Senin, 22 Juli 2019
Sabtu, 20 Juli 2019
RESENSI BUKU (SUMSEL MENULIS)
(Review) Novel :
PULANG
Judul Novel : Pulang
Penulis : Darwis Tereliye
Penerbit : Republika, Jakarta
Tahun Terbit : 2015
Tebal Buku : 400 halaman
SINOPSIS BUKU
Namanya Bujang,
bocah berusia lima belas tahun yang sama dengan bocah-bocah seusianya. Lahir
dan besar di kampung pedalaman Sumatra, Bapaknya bernama Samad, seorang mantan jagal tersohor yang
meninggalkan masa lalu hitamnya. Mamaknya bernama Midah, seorang
keturunan pemuka agama. Bujang sama dengan bocah-bocah di kampungnya, senang
bermain di hutan, berjahil dan selalu ingin tahu pembicaraan orang dewasai.
Di didik membaca, berhitung, mengaji, azan dan sholat juga lain sebagainya.
Namun satu hal yang membuat Bujang amat berbeda dengan bocah-bocah seusianya. Bujang
tidak punya rasa takut.
Semuanya bermula
saat Tauke Muda menginjakkan kakinya di tanah kelahiran Bujang. Tauke Muda
datang dengan satu rombongannya, datang dari kota untuk melakukan perburuan
besar-besaran. Mereka akan memburu babi hujan yang akhir-akhir ini berhasil
meresahkan warga.
Esoknya Tauke
Muda meminta izin membawa Bujang ke kota, sekali lagi dengan berat hati sang
mamak harus merelakan kepergian Bujang ke kota, ikut dengan rombongan Tauke
Muda. Mamaknya sekali lagi berpesan, Bujang harus menjaga perutnya dari daging
babi dan tuak juga segala macam makanan-minuman haram.
Sampai di kota
Bujang dilayani dengan sangat terhormat. Kemudian Remaja berusia
enam belas tahun, memiliki tubuh tinggi besar, kulit gelap, perawakan khas Arab
dan tinggal di rumah Tauke Besar sejak kecil. Di kota, Tauke
Besar berusaha membuat Bujang dapat menyusul ketertinggalan di sekolah sebab di
kampungnya dia tidak pernah mencicipi bangku sekolah
Dua puluh tahun
kemudian, Bujang telah tumbuh menjadi pemuda yang gagah, menjadi jagal dunia
hitam, seorang jagal nomor satu. Jenius, kuat, dan tidak mengenal rasa takut.
Bujang berhasil menyusul ketertinggalannya dan menyelesaikan sekolah
terakhirnya di luar negeri sebagai salah satu lulusan terbaik. Bujang tumbuh
menjadi pemuda yang hebat, cerdik dan penuh ide-ide cemerlang. Menjadi bagian dari Keluarga Tong, salah satu keluarga
penguasa shadow economy.
REVIEW BUKU
Manusia
diberikan kebebasan untuk menentukan jalannya hidupnya. Setiap jalan yang
ditempuh tersebut niscaya mengandung risiko nilai, baik positif
maupun negatif, tergantung dengan jalan atau pilihan yang ditempuhnya.
Tere Liye telah berhasil menyuguhkan cerita yang cukup menawan dan mengesankan. Pulang, menyuguhkan cerita kehidupan yang kaya akan nilai-nilai kebaikan di dalamnya yang disajikan dengan sederhana, mudah dicerna oleh siapa saja yang membacanya, namun sarat makna.
Pembaca akan dibawa hanyut ke dalam cerita sejak bagian pembuka. Tokoh Mamak yang bijak, Bujang yang polos, dan Samad yang keras, kepiawaian Tere Liye menyisipkan nasihat bijak melalui tokoh Mamak ketika menasihati Bujang, anaknya. Nasihat disampaikan begitu lembut, alamiah, dan tidak dibuat-buat, meresap ke dalam hati setiap pembaca, sehingga pembaca tidak merasa digurui.
