Kamis, 15 Desember 2011

ASEAN PARA GAMES 6TH SOLO, JAWA TENGAH

SEJARAH ASEAN PARA GAMES
BERAWAL DARI KOTA ROMA
Pesta olahraga bagi penyandang cacat (disabilitas) se-Asia Tenggara atau ASEAN Para Games dimulai dari Paralimpiade. Paralimpiade adalah sebuah pertandingan olahraga dengan berbagai nomor untuk atlet yang mengalami cacat fisik, mental dan sensoral. Cacat ini termasuk dalam ketidakmampuan dalam mobilitas, cacat karena amputasi, gangguan penglihatan dan mereka yang menderita cerebral palsy. Paralimpiade diselenggarakan setiap empat tahun, setelah Olimpiade, dan diatur oleh Komite Paralimpiade Internasional (IPC). (Paralimpiade sering juga disalahartikan sebagai Olimpiade Khusus, yakni hanya untuk orang-orang yang mengalami cacat intelektual.)


Sejarah
Paralimpiade bermula dari ide besar Sir Ludwig Guttmann. Dia menyelenggarakan sebuah pertandingan olahraga pada 1948 yang kemudian dikenal sebagai Pertandingan Stoke Mandeville, yang melibatkan para veteran Perang Dunia II yang menderita cacat saraf tulang belakang. Pada 1952, peserta dari Belanda ikut dalam pertandingan ini sehingga memberikan warna baru sebagai ajang internasional pada gerakan tersebut. Pertandingan pertama seperti Olimpiade untuk para atletnya diselenggarakan di Kota Roma, Italia, pada 1960 dan secara resmi disebut Pertandingan Internasional Tahunan Stoke Mandeville Ke-9. Pertandingan ini dianggap sebagai Paralimpiade yang pertama. Paralimpiade Musim Dingin pertama diselenggarakan di Örnsköldsvik, Swedia, pada 1976. 

Nama Paralimpiade diambil dari bahasa Yunani yakni "para" ("di samping" atau "berdampingan"). Kata tersebut merujuk kepada suatu kompetisi yang diselenggarakan paralel dengan Olimpiade. Nama ini tidak ada hubungannya dengan paralisis atau paraplegia. Sejak 1988, Paralimpiade Musim Panas telah diselenggarakan bersamaan dengan Olimpiade di kota tuan rumah yang sama. Praktik ini diambil pada 1992 untuk Paralimpiade Musim Dingin yang kemudian menjadi kebijakan resmi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Komite Paralimpiade Internasional (IPC) setelah kesepakatan 19 Juni 2001.
 Pertandingan Paralimpiade dilaksanakan tiga minggu setelah penutupan Olimpiade, di kota tuan rumah yang sama dan menggunakan fasilitas yang sama pula. Kota-kota yang mencalonkan diri untuk menjadi tuan rumah Olimpiade harus mengikutsertakan Paralimpiade dalam penawaran mereka. Biasanya kedua pertandingan itu kini dikelola oleh komite pelaksana yang sama. Pada Paralimpiade Atlanta 1996 para atlet yang menderita cacat intelektual untuk pertama kalinya diizinkan ikut serta. Namun setelah terjadinya kecurangan pada Paralimpiade Sydney 2000, yang diikuti oleh atlet-atlet yang tidak cacat di tim cacat intelektual bola basket Spanyol, atlet-atlet tersebut akhirnya dilarang ikut serta oleh IPC. Setelah kampanye antikorupsi, Federasi Internasional untuk Penderita Cacat Intelektual (INAS-FID) melobi agar para atlet ini diizinkan ikut serta lagi. Sejak 2004, para atlet yang menderita cacat intelektual mulai diintegrasikan kembali dalam nomor-nomor pertandingan Paralimpiade, meski mereka tetap dilarang ikut dalam Paralimpiade. IPC telah menyatakan bahwa organisasi itu akan mengevaluasi kembali partisipasi mereka setelah Paralimpiade Beijing 2008.
Lokasi Paralimpiade Musim Panas Tahun Games Tuan rumah Negara
1960 I Roma Italia
1964 II Tokyo Jepang
1968 III Tel Aviv Israel
1972 IV Heidelberg Jerman Barat
1976 V Toronto Kanada
1980 VI Arnhem Belanda
1984 VII Stoke Mandeville New York Britania Raya
Amerika Serikat
1988 VIII Seoul Korea Selatan
1992 IX Barcelona Spanyol
1996 X Atlanta Amerika Serikat
2000 XI Sydney Australia
2004 XII Athena Yunani
2008 XIII Beijing Republik Rakyat Cina
2012 XIV London Britania Raya

