puisi.

Terimakasih.
Perkenalkan, saya Anita Adesti dengan nama pena Anita Tarmizi, pekerjaan saya dosen tetap di Universitas Baturaja Prodi Teknologi Pendidikan serta menjabat sebagai Humas di FLP OKU. Penulis puisi di akun IG@intuisipuisii. Tinggal di Desa Tanjung Kemala OKU SUM-SEL. Berkenalan lebih jauh dengan saya di akun IG saya @anitatarmizi, FB Anita Tarmizi dan Blogspot di aadesti.blogspot.com. NRA 009/D/004/006. Salam Literasi 😊

#sumselmenulis
#FLPOKU

Selasa, 23 Juli 2019

LIKSITERA SUMSEL

Penyair Inspiratif:)
M. Irfan Hidayatullah

PUISIKU


Penanti Matahari
Oleh: Anita Tarmizi

Hai sang mata !
Di awan mana pagi ini kau di dekap mendung?
Mengapa kau selalu bertekuk lutut kala kerabatmu bernama hujan menderai tahtamu?
Aku disini, menantimu..
Di kolong sepi bernama bumi…

Hai sang mata !
Apa kau tau? Banyak percakapan kita yang tak usai..
Banyak gelisahku yang terlipat dikala kau tak bertandang…
Aku sudah terkena candumu
candu hangatmu yang tak tergantikan…

Hai sang mata !
Banyak perih yang menderaku, banyak duka menggenangiku
Tak bisakah kau mengikat janji padaku?
Tak bisakah kau selalu hadir di setiap hari bersama pagi menyalamu?
Tak bisakah?

Hai sang mata !
Haruskah aku menjadi pucuk dedaunan di pepohonan tertinggi?
Haruskah aku membuat sayap dan belajar terbang?
Haruskah aku membuat tangga menjulang hingga menyentuh langit?
Haruskah aku?

Hai sang mata !
Aku hanya makhluk kerdil di kolong bumi, bukan pucuk daun, bukan kawanan burung  juga takkan mampu membuat tangga untuk menaiki langit..
Aku hanya bisa menunggumu di sebuah pijakan yang hampir rapuh ini
Dengan kaki yang mulai bergetar,
Dengan hati yang mulai gulana,
Dengan mata yang mulai berkaca..

Aku hanya ingin kau datang,
menyapaku lamat-lamat,
Mendekapku dengan hangat,
Menyinariku walau samar,
Memberi tanda walau kau tertutup awan hitam,

Ketahuilah itu…



Baturaja, 15 April 2015
08.22 am.


Sabtu, 20 Juli 2019

RESENSI BUKU (SUMSEL MENULIS)



(Review) Novel : PULANG
Judul Novel     : Pulang
Penulis             : Darwis Tereliye
Penerbit           : Republika, Jakarta
Tahun Terbit    : 2015
Tebal Buku      : 400 halaman


SINOPSIS BUKU
Namanya Bujang, bocah berusia lima belas tahun yang sama dengan bocah-bocah seusianya. Lahir dan besar di kampung pedalaman Sumatra, Bapaknya bernama Samad, seorang mantan jagal tersohor yang meninggalkan masa lalu hitamnya. Mamaknya bernama Midah, seorang keturunan pemuka agama. Bujang sama dengan bocah-bocah di kampungnya, senang bermain di hutan, berjahil dan selalu ingin tahu pembicaraan orang dewasai. Di didik membaca, berhitung, mengaji, azan dan sholat juga lain sebagainya. Namun satu hal yang membuat Bujang amat berbeda dengan bocah-bocah seusianya. Bujang tidak punya rasa takut.
Semuanya bermula saat Tauke Muda menginjakkan kakinya di tanah kelahiran Bujang. Tauke Muda datang dengan satu rombongannya, datang dari kota untuk melakukan perburuan besar-besaran. Mereka akan memburu babi hujan yang akhir-akhir ini berhasil meresahkan warga.
Esoknya Tauke Muda meminta izin membawa Bujang ke kota, sekali lagi dengan berat hati sang mamak harus merelakan kepergian Bujang ke kota, ikut dengan rombongan Tauke Muda. Mamaknya sekali lagi berpesan, Bujang harus menjaga perutnya dari daging babi dan tuak juga segala macam makanan-minuman haram. 
Sampai di kota Bujang dilayani dengan sangat terhormat. Kemudian Remaja berusia enam belas tahun, memiliki tubuh tinggi besar, kulit  gelap, perawakan khas Arab dan tinggal di rumah Tauke Besar sejak kecil. Di kota, Tauke Besar berusaha membuat Bujang dapat menyusul ketertinggalan di sekolah sebab di kampungnya dia tidak pernah mencicipi bangku sekolah
Dua puluh tahun kemudian, Bujang telah tumbuh menjadi pemuda yang gagah, menjadi jagal dunia hitam, seorang jagal nomor satu. Jenius, kuat, dan tidak mengenal rasa takut. Bujang berhasil menyusul ketertinggalannya dan menyelesaikan sekolah terakhirnya di luar negeri sebagai salah satu lulusan terbaik. Bujang tumbuh menjadi pemuda yang hebat, cerdik dan penuh ide-ide cemerlang.  Menjadi bagian dari Keluarga Tong, salah satu keluarga penguasa shadow economy.

REVIEW BUKU

Manusia diberikan kebebasan untuk menentukan jalannya hidupnya. Setiap jalan yang ditempuh tersebut niscaya mengandung risiko nilai, baik positif maupun negatif, tergantung dengan jalan atau pilihan yang ditempuhnya. 
Tere Liye telah berhasil menyuguhkan cerita yang cukup menawan dan mengesankan. Pulang, menyuguhkan cerita kehidupan yang kaya akan nilai-nilai kebaikan di dalamnya yang disajikan dengan sederhana, mudah dicerna oleh siapa saja yang membacanya, namun sarat makna. 

Pembaca akan dibawa hanyut ke dalam cerita sejak bagian pembuka. Tokoh Mamak yang bijak, Bujang yang polos, dan Samad yang keras, kepiawaian Tere Liye menyisipkan nasihat bijak melalui tokoh Mamak ketika menasihati Bujang, anaknya. Nasihat disampaikan begitu lembut, alamiah, dan tidak dibuat-buat, meresap ke dalam hati setiap pembaca, sehingga pembaca tidak merasa digurui.

Tere Liye berhasil menyuguhkan nilai kebaikan tersebut dengan begitu lembut, tetap dalam bingkai cerita, bukan ceramah. Maka, pantas saja, jika karya-karyanya tidak sepi pembaca hingga lintas generasi. Salah satu pesan yang cukup mengharukan ialah tatkala Bujang hendak pergi ke kota atas keinginannya. Pada bagian ini, pembaca akan hanyut dan merasakan perihnya sebuah perpisahan dengan orang tercinta.