Tere Liye telah berhasil menyuguhkan cerita yang cukup menawan dan mengesankan. Pulang, menyuguhkan cerita kehidupan yang kaya akan nilai-nilai kebaikan di dalamnya yang disajikan dengan sederhana, mudah dicerna oleh siapa saja yang membacanya, namun sarat makna.
Pembaca akan dibawa hanyut ke dalam cerita sejak bagian pembuka. Tokoh Mamak yang bijak, Bujang yang polos, dan Samad yang keras, kepiawaian Tere Liye menyisipkan nasihat bijak melalui tokoh Mamak ketika menasihati Bujang, anaknya. Nasihat disampaikan begitu lembut, alamiah, dan tidak dibuat-buat, meresap ke dalam hati setiap pembaca, sehingga pembaca tidak merasa digurui.
Tere Liye
berhasil menyuguhkan nilai kebaikan tersebut dengan begitu lembut, tetap dalam
bingkai cerita, bukan ceramah. Maka, pantas saja, jika karya-karyanya tidak
sepi pembaca hingga lintas generasi.
Salah
satu pesan yang cukup mengharukan ialah tatkala Bujang hendak pergi ke kota
atas keinginannya. Pada bagian ini,
pembaca akan hanyut dan merasakan perihnya sebuah perpisahan dengan orang
tercinta.
KELEBIHAN BUKU
Pertama. Tema yang unik
Tema yang
dihadirkan mengandung unsur kebaruan. Masalah ekonomi dihubungkan dengan dunia
tukang pukul. Lebih jauh lagi dikaitkan dengan unsur relijius serta perjuangan
dan nilai kepahlawanan. Pertautan yang tampak “mustahil” itu diracik sedemikian
rupa oleh penulis menjadi racikan yang apik, sudut pandang yang ciamik. Unsur lokalitas, dalam
hal ini pedalaman Sumatra.
Kedua. Sederhana
Menurut hemat
peresensi, inilah kekuatan utama Tere Liye: sederhana dan apa adanya. Ia tak
suka merumit-rumitkan sesuatu. Pilihan katanya secara umum mudah dicerna (walau
ada beberapa yang perlu membuka kamus atau googling untuk tahu
artinya). Namun secara keseluruhan sangat bisa dimengerti.
Ketiga. Plot dan kejutan yang mengasyikan
Plot yang
dihadirkan membuat pembaca penasaran untuk terus membaca kelajutan cerita. Rasa penasaran
tersebut menstimulus pembaca untuk terus membaca hingga tuntas, tanpa bosan. Selain itu alur maju mundur menambah rasa
ingin tahu pembaca, baik masa lalu sang tokoh maupun cerita apa yang akan
terjadi berikutnya.Kejutan-kejutan mengasyikan juga mewarnai novel ini. Sesuatu
yang tak terbenak kemudian hadir menghentak.
Keempat. Filmis
Kekuatan
berikutnya dalam novel ini adalah agedan-adegan yang filmis. Kita seakan-akan
diajak menonton pertunjukan, pertarungan hebat, di depan layar tiga dimensi (3D).
Bahkan lebih dari itu, pembaca seolah diajak berfantasi dengan hebat. Membaca
novel ini kita dibawa dalam ketegangan pertempuran sekaligus (pada beberapa
kesempatan) perihal kesenduan kisah hidup.
Kelima. Pesan moral yang kuat
Inilah nilai
paling kuat dalam novel Pulang (juga novel Tere Liye sebelumnya). Sebuah
karya yang baik memang sudah selazimnya menyisipkan pesan moral, baik tersurat
maupun tersirat. Penulis yang kini tinggal di Bandung ini amat piawai
membungkus nasihat dan pemahaman hidup dengan kemasan yang cantik, adanya amanat untuk
tetap optimis melanjutkan hidup dan bangkit dari keterpurukan.
KEKURANGAN BUKU
Pertama. Beberapa adegan tampak seperti cuplikan
film
Sah-sah saja
sebenarnya bagi seorang penulis untuk menarasikan (dengan penyesuaian) beberapa
cuplikan film. Hal seperti itu namanya influence (keterpengaruhan).
