Selasa, 11 Desember 2012
Jumat, 07 Desember 2012
Rabu, 31 Oktober 2012
MAKALAH BELAJAR BERBASIS ANEKA SUMBER
BELAJAR BERBASIS ANEKA SUMBER
Oleh: Anita Adesti
1.1 Latar Belakang
Belajar berbasis aneka sumber (BEBAS) telah menjadi paradigma belajar saat ini. Proses pengembangan kognitif tingkat tinggi (quality thinking skills) dan interpersonal skills yang diperlukan menghadapi tuntutan masa depan bukan berkenaan dengan apa yang menjadi perolehan lulusan tapi bagaimana perolehan itu didapat. Untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) tidak ada cara lain yang paling tepat selain belajar, dan belajar. Menurut teori behaviorisme belajar adalah perubahan tingkah laku. Belajar adalah pembuka dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak paham menjadi paham, dengan kata lain terjadi perubahan dalam mental seseorang. Seiring dengan kemajuan Ilmu pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), manusia dapat dengan mudah memperoleh ilmu pengetahuan dari berbagai sumber yang beraneka ragam serta dari segala penjuru dunia. Dalam upaya mewujudkan masyarakat belajar (learning community) inilah harus diciptakan kondisi sedemikian rupa yang memungkinkan peserta didik memiliki pengalaman belajar melalui berbagai sumber, baik sumber yang dirancang (by design) maupun yang dimanfaatkan (by utilization) untuk keperluan pembelajaran.
Senin, 22 Oktober 2012
MAKALAH PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
PRINSIP
PENGEMBANGAN KURIKULUM
Oleh:
Anita Adesti
Mahasiswa Pasca Sarjana
Teknologi Pendidikan
UNSRI
UNSRI
1. Pendahuluan
Kurikulum adalah
seperangkat rencana dan pengaturan yang mengenai tujuan, isi dan bahan
pelajaran serta cara-cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan
pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, yang mana didalamnya
mencakup beberapa hal diantaranya adalah: perencanaan, penerapan dan evaluasi.
Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja
kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan
perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik.
Penerapan kurikulum atau biasa
disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum
ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari
pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil
pembelajaran, tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan, dan
hasil-hasil kurikulum itu sendiri. Dalam pengembangan kurikulum, tidak hanya
melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja, namun di
dalamnya melibatkan banyak orang. Seperti: politikus, pengusaha, orang tua
peserta didik, serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa
berkepentingan dengan pendidikan.
Kamis, 18 Oktober 2012
LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
Kurikulum baik pada tahap kurikulum sebagai ide,
rencana, pengalaman, maupun kurikulum sebagai hasil dalam pengembangannya harus
mengacu atau menggunakan landasan yang kuat dan kokoh, agar kurikulum tersebut
dapat berfungsi serta berperan sesuai dengan tuntutan pendidikan nasional yang
telah digariskan dalam UU no 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pada prinsipnya ada empat landasan pokok yang harus dijadikan
dasar dalam setiap pengembangan kurikulum, yaitu:
1.
Landasan Filosofis
Yaitu asumsi – asumsi tentang hakikat realitas,
hakikat manusia, hakikat pengetahuan, dan hakikat nilai yang menjadi titik
tolak dalam pengembangan kurikulum. Asumsi – asumsi filosofis tersebut
berimplikasi pada perumusan tujuan pendidikan, penentuan strategi, serta pada
peranan peserta didik dan peranan pendidik.
2. Landasan
Psikologis
Yaitu asumsi – asumsi yang bersumber dari psikologi
yang dijadikan titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Ada dua jenis
psikologi yang harus menjadi acuan, yaitu psikologi perkembangan dan psikologi
belajar. Psikologi perkembangan mempelajari proses dan karakteristik
perkembangan peserta didik sebagai subjek pendidikan. Sedangkan psikologi
belajar mempelajari tingkah laku peserta didik dalam situasi belajar. Ada tiga
jenis teori belajar yang mempunyai pengaruh besar dalam pengembangan kurikulum,
yaitu teori belajar kognitif, behavioristik, dan humanistik.
3. Landasan
Sosial Budaya
Adalah asumsi – asumsi yang bersumber darti sosiologi
dan antropologi yang dijadikan titik tolak dalam mengembangkan kurikulum.
Karakteristik sosial budaya dimana peserta didik hidup berimplikasi pada
program pendidikan yang akan dikembangkan.
4. Landasan
Ilmiah dan Teknologi
Adalah asumsi – asumsi yang besumber dari hasil –
hasil riset atau penelitian dan aplikasi dari ilmu pengetahuan yang menjadi
titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Pengembangan kurikulum membutuhkan
sumbangan dari berbagai kajian ilmiah dan teknologi baik yang bersifat hardware maupun software sehingga pendidikan yang dilaksanakan dapat menyesuaikan
diri dengan perkembangan ilmu penegtahuan dan teknologi saat ini dan akan
datang.
Sumber: Tim Pengembang MKDP UPI , (2011), Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta:
Rajawali Pers.
MAKALAH BENTUK BENTUK SUMBER BELAJAR
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Kegiatan belajar
merupakan kegiatan yang paling pokok dalam proses pendidikan. Berhasil tidaknya
proses pendidikan banyak bergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa
sebagai peserta didik. Oleh karena itu, kegiatan belajar haruslah mendapat
perhatian lebih dan diupayakan semaksimal mungkin agar tujuan dari proses
pendidikan dapat tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan.
Kegiatan belajar
siswa dalam melaksanakan proses pendidikan memerlukan peran guru dalam pembelajaran
di sekolah agar tercapai tujuan pendidikan. Istilah pembelajaran lebih
menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Hal ini diperkuat
dalam UU Sisdiknas 2003 yang menjelaskan pembelajaran merupakan suatu proses
interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar. Melalui penjelasan ini dapat diketahui bahwa kegiatan
pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada
para siswanya. Kegiatan belajar hanya bisa berhasil jika pebelajar secara aktif
mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak dapat mewakili belajar
untuk siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena
ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang sedang mengajar. Ada satu
syarat mutlak yang harus dipenuhi agar terjadi kegiatan belajar. Syarat itu
adalah adanya interaksi antara pebelajar (learner) dengan sumber belajar.
Berdasarkan
penjelasan di atas dapat dilihat bahwa pembelajaran dapat terjadi jika ada
interaksi antara guru, siswa, sumber belajar dalam lingkungan belajar. Sumber
belajar yang digunakan guru dalam pembelajaran diharapkan dapat mendukung
timbulnya interaksi tersebut. Untuk itu diperlukan kemampuan guru dalam
menentukan, menggunakan, memanfaatkan dn mengembangkan sumber belajar. Oleh
karena itu pada makalah ini akan dijelaskan
definisi sumber belajar, bentuk sumber belajar yang akan membantu guru
menciptakan pembelajaran yang baik dan menyenangkan.
B.
RUMUSAN
MASALAH
Rumusan
masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah
yang dimaksud dengan sumber belajar?
2. Bagaimanakah
bentuk-bentuk sumber belajar?
C.
TUJUAN
1. Untuk
mengetahui pengertian sumber belajar.
2. Untuk
mengetahui bentuk-bentuk sumber belajar.
D.
MANFAAT
Untuk memberikan
pengetahuan kepada guru tentang sumber belajar dan bentuk sumber belajar yang akan
digunakan guru dalam pembelajaran.
Selasa, 16 Oktober 2012
JENIS – JENIS KURIKULUM_
A. Pendahuluan
Kurikulum
formal ialah rancangan di mana aktiviti pembelajaran dijalankan supaya matlamat
atau objektif pendidikan dan sekolah tercapai. Ia merupakan satu set dokumen untuk
dilaksanakan. Ia mengandung hal sebenar yang berlaku dibilik darjah dan apa
yang telah disediakan dan dinilai. Setiap sekolah ada kurikulum terancang iaitu
satu set objektif yang berstruktur dengan kandungan dan pengalaman belajar
serta hasil yang dijangkakan. Ia merupakan rancangan eksplisit dan operasional
yang dihasratkan, lazimnya dikelolakan mengikut mata pelajaran dan gred, di
mana peranan guru didefinisikan dengan jelas (Ornstein, A.C. & Hunkins, F,
1983).
B. Jenis-Jenis Kurikulum.
Jika
dilihat dari sudut guru sebagai pengembang kurikulum dikenal jenis-jenis
kurikulum sebagai berikut:
·
Open curriculum (kurikulum terbuka),
artinya kurikulum = guru. Guru memiliki kebebasan untuk mengembangkan kurikulum
sesuai dengan keinginan dan kemampuannya.
·
Close curriculum (kurikulum tertutup),
artinya kurikulum sudah ditentukan secara pasti mulai tujuan,materi, metode dan
evaluasinya, sehingga guru tinggal melaksanakan apa adanya.
·
Guide curriculum (kurikulum terbimbing),
artinya kurikulum setengah terbuka, setengah tertutup. Rambu-rambu pengajar
telah ditentukan dalam kurikulum, akan tetapi guru masih diberi kemungkinan
untuk mengembangkan lebih lanjut dalam kelas.
Langganan:
Postingan (Atom)