KELEBIHAN BUKU

Pertama. Tema yang unik
Tema yang dihadirkan mengandung unsur kebaruan. Masalah ekonomi dihubungkan dengan dunia tukang pukul. Lebih jauh lagi dikaitkan dengan unsur relijius serta perjuangan dan nilai kepahlawanan. Pertautan yang tampak “mustahil” itu diracik sedemikian rupa oleh penulis menjadi racikan yang apik, sudut pandang yang ciamik. Unsur lokalitas, dalam hal ini pedalaman Sumatra. 

Kedua. Sederhana
Menurut hemat peresensi, inilah kekuatan utama Tere Liye: sederhana dan apa adanya. Ia tak suka merumit-rumitkan sesuatu. Pilihan katanya secara umum mudah dicerna (walau ada beberapa yang perlu membuka kamus atau googling untuk tahu artinya). Namun secara keseluruhan sangat bisa dimengerti. 


Ketiga. Plot dan kejutan yang mengasyikan

Plot yang dihadirkan membuat pembaca penasaran untuk terus membaca kelajutan cerita. Rasa penasaran tersebut menstimulus pembaca untuk terus membaca hingga tuntas, tanpa bosan.  Selain itu alur maju mundur menambah rasa ingin tahu pembaca, baik masa lalu sang tokoh maupun cerita apa yang akan terjadi berikutnya.Kejutan-kejutan mengasyikan juga mewarnai novel ini. Sesuatu yang tak terbenak kemudian hadir menghentak. 

Keempat. Filmis

Kekuatan berikutnya dalam novel ini adalah agedan-adegan yang filmis. Kita seakan-akan diajak menonton pertunjukan, pertarungan hebat, di depan layar tiga dimensi (3D). Bahkan lebih dari itu, pembaca seolah diajak berfantasi dengan hebat. Membaca novel ini kita dibawa dalam ketegangan pertempuran sekaligus (pada beberapa kesempatan) perihal kesenduan kisah hidup.

Kelima. Pesan moral yang kuat

Inilah nilai paling kuat dalam novel Pulang (juga novel Tere Liye sebelumnya). Sebuah karya yang baik memang sudah selazimnya menyisipkan pesan moral, baik tersurat maupun tersirat. Penulis yang kini tinggal di Bandung ini amat piawai membungkus nasihat dan pemahaman hidup dengan kemasan yang cantik, adanya amanat untuk tetap optimis melanjutkan hidup dan bangkit dari keterpurukan.

KEKURANGAN BUKU 
         
Pertama. Beberapa adegan tampak seperti cuplikan film

Sah-sah saja sebenarnya bagi seorang penulis untuk menarasikan (dengan penyesuaian) beberapa cuplikan film. Hal seperti itu namanya influence (keterpengaruhan). Hal tersebut wajar. Karena di dunia ini, sejatinya, tidak ada yang benar-benar orisinal. Tentu ada unsur keterpengaruhan dari apa yang telah ada sebelumnya. Hanya saja memang, bagi sebagian orang, termasuk peresensi, beberapa adegan dalam novel ini mengingatkan pada beberapa cuplikan film action. Ingatan yang sedikit merusak kedalaman fantasi imajinasi.


Kedua. Kurang membahas penguasa shadow economy di negeri sendiri

Mengangakat isu penguasa shadow economy di negeri ini lebih banyak bersinggungan dengan penguasa shadow economy di negara lain, utamanya Hongkong dan Makau. Lalu bagaimana persinggungan dengan penguasa shadow economy lainnya di dalam negeri? Memang ada namun kurang tergarap maksimal. Mungkin ini sengaja untuk membatasi cerita agar tak melebar ke mana-mana. Meski begitu jika saja pembahasan tentang penguasa shadow economy dalam negeri lebih disinggung tentu hal tersebut lebih mantap.


KESIMPULAN

Novel ini menegaskan kemampuan sang penulis menulis genre ekonomi berbalut aksi (action). Bahkan novel ini memiliki nilai plus dibandingkan novel bergenre mirip milik penulis. Nilai plusnya ada pada pengangkatan kearifan lokal (Sumatra) dan relijiusitas. Novel ini direkomedasikan bagi siapa pun yang ingin memahami makna pulang yang sesungguhnya.  Tak sekadar pulang dalam artian kembali ke rumah dan kampung halaman. Namun mengandung  makna pulang yang dalam. Pulang menuju hakikat kehidupan. Pulang ke arah kesejatian. Pulang, kembali pada-Nya. Sang Pencipta.
Selamat membaca!


 PENUTUP

Sebagai penutup, izinkan peresensi menghadirkan beberapa kutipan berharga dari novel ini. Semoga bermanfaat.

 “Hidup ini adalah perjalanan panjang dan tidak selalu mulus. Pada hari ke berapa dan pada jam ke berapa, kita tidak pernah tahu, rasa sakit apa yang harus kita lalui. Kita tidak tahu kapan hidup akan membanting kita dalam sekali, membuat tertunduk, untuk kemudian memaksa kita mengambil keputusan. Satu dua keputusan membuat bangga, sedangkan sisanya lebih banyak menghasilkan penyesalan.“ (Halaman 262)

“Peluklah semuanya, Agam. Peluk erat-erat. Dekap seluruh kebencian itu. Hanya itu cara agar hatimu damai, Nak. Semua pertanyaan, semua keraguan, semua kecemasan, semua kenangan masa lalu, peluklah mereka erat-erat. Tidak perlu disesali, tidak perlu membenci, buat apa? Bukankah kita selalu bisa melihat hari yang indah meski di hari terburuk sekalipun?” (Halaman 339)

“Ketahuilah, Nak, hidup tidak pernah tentang mengalahkan siapa pun. Hidup ini hanya tentang kedamaian di hatimu. Saat kau mampu berdamai, maka saat itulah kau telah memenangkan seluruh pertempuran.” (Halaman 340)

Anita Tarmizi
Baturaja, 18 Juli 2019
#flpsumsel
#flpsumselmenulis
#tugasresensibuku



Senin, 25 Januari 2016


Jerih Payah Terhebat !! 

PUISIKU

-Aku, Kamu dan Tuhan-

Aku ingin mencintaimu karena ketampananmumenyejukkan setiap mata yang memandangnya tapi kemudian aku bertanya saat ketampananmu itu memudar ditempuh usia seberapa pudarkah kelak cintaku padamu? 


Aku ingin mencintaimu karena sifatmu yang ceria menjadi semangat yang menyala di dalam hati ini tapi kemudian aku bertanya bila keceriaan itu kelam dirundung duka seberapa muram cintaku kan ada? 


Aku ingin mencintaimu karena ramah hatimu memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu tapi kemudian aku bertanya kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka seberapa mampu cintaku memendam praduga? 