Hal tersebut wajar. Karena di dunia ini, sejatinya, tidak ada yang benar-benar
orisinal. Tentu ada unsur keterpengaruhan dari apa yang telah ada sebelumnya.
Hanya saja memang, bagi sebagian orang, termasuk peresensi, beberapa adegan
dalam novel ini mengingatkan pada beberapa cuplikan film action. Ingatan
yang sedikit merusak kedalaman fantasi imajinasi.
Kedua.
Kurang membahas penguasa shadow economy di negeri sendiri
Mengangakat isu penguasa shadow
economy di negeri ini lebih banyak bersinggungan dengan penguasa shadow
economy di negara lain, utamanya Hongkong dan Makau. Lalu bagaimana
persinggungan dengan penguasa shadow economy lainnya di dalam negeri?
Memang ada namun kurang tergarap maksimal. Mungkin ini sengaja untuk membatasi
cerita agar tak melebar ke mana-mana. Meski begitu jika
saja pembahasan tentang penguasa shadow economy dalam negeri lebih
disinggung tentu hal tersebut lebih mantap.
KESIMPULAN
Novel ini
menegaskan kemampuan sang penulis menulis genre ekonomi berbalut aksi (action).
Bahkan novel ini memiliki nilai plus dibandingkan novel bergenre mirip milik
penulis. Nilai plusnya ada pada pengangkatan kearifan lokal (Sumatra) dan
relijiusitas. Novel
ini direkomedasikan bagi siapa pun yang ingin memahami makna pulang yang
sesungguhnya. Tak sekadar pulang dalam artian kembali ke rumah dan
kampung halaman. Namun mengandung makna pulang yang dalam.
Pulang menuju hakikat kehidupan. Pulang ke arah kesejatian. Pulang, kembali
pada-Nya. Sang Pencipta.
Selamat membaca!
PENUTUP
Sebagai penutup, izinkan peresensi
menghadirkan beberapa kutipan berharga dari novel ini. Semoga bermanfaat.
“Hidup ini
adalah perjalanan panjang dan tidak selalu mulus. Pada hari ke berapa dan pada
jam ke berapa, kita tidak pernah tahu, rasa sakit apa yang harus kita lalui.
Kita tidak tahu kapan hidup akan membanting kita dalam sekali, membuat
tertunduk, untuk kemudian memaksa kita mengambil keputusan. Satu dua keputusan
membuat bangga, sedangkan sisanya lebih banyak menghasilkan penyesalan.“
(Halaman 262)
“Peluklah semuanya, Agam. Peluk erat-erat. Dekap seluruh kebencian itu. Hanya itu cara agar hatimu damai, Nak. Semua pertanyaan, semua keraguan, semua kecemasan, semua kenangan masa lalu, peluklah mereka erat-erat. Tidak perlu disesali, tidak perlu membenci, buat apa? Bukankah kita selalu bisa melihat hari yang indah meski di hari terburuk sekalipun?” (Halaman 339)
“Ketahuilah, Nak, hidup tidak pernah tentang mengalahkan siapa pun. Hidup ini
hanya tentang kedamaian di hatimu. Saat kau mampu berdamai, maka saat itulah
kau telah memenangkan seluruh pertempuran.” (Halaman 340)
Anita Tarmizi
Baturaja, 18 Juli 2019
#flpsumsel
#flpsumselmenulis
#tugasresensibuku
#tugasresensibuku
Senin, 25 Januari 2016
PUISIKU
-Aku, Kamu dan Tuhan-
Aku ingin mencintaimu karena ketampananmumenyejukkan setiap mata yang memandangnya tapi kemudian aku bertanya saat ketampananmu itu memudar ditempuh usia seberapa pudarkah kelak cintaku padamu?
Aku ingin mencintaimu karena sifatmu yang ceria menjadi semangat yang menyala di dalam hati ini tapi kemudian aku bertanya bila keceriaan itu kelam dirundung duka seberapa muram cintaku kan ada?
