Laman

PENGUNJUNG

Kamis, 18 Oktober 2012

LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM


Kurikulum baik pada tahap kurikulum sebagai ide, rencana, pengalaman, maupun kurikulum sebagai hasil dalam pengembangannya harus mengacu atau menggunakan landasan yang kuat dan kokoh, agar kurikulum tersebut dapat berfungsi serta berperan sesuai dengan tuntutan pendidikan nasional yang telah digariskan dalam UU no 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pada prinsipnya ada empat landasan pokok yang harus dijadikan dasar dalam setiap pengembangan kurikulum, yaitu: 
   1.      Landasan Filosofis
Yaitu asumsi – asumsi tentang hakikat realitas, hakikat manusia, hakikat pengetahuan, dan hakikat nilai yang menjadi titik tolak dalam pengembangan kurikulum. Asumsi – asumsi filosofis tersebut berimplikasi pada perumusan tujuan pendidikan, penentuan strategi, serta pada peranan peserta didik dan peranan pendidik.
    2.      Landasan Psikologis
Yaitu asumsi – asumsi yang bersumber dari psikologi yang dijadikan titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Ada dua jenis psikologi yang harus menjadi acuan, yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Psikologi perkembangan mempelajari proses dan karakteristik perkembangan peserta didik sebagai subjek pendidikan. Sedangkan psikologi belajar mempelajari tingkah laku peserta didik dalam situasi belajar. Ada tiga jenis teori belajar yang mempunyai pengaruh besar dalam pengembangan kurikulum, yaitu teori belajar kognitif, behavioristik, dan humanistik.
   3.      Landasan Sosial Budaya
Adalah asumsi – asumsi yang bersumber darti sosiologi dan antropologi yang dijadikan titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Karakteristik sosial budaya dimana peserta didik hidup berimplikasi pada program pendidikan yang akan dikembangkan.

   4.      Landasan Ilmiah dan Teknologi
Adalah asumsi – asumsi yang besumber dari hasil – hasil riset atau penelitian dan aplikasi dari ilmu pengetahuan yang menjadi titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Pengembangan kurikulum membutuhkan sumbangan dari berbagai kajian ilmiah dan teknologi baik yang bersifat hardware maupun software sehingga pendidikan yang dilaksanakan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu penegtahuan dan teknologi saat ini dan akan datang.

Sumber: Tim Pengembang MKDP UPI , (2011), Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Rajawali Pers.

MAKALAH BENTUK BENTUK SUMBER BELAJAR



PENDAHULUAN 
A.      LATAR BELAKANG

Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam proses pendidikan. Berhasil tidaknya proses pendidikan banyak bergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai peserta didik. Oleh karena itu, kegiatan belajar haruslah mendapat perhatian lebih dan diupayakan semaksimal mungkin agar tujuan dari proses pendidikan dapat tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan.
Kegiatan belajar siswa dalam melaksanakan proses pendidikan memerlukan peran guru dalam pembelajaran di sekolah agar tercapai tujuan pendidikan. Istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Hal ini diperkuat dalam UU Sisdiknas 2003 yang menjelaskan pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Melalui penjelasan ini dapat diketahui bahwa kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para siswanya. Kegiatan belajar hanya bisa berhasil jika pebelajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak dapat mewakili belajar untuk siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang sedang mengajar. Ada satu syarat mutlak yang harus dipenuhi agar terjadi kegiatan belajar. Syarat itu adalah adanya interaksi antara pebelajar (learner) dengan sumber belajar.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat dilihat bahwa pembelajaran dapat terjadi jika ada interaksi antara guru, siswa, sumber belajar dalam lingkungan belajar. Sumber belajar yang digunakan guru dalam pembelajaran diharapkan dapat mendukung timbulnya interaksi tersebut. Untuk itu diperlukan kemampuan guru dalam menentukan, menggunakan, memanfaatkan dn mengembangkan sumber belajar. Oleh karena itu pada makalah ini akan dijelaskan  definisi sumber belajar, bentuk sumber belajar yang akan membantu guru menciptakan pembelajaran yang baik dan menyenangkan.