Aku ingin mencintaimu karena cerdasnya dirimu membuatku yakin pada putusanmu tapi kemudian aku bertanya ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua seberapa bijak cintaku tuk tetap mengharapmu? 


Aku ingin mencintaimu karena kemandirian yang kau miliki menyematkan rasa bangga ku yang mengenalmu tapi kemudian aku bertanya jika di tengah itu rasa manjamu tiba menyeruak seberapa cintaku tetap bersamamu? 

One Step Closer

Satu kebahagiaan telah menghampiri keluarga kami diawal tahun 2016 ini. Ayukku tersayang akhirnya melepas masa lajang... sah.. alhamdulillah... 15 16 januari 2016 adalah hari bersejarah.. semoga sakinah mawaddah warahmah...

Selasa, 13 Januari 2015

MOTIVASI  BELAJAR

PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
         
            Belajar merupakan suatu proses yang berlangsung sepanjang hayat. Hampir semua kecakapan, keterampilan, pengetahuan, kebiasaan, kegemaran dan sikap manusia terbentuk,  dimodifikasi dan berkembang dari belajar menurut Suryabrata (dalam Khodijah,2009 : 43) belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis dalam interaksi aktif dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan pemahaman, ketrampilan dan nilai sikap
            Diantara berbagai factor yang mempengaruhi belajar adalah motivasi dimana sering dipandang sebagai factor yang cukup dominan. Setiap siswa yang tidak memiliki motivasi dalam belajar akan mempengaruhi prestasinya di sekolah. Individu yang memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi akan mencapai hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu yang memiliki motivasi rendah atau tidak memiliki motivasi sama sekali (Syah, Muhibbin, 1999).
            Dalam hal belajar siswa akan berhasil belajarnya kalau dalam dirinya ada kemauan untuk belajar, keinginan atau dorongan inilah disebut motivasi. Motivasi adalah suatu konsep yang digunakan untuk menjelaskan inisiasi, arah dan intensitas perilaku individu. Motivasi merupakan kekuatan yang mendorong seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan, kekuatan ini dirangsang oleh adanya berbagai macam kebutuhan seperti (1) keinginan yang hendak dipenuhi, (2) tingkah laku, (3) tujuan dan (4) umpan balik. Hellriegel dan Slocum (dalam  Khodijah, 2009: 146 ).
            Dalam arti yang lebih luas, motivasi diartikan sebagai pengaruh dari energi dan arahan terhadap perilaku yang meliputi: kebutuhan, minat, sikap, nilai, aspirasi dan perangsang. Kebutuhan dan dorongan untuk memuaskan kebutuhan tersebut merupakan sumber utama motivasi. Gage dan Berliner (dalam  Khodijah, 2009: 149).
            Dilihat dari sumbernya, motivasi belajar ada dua jenis yaitu: (1) motivasi intrinsik dan (2) ekstrinsik menurut Winkel (dalam Khodijah, 2009 : 150).   Motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam diri orang yang bersangkutan tanpa rangsangan atau bantuan orang lain. Seseorang yang secara intrinsik termotivasi akan melakukan pekerjaan karena mendapatkan pekerjaan itu menyenangkan dan bisa memenuhi kebutuhannya, tidak tergantung pada penghargaan eksplisit atau paksaan eksternal lainnya. Misalnya seorang siswa belajar dengan giat karena ingin menguasai berbagai ilmu yang dipelajari disekolahnya. Motivasi intrinsik dapat berupa kepribadian, sikap, pengalaman, pendidikan atau berupa penghargaan dan cita-cita. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul karena rangsangan atau bantuan orang lain. Motivasi ekstrinsik disebabkan oleh keinginan untuk menerima ganjaran atau pengindaran hukuman, motivasi yang terbentuk oleh factor-faktor ekstrenal seperti ganjaran atau hukuman. Misalnya seorang siswa mengerjakan pekerjaan rumah (pr) karena takut dihukum oleh guru.
            Berdasarkan keterangan diatas maka perlu adanya rumusan tentang pengaruh motivasi pada keberhasilan belajar peserta didik baik di tinjau dari defenisi motivasi belajar, peran guru dalam membangkitkan motivasi belajar siswa, teori-teori yang berkaitan dengan motivasi belajar, jenis-jenis motivasi belajar serta teknik-teknik dalam memotivasi siswa dalam belajar.

Minggu, 03 Maret 2013

PROPOSAL TESIS MODEL ASSURE



PENGARUH PENERAPAN MODEL DESAIN PEMBELAJARAN ASSURE TERHADAP MOTIVASI  DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 9 OKU
1. PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
            Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Perubahan tersebut juga telah membawa manusia ke dalam era persaingan global yang semakin ketat. Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka sebagai bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. Mengacu pada tujuan pendidikan nasional bahwa pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk waktu serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa ( UU RI no. 20, Tahun 2003).
            Keberhasilan pendidikan dipengaruhi oleh perubahan dan pembaharuan dalam segala komponen pendidikan. Adapun komponen yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan meliputi: kurikulum, sarana dan prasarana, guru, siswa, model pembelajaran yang tepat. Semua komponen tersebut saling terkait dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang diinginkan (Djamarah, 2002:123).
            Pembelajaran adalah proses yang sengaja dirancang untuk menciptakan terjadinya aktivitas belajar dalam diri individu. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan sesuatu yang bersifat eksternal dan sengaja dirancang untuk mendukung terjadinya proses belajar internal dalam diri individu. Dick dan Carey dalam Pribadi (2011:10-11) mendefinisikan pembelajaran sebagai rangkaian peristiwa atau kegiatan yang disampaikan secara terstruktur dan terencana dengan menggunakan sebuah atau beberapa media.
            Proses pembelajaran mempunyai tujuan agar siswa dapat mencapai kompetensi seperti yang diharapkan. Untuk mencapai kompetensi tersebut proses pembelajaran perlu dirancang secara sistematik dan sistemik. Proses merancang aktivitas pembelajaran inilah disebut dengan desain sistem pembelajaran.

Minggu, 23 Desember 2012


PENGEMBANGAN MEDIA PRESENTASI INTERAKTIF
PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU
MATERI EKONOMI KELAS VIII SMP

A.  PENDAHULUAN
            Presentasi adalah salah satu aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari hampir semua bidang pekerjaan saat ini. Presentasi dilakukan pada rapat-rapat rutin, rapat kerja, atau rapat tim dan panitia. Presentasi dilakukan pada saat penyampaian proposal kerja ataupun laporan hasil pekerjaan tersebut. Presentasi produk untuk melakukan penjualan. Guru mengajar dan dosen memberikan kuliah pada prinsipnya adalah presentasi. Presentasi juga dilakukan pada acara-acara seminar, workshop, dan pelatihan. Sebenarnya, hampir semua jenis media pada dasarnya dibuat untuk disajikan atau dipresentasikan kepada sasaran yang membedakan antara media presentasi dengan media pada umumnya adalah bahwa pada media presentasi pesan/materi yang akan disampaikan dikemas dalam sebuah program komputer dan disajikan melalui perangkat alat saji (proyektor). Pesan/ materi yang dikemas bisa  berupa teks, gambar, animasi dan video yang dikombinasi dalam satu kesatuan yang utuh.
            Pada dasarnya media presentasi yang menggunakan program komputer ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari media transparansi yang disajikan melalui OHP. Berbeda dengan transparansi OHP yang tidak bisa menampilkan unsur audio visual, dengan media presentasi melalui program komputer ini, kita bisa menampilkan unsur audio-visual dalam pembelajaran. Berkat keefektifannya dalam menyajikan pesan, maka saat ini media presentasi banyak diaplikasikan untuk keperluan pendidikan dan pembelajaran. Tentu saja ini bukan berarti bahwa media presentasi merupakan media yang paling cocok untuk semua materi dan topik pembelajaran.
            Media presentasi yang paling canggih adalah media yang dapat menyampaikan lima macam bentuk informasi : gambar , garis, simbol, suara dan gerakan. Media itu adalah gambar hidup (film) dan televisi/video (Miarso, 2011: 463). Secara metode konvensional guru sangat berpengaruh pada proses pembelajaran.  Namun sekarang ini untuk mengatasi masalah tersebut, terdapat teknologi agar peserta didik mampu bereksplorasi lebih luas untuk belajar. Teknologi yang diwujudkan dalam media pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan dengan pembelajaran yang lebih bervariasi dan menarik.
            Media presentasi interaktif saat ini sedang marak di pakai oleh para pengajar dalam rangka meningkatkan kualitas penyajian materi pembelajaran dikelas. Media presentasi yang dimaksudkan disini adalah media presentasi power point yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi menarik dan interaktif. Interaktif disini maksudnya adalah penggabungan antara media power point biasa dengan audio, animasi, gambar, musik dan video yang bisa di operasikan secara langsung oleh siswa.
            Media presentasi interaktif yang dimaksudkan penulis disini berbeda dengan apa yang disebut dengan multimedia interaktif. Kita ketahui bahwa multimedia interaktif adalah media pembelajaran yang lebih kompleks dan lengkap. Biasanya dalam penyajiannya multimedia interaktif tidak hanya memakai media presentasi tapi lebih cenderung ke bentuk CD/DVD pembelajaran, pembuatannya pun lebih sulit dibanding dengan pembuatan media presentasi interaktif. Media presentasi interaktif hanya memanfaatkan dan memodifikasi dari aplikasi MS power point yang telah ada, sedangkan multimedia interaktif pembuatannya membutuhkan banyak proses, banyak aplikasi – aplikasi yang digunakan, dibutuhkan skill, serta expert media yang berpengalaman.
            Berdasarkan pemikiran di atas, rumusan masalah dalam makalah ini meliputi: Bagaimanakah langkah perancangan media presentasi interaktif pada pelajaran IPS Terpadu SMP. Untuk rumusan masalah di atas, tentunya penulisan makalah ini memiliki tujuan sebagai berikut, yaitu: untuk mengetahui langkah-langkah perencanaan pengembangan media presentasi interaktif pada pelajaran IPS Terpadu SMP. Selanjutnya, diharapkan penulisan makalah ini memiliki manfaat ilmiah dalam memahami dan  mengetahui langkah-langkah perencanaan dan pengembangan media presentasi interktif  dengan baik.  
B.  PEMBAHASAN
Pengembangan media presentasi harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan media pembelajaran. Beberapa prinsip berikut perlu dipertimbangkan ketika akan mengembangkan media presentasi:
·      Dikembangkan sesuai dengan prosedur pengembangan instruksional.
Karena pada dasarnya media presentasi yang kita bahas di modul ini adalah untuk keperluan pembelajaran. Jika kita tidak menerapkan prinsip ini, maka bahan presentasi yang kita hasilkan akan menjadi tidak efetif untuk mencapai tujuan pembelajaran.
·      Media presentasi berfungsi hanya sebagai alat bantu mengajar.
Media presentasi kurang cocok digunakan sebagai bahan belajar yang bersifat pengayaan,  karena bukan merupakan media pembelajaran yang akan dipelajari secara mandiri oleh sasaran.  Ini berbeda dengan program multimedia interaktif. Oleh karena itu pesan-pesan yang disajikan dalam media presentasi sebaiknya dibuat secara garis besar dan tidak rinci, sebab penjelasan secara rinci akan disajikan oleh penyajinya atau guru. 
·      Menggunakan secara maksimal segala potensi dan karakteristik yang dimiliki oleh media  presentasi.
Unsur-unsur yang perlu didayagunakan pada pembuatan media presentasi ini antara lain memiliki kemampuan  untuk menampilkan teks, gambar, animasi, dan unsur audio-visual. Sedapat mungkin unsur-unsur tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam pembuatan media presentasi yang akan dibuat.
·      Prinsip kebenaran materi dan kemenarikan sajian.
Materi yang disajikan harus benar substansinya dan  disajikan secara menarik pula.

Ada dua cara yang bisa Anda gunakan untuk mengembangkan materi bahan presentasi, yaitu menggunakan peta pikiran (mind mapping) dan menulis naskah media presentasi.
a.      Proses Menggunakan Peta Pikiran (Mind Mapping)
Anda dapat menggunakan peta pikiran (mind mapping) untuk mengorganisasikan bahan presentasi. Perhatikan contoh peta pikiran berikut ini:
b.      Proses Pembuatan Naskah Media Presentasi
Pada tahap ini ada beberapa proses yang harus dilakukan agar dapat menghasilkan media presentasi interaktif yang dinginkan.  Tahap –tahap tersebut antara lain :
ü  Melakukan analisis kebutuhan dan karakteristik siswa
ü  Melakukan analisis kurikulum dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang berguna dalam penentuan topik pembahasan materi.
ü  Membuat peta materi pembelajaran yang akan dituangkan kedalam media presentasi interaktif
ü  Membuat bagan alir (Flowchart) dari materi pokok yang akan dibuat media presentasinya.
ü  Membuat naskah frame per frame dari sebagai gambaran awal pembuatan media presentasi interaktif.
ü  Membuat media presentasi interaktif.