Aku ingin mencintaimu karena ramah hatimu memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu tapi kemudian aku bertanya kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka seberapa mampu cintaku memendam praduga?
Aku ingin mencintaimu karena cerdasnya dirimu membuatku yakin pada putusanmu tapi kemudian aku bertanya ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua seberapa bijak cintaku tuk tetap mengharapmu?
Aku ingin mencintaimu karena kemandirian yang kau miliki menyematkan rasa bangga ku yang mengenalmu tapi kemudian aku bertanya jika di tengah itu rasa manjamu tiba menyeruak seberapa cintaku tetap bersamamu?
Aku ingin mencintaimu karena ketampananmumenyejukkan setiap mata yang memandangnya tapi kemudian aku bertanya saat ketampananmu itu memudar ditempuh usia seberapa pudarkah kelak cintaku padamu?
Aku ingin mencintaimu karena sifatmu yang ceria menjadi semangat yang menyala di dalam hati ini tapi kemudian aku bertanya bila keceriaan itu kelam dirundung duka seberapa muram cintaku kan ada?
Aku ingin mencintaimu karena ramah hatimu memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu tapi kemudian aku bertanya kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka seberapa mampu cintaku memendam praduga?
Aku ingin mencintaimu karena cerdasnya dirimu membuatku yakin pada putusanmu tapi kemudian aku bertanya ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua seberapa bijak cintaku tuk tetap mengharapmu?
Aku ingin mencintaimu karena kemandirian yang kau miliki menyematkan rasa bangga ku yang mengenalmu tapi kemudian aku bertanya jika di tengah itu rasa manjamu tiba menyeruak seberapa cintaku tetap bersamamu?
One Step Closer
Satu kebahagiaan telah menghampiri keluarga kami diawal tahun 2016 ini. Ayukku tersayang akhirnya melepas masa lajang... sah.. alhamdulillah... 15 16 januari 2016 adalah hari bersejarah.. semoga sakinah mawaddah warahmah...
Selasa, 13 Januari 2015
MOTIVASI
BELAJAR
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Belajar merupakan suatu
proses yang berlangsung sepanjang hayat. Hampir semua kecakapan, keterampilan,
pengetahuan, kebiasaan, kegemaran dan sikap manusia terbentuk, dimodifikasi dan berkembang dari belajar menurut
Suryabrata (dalam Khodijah,2009 : 43) belajar adalah suatu aktivitas
mental/psikis dalam interaksi aktif dengan lingkungannya yang menghasilkan
perubahan dalam pengetahuan pemahaman, ketrampilan dan nilai sikap
Diantara berbagai
factor yang mempengaruhi belajar adalah motivasi dimana sering dipandang
sebagai factor yang cukup dominan. Setiap siswa yang tidak memiliki motivasi
dalam belajar akan mempengaruhi prestasinya di sekolah. Individu yang memiliki
motivasi belajar yang lebih tinggi akan mencapai hasil belajar yang lebih
tinggi dibandingkan dengan individu yang memiliki motivasi rendah atau tidak
memiliki motivasi sama sekali (Syah, Muhibbin, 1999).
Dalam hal belajar
siswa akan berhasil belajarnya kalau dalam dirinya ada kemauan untuk belajar,
keinginan atau dorongan inilah disebut motivasi. Motivasi adalah suatu konsep
yang digunakan untuk menjelaskan inisiasi, arah dan intensitas perilaku
individu. Motivasi merupakan kekuatan yang mendorong seseorang melakukan
sesuatu untuk mencapai tujuan, kekuatan ini dirangsang oleh adanya berbagai
macam kebutuhan seperti (1) keinginan yang hendak dipenuhi, (2) tingkah laku, (3)
tujuan dan (4) umpan balik. Hellriegel dan Slocum (dalam Khodijah, 2009: 146 ).