B.       RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.    Apakah yang dimaksud dengan sumber belajar?
2.    Bagaimanakah bentuk-bentuk sumber belajar?

C.      TUJUAN
1.    Untuk mengetahui pengertian sumber belajar.
2.    Untuk mengetahui bentuk-bentuk sumber belajar.

D.  MANFAAT
Untuk memberikan pengetahuan kepada guru tentang sumber belajar dan bentuk sumber belajar yang akan digunakan guru dalam pembelajaran. 

Selasa, 16 Oktober 2012



JENIS – JENIS KURIKULUM­_
A. Pendahuluan
Kurikulum formal ialah rancangan di mana aktiviti pembelajaran dijalankan supaya matlamat atau objektif pendidikan dan sekolah tercapai. Ia merupakan satu set dokumen untuk dilaksanakan. Ia mengandung hal sebenar yang berlaku dibilik darjah dan apa yang telah disediakan dan dinilai. Setiap sekolah ada kurikulum terancang iaitu satu set objektif yang berstruktur dengan kandungan dan pengalaman belajar serta hasil yang dijangkakan. Ia merupakan rancangan eksplisit dan operasional yang dihasratkan, lazimnya dikelolakan mengikut mata pelajaran dan gred, di mana peranan guru didefinisikan dengan jelas (Ornstein, A.C. & Hunkins, F, 1983).
B. Jenis-Jenis Kurikulum.
Jika dilihat dari sudut guru sebagai pengembang kurikulum dikenal jenis-jenis kurikulum sebagai berikut:
·         Open curriculum (kurikulum terbuka), artinya kurikulum = guru. Guru memiliki kebebasan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan keinginan dan kemampuannya.
·         Close curriculum (kurikulum tertutup), artinya kurikulum sudah ditentukan secara pasti mulai tujuan,materi, metode dan evaluasinya, sehingga guru tinggal melaksanakan apa adanya.
·         Guide curriculum (kurikulum terbimbing), artinya kurikulum setengah terbuka, setengah tertutup. Rambu-rambu pengajar telah ditentukan dalam kurikulum, akan tetapi guru masih diberi kemungkinan untuk mengembangkan lebih lanjut dalam kelas.


Jumat, 14 September 2012

TIPS CEPAT MENGUASAI MS WORD

MICROSOFT WORD 2007


PERTEMUAN I

Pengantar Teknologi Informasi dan Sistem Informasi


Teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi                     yan digunaka dala pembentukan,   penyimpanan,           da penyebaran informasi. Secara garis besar, teknologi informasi dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian: perangkat lunak (Softwaredan perangkat    keras   (Hardware).    Perangkat   keras menyangkut pada peralatan-peralatan yang bersifat fisik seperti memory, printer, dan keyboard. Perangkat lunak terkait dengan instruksi-instruksi untuk mengatur perangkat keras agar bekerja sesuai dengan tujuan instruksi-instruksi tersebut. Teknologi informasi dibagi menjadi 6 kelompok , yaitu:
1.    Teknologi masukan