ü Tahap Analisis Kebutuhan dan Karakteristik Siswa
            Sebuah perencanaan media di dasarkan atas kebutuhan (need), apakah kebutuhan itu? Salah pembelajaran  satu indicator adanya kebutuhan karena dalamnya terdapat kesenjangan. Kesenjangan adalah adanya ketidaksesuaian antara apa yang seharusnya atau apa yang diharapkan dengan apa yang terjadi. Dalam pembelajaran yang dimaksud dengan kebutuhan adalah adanya kesenjuangan antara kemampuan, keterampilan dan sikap siswa yang kita inginkan dengan kemampuan, keterampilan dan sikap siswa yang mereka miliki sekarang.
            Guru haruslah memilih media yang tepat dengan materi yang dibahas siswa dapat menterjemahkan isi pesan itu ke dalam ranah - ranah kognitif karena dari situlah sumber kompetensi baginya dan haluan evaluasi bagi guru. Media pembelajaran dapat mengkomunikasikan materi pembelajaran  pada peserta didik guna memberikan rangsangan terhadap pikiran, perhatian dan minat agar siswa dapat berpikir secara kritis dalam  menganalisa materi yang diberikan.
            Karena pada hakikatnya Pembelajaran adalah upaya menciptakan kondisi dengan sengaja agar tujuan pembelajaran dapat dipermudah pencapaiannya. Dalam kegiatan pembelajaran perlu dipilih strategi (media) yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat dicapai diharapkan siswa dapat mendapatkan pengalaman yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dinginkan yaitu adanya perubahan tingkah laku (Prawiradilaga dan Siregar, 2008:4).
ü Tahap Analisis Kurikulum (RPP)
            Yaitu melakukan analisis terhadap standar isi, terutama pada standar kompetensi dan kompetensi dasar dilanjutkan dengan analisis instruksional, analisis karekteristik dan perilaku siswa, perumusan/penulisan indikator, dan tujuan pembelajaran sampai pada evaluasi formatif.
Standar kompetensi :
Memahami Kegiatan Ekonomi Masyarakat
Kompetensi Dasar
Mengidentifikasi Bentuk Pasar Dalam Kegiatan Ekonomi Masyarakat
Indikator Pencapaian Kompetensi
ü  Menjelaskan pengertian, fungsi, dan peranan pasar bagi masyarakat
ü  Mengidentifikasikan syarat-syarat terjadinya pasar
ü  Mengklasifikasi macam-macam pasar beserta contohnya masing-masing
ü  Mengidentifikasi ciri-ciri pasar konkret dan pasar abstrak
ü  Mengidentifikasi kegunaan pasar kongkret bagi kegiatan ekonomi masyarakat

Untuk lebih jelas dan terperinci dapat dilihata dari rencana pelaksanaan pembelajaran berikut ini :
                        RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                                                            (RPP)
Nama Sekolah          : ............................
Mata Pelajaran         : Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelas / Semester       : VIII / 1 (satu)

Standar Kompetensi : 4.   Memahami kegiatan ekonomi masyarakat
Kompetensi Dasar : 4.3.Mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat
Alokasi Waktu        : 6 X 40 menit (3x pertemuan)

Indikator :
ü  Menjelaskan pengertian Pasar
ü  Menjelaskan fungsi, dan peranan pasar bagi masyarakat
ü  Mengidentifikasikan syarat-syarat terjadinya pasar
ü  Mengklasifikasi macam-macam pasar beserta contohnya masing-masing





A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah selesai kegiatan pembelajaran, siswa dapat :
·  Menjelaskan pengertian, fungsi, dan peranan pasar bagi masyarakat
·  Mengidentifikasikan syarat-syarat terjadinya pasar
·  Mengklasifikasi macam-macam pasar beserta contohnya masing-masing
·  Mengidentifikasi ciri-ciri pasar konkret dan pasar abstrak
·  Mengidentifikasi kegunaan pasar kongkret bagi kegiatan ekonomi masyarakat

v  Karakter siswa yang diharapkan :       
·  Disiplin ( Discipline )
·  Rasa hormat dan perhatian ( respect )
·  Tekun ( diligence )
·  Tanggung jawab ( responsibility )
·  Ketelitian ( carefulness)

B.  Materi Ajar
·  Pasar
·  Pengertian pasar
·  macam-macam pasar
·  kegunaan pasar kongkret bagi kegiatan ekonomi masyarakat
C. Metode Pengajaran :
·  Ceramah bervariasi
·  Tanya jawab
·  Diskusi
·  Simulasi
·  Inquiri
·  Observasi / Pengamatan

D. Langkah-langkah Kegiatan
Pertemuan 1-2
Materi :
Ü  Pengertian pasar
Ü  syarat-syarat terjadinya pasar
Ü  faktor-faktor penyebab meluasnya pasar
Pendahuluan :
Ü  Memeriksa kehadiran siswa, kebersihan dan kerapihan kelas
Ü  Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
Ü  Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
• Apakah kamu pernah berbelanja di pasar?
• Barang-barang apa saja yang diperjualkan dipasar?
• Dipasar tradisional bisa kita ketahui adanya penjual, pembeli dan barang                dagangan
Kegiatan Inti :
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Guru menjelaskan mengenai pasar
F melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
F menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
F memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
F melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
F memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
F memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
F memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
F memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
F memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
F memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan Siswa diminta memberikan contoh penyimpangan sosial dalam masayrakat dan upaya pemecahannya
F Tanya jawab tentang syarat-syarat pasar
F tanya jawab mengenai faktor-faktor yang menyebabkan perluasan pasar
F siswa diminta menyebutkan fungsi pasar bagi konsumen dan produsen
F memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
F memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
F memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
F melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
F memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
F merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik

Pertemuan 3
Materi : - Macam-macam pasar dan contoh-contohnya
Ü  Perbedaan pasar konkrit dan pasar abstrak
Ü  kegunaan pasar kongkret bagi kegiatan ekonomi masyarakat

Pendahuluan
Ü  Memeriksa kehadiran siswa, kebersihan dan kerapihan kelas
Ü  Motivasi, dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan misalnya :
Ü  Apakah kamu pernah mengunjungi PRJ ?
Ü  Sebutkan nama-nama pasar yang kamu ketahui ?
Ü  Apakah di Indonesia ada bursa efek, jelaskan ?
Ü  Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
Ü  Pengertian pasar.
Ü  Manfaat pasar bagi masyarakat

Kegiatan Inti
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Mengidentifikasi kegunaan pasar kongkret bagi kegiatan ekonomi masyarakat
F melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
F menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
F memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
F melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
F memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.


§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
F memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
F memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
F memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
F memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
F memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan Siswa diminta memberikan contoh penyimpangan sosial dalam masayrakat dan upaya pemecahannya
F Guru memandu siswa untuk melaksanakan diskusi, dan semua kelompok dipersilahkan untuk mengatur tempat duduk, pembagian tugas menulis hasil diskusi dan berdiskusi.
F Masing-masing kelompok mendiskusikan tentang :
F Macam-macam pasar dan contoh-contohnya
F Mempresentasikan hasil diskusi dari masing-masing kelompok
F Melakukan penilaian dari hasil pengamatan pelaksanaan diskusi dan presentasi
F memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
F memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
F memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
F memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
F memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
F memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
Ø  berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
Ø  membantu menyelesaikan masalah;
Ø  memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
Ø  memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
Ø  memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.



Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F Membuat kesimpulan bersama-sama dari hasil diskusi
F Melakukan tes / pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas
F Memberikan tugas induvidual agar siswa mencari data dari koran/majalah/media lainnya dan mengelompokkan mana yang termasuk :
Ø  pasar konkrit
Ø  pasar abstrak
Ø  pasar harian
Ø  pasar tahunan
Ø  pasar daerah
Ø  pasar internasional

E. Sumber Belajar
Ü  Buku Platinum Pembelajaran IPS terpadu
Ü  Koperasi/ kantin sekolah
Ü  Pasar
Ü  Koran
Ü  Kegiatan di pasar bursa melalui tayangan di media cetak/ elektronik
Ü  Swalayan
Ü  Presentasi Interaktif

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik
Bentuk
 Instrumen
Contoh
Instrumen
Ü  Mendeskripsikan pengertian, fungsi, dan peranan pasar  bagi masyarakat

Ü  Mengidentifikasi  syarat-syarat terjadinya pasar

Ü  Mengklasifikasi macam-macam pasar beserta contohnya masing-masing

Ü  Mengidentifikasi ciri -ciri pasar konkrit dan pasar abstrak serta menyebutkan contoh-contohnya

Ü  Mendemonstrasikan /simulasi kegiatan jual beli di suatu pasar



 Tes tulis







Tes Lisan


Penugasan


Tes tulis


Observasi




Tes tulis
Tes pilihan ganda






Lembar pertanyaan

Tes Uraian


Tes Uraian


Lembar observasi



Tes Lisan



































Tes pilihan ganda



Ü  Berikut ini yang bukan fungsi pasar, adalah pasar sebagai sarana ..
 a. distribusi    
 c. promosi
 b. produksi     
d. pembentuk harga

Ü  Sebutkan 4 syarat terjadinya pasar

Ü  Sebutkan macam-macam pasar menurut waktu pelaksanaannya

Ü  Jelaskan ciri-ciri pasar konkrit dan pasar abstrak

Ü  Lakukan simulasi kegiatan jual beli di pasar, bandingkan bagaimana harga barang yang laku dan yang tidak laku ?

Ü  Apakah perlunya pasar bagi keluargamu ?

Ü  Apa saja yang bisa kamu saksikan/kamu lihat di pasar ?

Ü  Apa tujuan para pedagang berjualan di pasar ?

Ü  Apakah nama pasar yang terdekat dengan sekolah kita ?

Ü  Bisakah kantin sekolah disebut sebagai pasar ?

Ü  Sebelum terjadinya transaksi jual beli, biasanya penjual dan pembeli melakukan kegiatan .......
Ü  Pasar yang hanya menyediakan contoh barang yang diperdagangkan disebut pasar .........

Ü  Pedagang yang membawa dagangan seperti di bus-bus kota/di tempat tempat ramai disebut pedagang ...............

Ü  Bagi produsen pasar bisa dijadikan tempat memperkenalkan hasil produksi terutama

Ü  produk-produk merk baru, hal ini berarti pasar berfungsi .........................

Ü  Menurut barang yang diaperjualbelikan, pasar tradisional termasuk pasar .........................
Ü  Mana pengertian pasar yang paling sesuai dengan ilmu ekonomi ....
a. tempat penjual dan pembeli melakukan transaksi jual beli
b. kesepakatan yang dibuat bersama antara penjual dan pembeli
c. bertemunya permintaan dan penawaran atas barang yang diperdagangkan
d. tempat berkumpulnya banyak orang untuk mendapatkan kebutuhan

Ü  Terjadinya pasar harus memenuhi syarat-syarat berikut, kecuali ....
a. ada penjual dan pembeli
b. terjadi transaksi jual beli
c. ada barang yang diperdagangkan
d. ada kegiatan tawar menawar
Ü  Produsen bisa menggunakan pasar untuk mengenalkan barang hasil produksi merek baru,sehingga barang tersebut dikenal oleh masyarakat luas.Pernyataan tersebut menunjukkan pasar berfungsi sebagai ....
a. sarana distribusi
b. sarana produksi
c. sarana promosi
d. pembentuk harga
Ü  Segala kebutuhan sehari-hari bisa diperoleh dipasar, hal ini berarti sesuai dengan peranan pasar bagi ....
a. pemerintah
b. produsen
c. sumber daya manusia
d. konsumen

Ü  Salah satu pernyataan berikut bukan fungsi pasar, yaitu sebagai sarana ....
a. distribusi
b. produksi
c. promosi
d. pembentuk harga

Ü  Pasar tradisional termasuk kategori pasar ....
a. konkrit
b. abstrk
c. sumber daya
d. regional

Ü  Jika kita membeliu sesuatu tidak perlu melakukan tawar menawar dengan penjual, maka kita bisa ke pasar ....
a. tradisional
b. konkrit
c. swalayan
d. abstrak
Ü  Pasar barang konsumsi menyediakan ....
a. bahan baku industri
b. alat keperluan kantor
c. barang kebutuhan sehari-hari
d. surat-surat berharga

Ü  Salah satu pasar tahunan yang ada di Indonesia antara lain ....
a. PRJ di - dan sekatenan di Yogyakarta
b. Pasar Klewer di Solo dan Pasar Turi di Surabaya
c. Pasar Pagi Manggadua dan Glodok di -
d. Pasar Swalayan dan Hipermarket di Medan
Ü  Pasar yang hanya menyediakan contoh komoditi dan penjual sertapembelinyatidak perlu bertemu, merupakan ciri dari pasar ....
a. tradisional
b. konkrit
c. swalayan
d. abstrak
                                                                                                                       
Mengetahui,
Kepala Sekolah ..................



( …………………………………. )


Palembang,  20 Desember 2012
Guru Mapel  IPS,



( Anita Adesti, S.Pd.)