Dalam arti yang
lebih luas, motivasi diartikan sebagai pengaruh dari energi dan arahan terhadap
perilaku yang meliputi: kebutuhan, minat, sikap, nilai, aspirasi dan
perangsang. Kebutuhan dan dorongan untuk memuaskan kebutuhan tersebut merupakan
sumber utama motivasi. Gage dan Berliner (dalam
Khodijah, 2009: 149).
Dilihat dari
sumbernya, motivasi belajar ada dua jenis yaitu: (1) motivasi intrinsik dan (2)
ekstrinsik menurut Winkel (dalam Khodijah, 2009 : 150). Motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul
dari dalam diri orang yang bersangkutan tanpa rangsangan atau bantuan orang
lain. Seseorang yang secara intrinsik termotivasi akan melakukan pekerjaan
karena mendapatkan pekerjaan itu menyenangkan dan bisa memenuhi kebutuhannya,
tidak tergantung pada penghargaan eksplisit atau paksaan eksternal lainnya.
Misalnya seorang siswa belajar dengan giat karena ingin menguasai berbagai ilmu
yang dipelajari disekolahnya. Motivasi intrinsik dapat berupa kepribadian,
sikap, pengalaman, pendidikan atau berupa penghargaan dan cita-cita. Motivasi
ekstrinsik adalah motivasi yang timbul karena rangsangan atau bantuan orang
lain. Motivasi ekstrinsik disebabkan oleh keinginan untuk menerima ganjaran
atau pengindaran hukuman, motivasi yang terbentuk oleh factor-faktor ekstrenal
seperti ganjaran atau hukuman. Misalnya seorang siswa mengerjakan pekerjaan
rumah (pr) karena takut dihukum oleh guru.
Berdasarkan
keterangan diatas maka perlu adanya rumusan tentang pengaruh motivasi pada
keberhasilan belajar peserta didik baik di tinjau dari defenisi motivasi
belajar, peran guru dalam membangkitkan motivasi belajar siswa, teori-teori
yang berkaitan dengan motivasi belajar, jenis-jenis motivasi belajar serta
teknik-teknik dalam memotivasi siswa dalam belajar.
Minggu, 03 Maret 2013
PROPOSAL TESIS MODEL ASSURE
PENGARUH
PENERAPAN MODEL DESAIN PEMBELAJARAN ASSURE
TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR
SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 9 OKU
1.
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia.
Perubahan tersebut juga telah membawa
manusia
ke dalam era persaingan global yang semakin ketat. Agar mampu berperan dalam
persaingan global, maka sebagai bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya
manusia. Pendidikan merupakan salah satu
sarana
untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. Mengacu pada tujuan pendidikan nasional bahwa
pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk waktu serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa (
UU RI no. 20, Tahun 2003).
Keberhasilan pendidikan dipengaruhi
oleh perubahan dan pembaharuan dalam segala komponen pendidikan. Adapun
komponen yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan meliputi: kurikulum, sarana
dan prasarana, guru, siswa, model pembelajaran yang tepat. Semua komponen
tersebut saling terkait dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang
diinginkan (Djamarah, 2002:123).
Pembelajaran adalah proses yang
sengaja dirancang untuk menciptakan terjadinya aktivitas belajar dalam diri
individu. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan sesuatu yang bersifat
eksternal dan sengaja dirancang untuk mendukung terjadinya proses belajar
internal dalam diri individu. Dick dan Carey dalam Pribadi (2011:10-11)
mendefinisikan pembelajaran sebagai rangkaian peristiwa atau kegiatan yang
disampaikan secara terstruktur dan terencana dengan menggunakan sebuah atau
beberapa media.
Proses pembelajaran mempunyai tujuan
agar siswa dapat mencapai kompetensi seperti yang diharapkan. Untuk mencapai
kompetensi tersebut proses pembelajaran perlu dirancang secara sistematik
dan sistemik. Proses merancang aktivitas pembelajaran inilah disebut dengan
desain sistem pembelajaran.
Langganan:
Postingan (Atom)