2.    Teknologi keluaran

3.    Teknologi perangkat lunak

4.    Teknologi penyimpan

5.    Teknologi telekomunikasi

6.    Mesin pemroses


Jumat, 08 Juni 2012

TIK DI KOREA DAN INDONESIA


PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM BIDANG PENDIDIKAN DI NEGARA KOREA SELATAN DAN INDONESIA

1.    PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
            Teknologi komunikasi atau disebut sebagai teknologi kultural (McGaghey, worldhistorysite.com) telah berkembang dan mempengaruhi perkembangan peradaban manusia, dimulai dengan teknologi komunikasi tertua berupa tulisan ideografik pada milenium ke-4 S.M. Sampai yang mutakhir berupa komputer dengan jejaringnya (tekonologi informasi) pada masa menjelang abad ke-21. Pada perkembangannya teknologi sudah berkembang seiring penemuan dan kemajuan zaman. Jika dilihat pada saat sekarang ini perkembangan teknologi informasi terutama di Indonesia semakin berkembang. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan.
            Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendapatkan ilmu, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya. Di Indonesia yang notabenenya sebagai negara berkembang dimana ketersediaan infrastruktur komunikasi yang masih minim mengakibatkan kesempatan setiap orang untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan menjadi terbatas. Ketersediaan infrastruktur ini sangat terasa di daerah-daerah yang proses memperoleh informasinya masih terbatas.
            Hal ini dikarenakan di Indonesia penyebaran teknologi informasi dan komunikasi belum merata, sekarang ini hanya di kota-kota besar sajalah yang sudah dengan mudah menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Dengan demikian perkembangan pendidikan pun menjadi terhambat dan juga tidak merata. Salah satu wadah yang dirasa paling berperan dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia saat ini adalah internet. Di Indonesia terutama yang berada di kota-kota besar sudah banyak masyarakat yang mempunyai akses internet, sehingga pemanfaatan internet sebagai salah satu media pembelajaran dan pencarian informasi dan pengetahuan dapat lebih maksimal walaupun akses internet di Indonesia belum sepenuhnya dapat dirasakan semua orang.

MAKALAH STATISTIK


PENGEMBANGAN BAHAN AJAR “KOMIK AKUNTANSI” DALAM PEMBELAJARAN AKUNTANSI KEUANGAN  DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) SWAKARYA PALEMBANG

1. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
            Menurut penganut paham Ilmu Jiwa Asosiasi  yang lebih jauh lagi: paham Empirisme,yang dipelopori oleh John Locke “Inggris” dan Herbart “Swiss” yang ditulis dalam buku Abin Syamsuddin Makmun  (2000:159) menyatakan bahwa ‘belajar merupakan perkayaan materi pengetahuan material dan atau perkayaan pola-pola sambutan (responses) perilaku baru (behaviour)’. Lebih jauh lagi Skinner yang dikutip Barlow (2002:90) menyatakan bahwa: Belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progesif. Pendapat ini diungkapkan dalam pernyataan ringkasnya, bahwa belajar adalah ... a process of progressive behavior adaptation. Hintzman (2002:90) mengemukakan: Learning is a change in organism due to experience which can affect the organism’s behavior. Artinya, belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme (manusia atau hewan) disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut. Sedangkan menurut Muhibbin Syah (2002:92) yang dimaksud dengan belajar adalah “tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif”.

Minggu, 03 Juni 2012

REFLEKSI BUKU DAN ARTIKEL JURNAL



REFLEKSI BUKU
MODEL’S OF TEACHING
(MODEL – MODEL PEMBELAJARAN)

1.    BIBLIOGRAFI BUKU
·   PENULIS
Bruce Joyce, Marsha Weil, Dan Emily Calhoun
·   JUDUL BUKU
Model’s of teaching (Model – Model Pembelajaran)

2.      BUKU MODEL’S OF TEACHING
Sebuah buku yang di buat menghubungkan para calon guru dan para guru yang telah berpengalaman dengan berbagai cara pengajaran yang telah dikembangkan secara sempurna. Buku ini juga dimaksudkan untuk menghubungkan mereka dengan model model pengajaran yang tidak hanya masuk akal, tetapi juga model pengajaran yang menganjurkam mereka melakukan penelitian pada setiap aktifitas pengajaran.
3.      BUKU MODEL’S OF TEACHING
Bertemakan tentang hasil penelitian para pengajar pengajar di Amerika serikat tentang berbagai cara mengajar dan bermacam – macam  model pembelajaran yang bertujuan mempermudah proses belajar mengajar di kelas. Selain dikhususkan untuk pengajar pemula, hasil penelitian ini juga sebagai khasanah tambahan ilmu untuk seluruh pendidik di seluruh dunia.