3. Membuat Peta Materi
                                                            MATA PELAJARAN: IPS TERPADU SMP MATERI EKONOMI
Kelas: VII/Semester I
Penulis: Anita Adesti
PASAR
PERANAN PASAR
FUNGSI PASAR
PENGERTIAN PASAR
LATIHAN
TES
1.    Bagi Konsumen
2.    Bagi produsen
3.    Bagi pembanguan
4.    Bagi SDM
SYARAT TERBENTUKNYA PASAR
1.    Ada Penjual dan Pembeli
2.    Ada barang dan jasa
3.    Ada interaksi
4.    Ada harga kesepakatan
BENTUK – BENTUK PASAR
soal
soal
1.    Fungsi Distribusi
2.    Fungsi Pembentukan Harga
3.    Fungsi Promosi
Judul/Topik        : Pasar dan bentuk bentuk Pasar                                                                                                                                                               No. Halaman     : 0
Menu                    : Peta Materi                                                                                                                                                                                                     No. Frame           :
 























BAGAN BENTUK BENTUK PASAR
PASAR
FISIK
Barang Yang Diperjualbelikan
Luas Kegiatan Distribusi
Waktu Terjadinya
Struktur
1.    Pasar Nyata
2.    Pasar Abstrak
1.    Pasar Barang Konsumsi
2.    Pasar Barang Produksi
1.    Pasar Lokal
2.    Pasar Nasional
3.    Pasar Internasional
1.    Pasar Harian
2.    Pasar Mingguan
3.    Pasar Bulanan
4.    Pasar Tahunan

1.    Persaingan sempurna
2.    Monopoli dan monopsoni
3.    Oligopoli dan oligopsoni
4.    monopolistik
 



















4.    Membuat Flow Chart 
KOMPETENSI
TES
LATIHAN
MATERI
Judul materi diikuti Foto
 










SOAL                   
              
DEFINISI PASAR
SYARAT TERBENTUKNYA PASAR
BENTUK – BENTUK PASAR
FUNGSI DAN PERANAN PASAR

SOAL



                                                                                                                                                    



RESPON +
FEEDBACK
                                                                                                  

5. Membuat Naskah Media Presentasi Interaktif
NASKAH MEDIA PRESENTASI INTERAKTIF

Topik/Judul     :    Beranda                                                          No. Halaman  : 2
Menu               :    PASAR                                                          No. Slide        :  2
Sub Menu       :    -
Tampilan
Narasi

Musik Latar
Keterangan Tampilan
di berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD, Materi, Latihan, Evaluasi dan penyusun.
Keterangan Animasi
Masing-masing tombol dapat di aktif, bila di klik tombol next akan tambil slide berikutnya



Topik/Judul     :                                                                           No. Halaman  : 3
Menu               :     SK , KD dan Indikator                                 No. Frame       :  3
Sub Menu       :     -

Tampilan
Narasi

Standar Kompetensi
4. Memahami kegiatan ekonomi masyarakat

Kompetensi Dasar :
4.3.Mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat

Indikator
1.   Menjelaskan pengertian pasar
2.   Menjelaskan fungsi, dan peranan pasar bagi masyarakat
3.   Mengidentifikasikan syarat-syarat terjadinya pasar
4.   Mengklasifikasi macam-macam pasar beserta contohnya masing-masing

Keterangan Tampilan
di berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD, Materi,Latihan, Evaluasi dan Penyusun.
Keterangan Animasi
Jika di klik menu SK – KD akan muncul SK dan KD yang akan di capai.


Topik/Judul     :    Apersepsi                                                       No. Halaman  : 4
Menu               :    PASAR                                                          No. Slide        :  4
Sub Menu       :    -
Tampilan
Narasi

Pernahkah  kalian pergi ke pasar? Dalam pembelajaran kita kali ini, kita akan mempelajari tentang ekonomi masyarakat yaitu :
“PASAR
Sebagai pengantar silahkan perhatikan video berikut ini :   klik disini :

Keterangan Tampilan
di berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD, Materi, Latihan, Evaluasi dan penyusun.
Keterangan Animasi
Pada Video Apersepsi disiapkan Hypelink ke video


Topik/Judul     :    Definisi Pasar                                                 No. Halaman  : 5
Menu               :    Materi                                                             No. Slide        :  5
Sub Menu       :   
Tampilan
Narasi
Pasar menurut ilmu ekonomi adalah:  Tempat bertemunya permintaan dan penawaran baik secara langsung maupun tak langsung sehingga terbentuk harga pasar. Harga pasar sendiri terbentuk dari adanya permintaan dari pembeli dan penawaran dari penjual. Jadi pasar tidak harus berbentuk bangunan, gedung, atau lokasi tertentu.
Keterangan Tampilan
di berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD,
Materi,Latihan, Evaluasi dan  penyusun.
Keterangan Animasi
Gambar Gambar tentang Pasar



Topik/Judul     :    Fungsi dan Peranan Pasar                              No. Halaman  : 6
Menu               :    Materi                                                             No. Slide        :  6
Sub Menu       :   
Tampilan
Narasi
FUNGSI PASAR
  Fungsi Distribusi
  Fungsi Pembentukan Harga
  Fungsi Promosi
PERANAN PASAR
  Bagi Konsumen
  Bagi Produsen
  Bagi Pembangunan
  Bagi Sumberdaya Manusia

Keterangan Tampilan
di berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD,
Materi, Latihan, Evaluasi dan  penyusun.
Keterangan Animasi
Video tentang Fungsi dan Peranan Pasar


Topik/Judul     :    Syarat Terbentuknya Pasar                            No. Halaman  : 7
Menu               :    Materi                                                             No. Slide        :  7
Sub Menu       :   
Tampilan
Narasi
Syarat terbentuknya Pasar antara lain : 
1.    Ada Penjual dan Pembeli
2.    Terdapat Barang dan Jasa
3.    Ada Interaksi Penjual dan Pembeli
4.    Ada Harga Kesepakatan

Keterangan Tampilan
di berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD,
Materi, Latihan, Evaluasi dan  penyusun.
Keterangan Animasi
Ganbar – Gambar Sesuai Point terbentuknya pasar.

Topik/Judul     :    Bentuk Bentuk Pasar                                     No. Halaman  : 8
Menu               :    Materi                                                             No. Slide        :  8
Sub Menu       :    Bagan bentuk – bentuk pasar
Tampilan
Narasi :
Perhatikan Bagan pembagian bentuk pasar berikut ini. Pasar dibagi dalam lima kategori yaitu:
ü Pasar berd. Fisik
ü Pasar berd. barang yang diperjualbelikan
ü Pasar berd. luas distribusi
ü Pasar berd. waktu dan tempat terjadinya
ü Pasar berd. Struktur atau komponen penyusun pasar

Keterangan Tampilan
di berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD,
Materi, Latihan, Evaluasi dan  penyusun.
Keterangan Animasi
Bagan Bentuk – bentuk Pasar



Topik/Judul     :    Bentuk Bentuk Pasar                                     No. Halaman  : 9
Menu               :    Materi                                                             No. Slide        :  9
Sub Menu       :    Contoh – Contoh Pasar 1
Tampilan
Narasi :
Untuk Lebih Jelasnya silahkan KLIK pada kolom contoh pasar beriukut ini dan simaklah video yang ditampilkan.

Keterangan Tampilan
di berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD,
Materi, Latihan, Evaluasi dan  penyusun.
Keterangan Animasi
Masing Masing shape contoh pasar di Hyperlink ke video contoh pasar yang di maksudkan.


Topik/Judul     :    Bentuk Bentuk Pasar                                     No. Halaman  : 10
Menu               :    Materi                                                             No. Slide        :  10
Sub Menu       :    Contoh – Contoh Pasar 2
Tampilan
Narasi :
Tidak Ada Narasi


Keterangan Tampilan
di berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD,
Materi, Latihan, Evaluasi dan  penyusun.
Keterangan Animasi
Masing Masing shape contoh pasar di Hyperlink ke video contoh pasar yang di maksudkan.


Topik/Judul     :    Bentuk Bentuk Pasar                                     No. Halaman  : 11
Menu               :    Materi                                                             No. Slide        :  11
Sub Menu       :    Contoh – Contoh Pasar 3
Tampilan
Narasi :
Tidak Ada Narasi


Keterangan Tampilan
di berikan beberapa menu yaitu : Beranda, SK-KD,
Materi, Latihan, Evaluasi dan  penyusun.
Keterangan Animasi
Masing Masing shape contoh pasar di Hyperlink ke video dan animasi Flash contoh pasar yang di maksudkan.


Topik/Judul     :    Latihan Soal                                                   No. Halaman  : 12
Menu               :    Soal Latihan                                                   No. Slide        :  12
Sub Menu       :   
Tampilan
Narasi :
Tidak Ada Narasi

Musik Latar

Keterangan Tampilan
Lembar kerja latihan siswa pada lembar wordshare quiz creator.
Keterangan Animasi
Latihan Soal dibuat dengan software Wondershare Quiz Creator sebanyak 10 soal pilihan ganda dengan waktu penyelesain 15 menit dingan total skor 100.



Topik/Judul     :    Evaluasi Kompetensi                                     No. Halaman  : 13
Menu               :    Soal Evaluasi                                                  No. Slide        :  13
Sub Menu       :   
Tampilan
Narasi :
Tidak Ada Narasi

Musik Latar

Keterangan Tampilan
Lembar kerja Evaluasi siswa pada lembar wordshare quiz creator.
Keterangan Animasi
Latihan Soal dibuat dengan software Wondershare Quiz Creator sebanyak 10 soal pilihan ganda dan 5 soal essay dengan waktu penyelesain 60 menit dingan total skor 150 poin.


            Setelah pembuatan naskah media presentasi interaktif selesai maka langkah selanjutnya adalah tahap Tes Uji Coba. Pada tahap ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pembuat naskah dalam mengembangkan media presentasi interaktif antara lain :
a.    Prinsip Multimedia: orang belajar lebih baik dari gambar dan kata daripada sekedar kata-kata saja.
b.   Prinsip Kesinambungan Spasial: Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau spasial.
c.    Prinsip Kesinambungan Waktu: Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya.
d.   Prinsip Koherensi: Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi digunakan secara relevan untuk mendukung pembelajaran.
e.    Prinsip Modalitas: Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi (termasuk video) daripada dari animasi plus teks pada layar.
f.     Prinsip Redudansi: Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi (termasuk video), daripada animasi, narasi plus teks pada layar (redundan).
g.    Prinsip Personalisasi: Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif daripada kalimat yang bersifat formal.
h.   Prinsip Interaktivitas: Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching).
i.      Prinsip Sinyal: Orang belajar lebih baik ketika kata-kata diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan.
j.     Prinsip Perbedaan Individual: Gunakan multimedia (kombinasi antar teks, gambar, grafik, audio/narasi, animasi, simulasi, video) secara efektif untuk mengakomodir perbedaan modalitas belajar.
Setelah diujicobakan maka sampailah kita pada Tahap Revisi Dan Penilaian. Tahap ini bertujuan untuk mengetahui kekuarangan yang ada dalam media presentasi yang telah dibuat. Karena tanpa kita sadari seringkali melakukan beberapa kesalahan yang dapat berakibat fatal. Ada beberapa kesalahan yang harus kita hindari saat membuat media presentasi, yaitu:
a.       Memindahkan semua teks dari buku atau file word.
b.      Menggunakan font (jenis huruf) yang kurang tepat. 
c.       Menggunakan foto, clip art, gambar, dll yang kurang sesuai, sehingga slide menjadi penuh dan ramai.
d.      Semua objek pada slide (tulisan dan gambar) diberikan animasi. Semua objek pada slide diberikan efek suara, sehingga menjadi berisik.
e.       Untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut di atas, pada saat menulis peta materi atau naskah, sebaiknya Anda pikirkan secara mendalam materi apa saja yang perlu diberikan animasi, efek suara, foto, clip art, image, dll. Perlu diingat juga untuk menggunakan prinsip 5 pointer (maksimal 6 pointer) dalam setiap slide presentasi, untuk menghindari kesalahan di atas.

C.  PENUTUP
1.    Kesimpulan
Proses Pembuatan Naskah Media Presentasi ada beberapa proses yang harus dilakukan agar dapat menghasilkan media presentasi interaktif yang dinginkan. Tahap –tahap tersebut antara lain :
ü  Melakukan analisis kebutuhan dan karakteristik siswa
ü  Melakukan analisis kurikulum dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang berguna dalam penentuan topik pembahasan materi.
ü  Membuat peta materi pembelajaran yang akan dituangkan kedalam media presentasi interaktif
ü  Membuat bagan alir (Flowchart) dari materi pokok yang akan dibuat media presentasinya.
ü  Membuat naskah frame per frame dari sebagai gambaran awal pembuatan media presentasi interaktif.
ü  Membuat media presentasi interaktif, Uji Coba, Revisi dan Hasil Produksi (PRODUK)
2.    Saran
            Kepada para rekan – rekan pengajar dan desainer pembelajaran diharapkan agar kita sebagai pengajar bisa membuat setidaknya merancang media pembelajaran terbaik yang dapat kita gunakan dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini penulis menyarankan bahwa media presentasi interaktif ini sangat baik untuk di pakai dalam proses belajar mengajar. Pembuatannya pun praktis dan bisa dilakukan oleh setiap pengajar. Berlatih dan terus belajar adalah kunci kesuksesan kita sebagai pengajar yang berkualitas dan menghasilkan siswa yang berkualitas pula.
Semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua.


REFERENSI

Tutorial Powerpoint 2007. Http://www.sfg.uvic.ca/tutorials/powerpoint-handout07.pdf  diunduh 14 Desember 2012
Miarso, Yusuf Hadi. (2011). Menyemai benih teknologi pendidikan. Jakarta: kencana prenanda media group.
Muliana, I Wayan. Membuat media presentasi bahan ajar menggunakan powerpoint 2007.Http://www.psb-psma.org/content/blog/3340-tutorial-powerpoint2007-untuk-presentasi-pembelajaran
Sadiman, Arief dkk. 2008. Media pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Smaldino,& lowter dan russel. (2011). Instruksional Technology & Media for Learning. Jakarta: Kencana Prenanda Media Group.