Sementara itu cabor yang sudah dijadikan program Paralimpiade Musim Panas adalah : anggar kursi roda, angkat berat, atletik (lintasan dan lapangan), balap sepeda, berkuda, boccia, bola basket kursi roda, bola gawang, bola voli (duduk), dayung, dan judo. Kemudian layar, menembak, panahan, renang, rugby kursi roda (alias bola bunuh), sepak bola dengan 5 pemain, sepak bola dengan 7 pemain, tenis kursi roda, serta tenis meja.
Lokasi Paralimpiade Musim Dingin Tahun Games Tuan rumah Negara
1976 I Örnsköldsvik Swedia
1980 II Geilo Norwegia
1984 III Innsbruck Austria
1988 IV Innsbruck Austria
1992 V Albertville Perancis
1994 VI Lillehammer Norwegia
1998 VII Nagano Jepang
2002 VIII Salt Lake City Amerika Serikat
2006 IX Torino Italia
2010 X Vancouver Kanada
Berbeda dengan Paralimpiade Musim Panas, untuk Paralimpiade Musim Dingin jumlah cabor yang dipertandiingkan lebih sedikit. Cabor yang dimaksud adalah : ski alpen, hoki sledge es, ski nordik, dwilomba, ski lintas alam, dan wheelchair curling.

Kategori Cacat
* Amputasi: Atlet yang kehilangan sebagian atau seluruhnya dari salah satu anggota badannya.
* Cerebral Palsy: Orang yang menderita kerusakan otak non-progresif, misalnya cerebral palsy, kerusakan otak traumatis, stroke atau masalah serupa yang memengaruhi kontrol ototnya, keseimbangannya atau koordinasinya.
* Cacat intelektual: Atlet yang mengalami cacat yang signifikan dalam fungsi intelektualnya sehubungan dengan perilaku adaptifnya. Saat ini kategori ini dibekukan.
* Kursi roda: Bagi semua atlet yang mengalami cacat saraf tulang belakang dan cacat lainnya yang mengharuskan mereka bertanding dengan menggunakan kursi roda. Para atlet ini sekurang-kurangnya harus kehilangan 10 persen dari fungsi kaki mereka.
* Cacat penglihatan: Para atlet yang mengalami cacat penglihatan dari penglihatan yang sebagian (cukup untuk dinilai buta secara hukum) hingga buta total.
* Les Autres (bahasa Perancis): yang berarti untuk lain-lain dan mencakup para peserta yang mengalami cacat mobilitas atau kehilangan fungsi fisik lainnya yang tidak tergolong pada salah satu dari kelima kategori lainnya. Misalnya, hambatan pertumbuhan, sklerosis berganda atau cacat sejak lahir pada anggota badannya seperti yang disebabkan oleh thalidomide. Kategori-kategori para penyandang cacat tersebut berlaku baik untuk Paralimpiade Musim Panas maupun musim dingin.

ASEAN PARA GAMES
ASEAN Para Games (APG) adalah kompetisi olahraga dua tahunan khusus untuk atlet-atlet yang mengalami cacat fisik yang diadakan setelah SEA Games. Even yang diikuti oleh 11 negara yang terletak di Asia Tenggara ini mengikuti konsep dari Paralimpiade. Negara peserta APG merupakan para anggota ASEAN. Yakni Thailand, Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Timor Leste dan Vietnam. APG dibawah pengawasan ASEAN Para Sports Federation (APSF). Tuan rumah penyelenggaraan ajang ini sama dengan negara penyelenggara SEA Games. APG untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, 25-30 Oktober 2001. Tampil sebagai juara umum saat itu adalah Malaysia. Namun, Thailand telah mencatat sejarah terbaik dengan empat kali berturut-turut sebagai juara umum. Masing-masing di Hanoi, Vietnam, pada 2003, Manila, Filipina (2005), Nakhon Ratchasima, Thailand (2008), dan Kuala Lumpur, Malaysia (2009). Tahun ini, 12-22 Desember 2011, merupakan penyelenggaraan yang ke-6 dengan Solo, Indonesia, sebagai tuan rumah. Ada 11 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, yakni angkat berat, atletik, bulutangkis, catur, goal ball, panahan, renang, tenis kursi roda, tenis meja, ten pin bowling, dan voli duduk.
APG dirancang sebagai sebuah kompetisi yang ramah dan kekeluargaan, menghubungkan dan menggerakkan ASEAN bersama-sama dalam kesatuan arah kesempatan yang sama dalam olahraga dan kehidupan. APG merupakan salah satu dari “bendera persahabatan” APSF, untuk dikembangkan dan dipromosikan sebagai produk unggulan Olahraga Untuk Semua dan Keunggulan Olahraga, pertemuan tujuan-tujuan sosial, budaya, psikologis dan ekonomi. 

1 komentar: